Paranoid

Hanjrit, ternyata begini rasanya menjadi paranoid.

Gimana seh rasanya tiba-tiba ada cowok cemburuan, paranoid, pacarnya temen akrab loe yang cewek yang paling loe sayangin dan cintai tiba-tiba mencemburuin loe. Trus cowoknya temen loe itu tiba-tiba nyamar jadi banci buat sms kata-kata sayang ke hp loe. Loe adalah cowok tertulen dan paling tangguh. Jijik?

Gara-gara dia gw jadi infill terima sms dari kawan-kawan gw. Merasa kalau semua sms-sms dari nomor ga jelas itu ya pasti merupakan nomornya cowok temen gw itu. Hanjrit, paranoid super duber berat.

Tersiksa? Pasti!
Baca Selengkapnya

Journey to Ie Seuem

“Bai, kita rihlah hari Sabtu ya. Kaustar tunggu di mesjid.”

Deg, Sabtu?! Kontan aku bingung, soalnya hari Sabtu aku kan dah janji ketemu Datul. Aku kira janji rihlahnya itu hari Minggu, tapi ya mau bagaimana lagi soalnya dah janji duluan ikutan rihlah daripada ketemu sama Datul.

Trus aku langsung sms Datul yang intinya cuma mau bilang, ”Datul, maaf ya ketemuan di pustaka besok ga bisa soalnya Beni ada rihlah.”

Udah deh, lalu keesokannya dari rumah aku berangkat jam 9.30 telat tiga puluh menit dari jadwal awal jam 8.00 WIB (amat sangat tidak wajib ditiru). Aku langsung aja menuju ke mesjid Lampineung, tapi aku tak menemukan jejak Kautsar di sana. Trus coba telp dia, ”Kaustar di mana, Baiquni dah di mesjid neh.”

”Kaustar tunggu di mesjid Lamgugop, mesjid besar dekat kantor Kautsar.”

Deg. Aku ga tau dimana itu, maklum aku termasuk orang yang tidak suka travel atau keliling kota. Tapi alhamdulillah Kautsar orangnya pengertian, ”Bai tunggu di mesjid Lampineung aja yah, ntar Kautsar ke sana.”
Baca Selengkapnya

Budaya Hening

Lantas apakah hening?

Adakah sembilu menusuk relung? Atau kehampaan dalam jiwa?

Sumpah aku tak mengerti, mungkin belum mengerti, mungkin tidak untuk saat ini.

Rasa sepi itu begitu pekat terasa dan tak ada seorangpun yang mampu menggugatnya, tidak bidadari, tidak sang puteri, dan tidak juga kamu sayangku. Rasa yang begitu hampa yang tidak akan pernah kuceritakan yang menjadi bagian 50% seluruh kehidupanku hingga saat ini.

Lalu apakah makna suara tawa yang membahana dalam tiap detik waktuku? Tak akan bermakna ia hanya menjadi sebagai pemanis bibir. Sungguh sayang, aku amat begitu kesepian.
Baca Selengkapnya

Apa Arti Cinta?

Rentang nafas,
aku kamu mereka dia
Letih merumput, menyumput kesam
Lantas apakah arti cinta?

Apakah arti binal itu cinta?
Atau birahi yang menggolak?
Atau saat peraduan selangkang antara kita
Itukah cinta menurutmu?

Dan lihatlah akhir dunia,
saat tak ada lagi birahi di sana
saat anakmu bukan lagi milikmu
saat istrimu bukan lagi hakmu

Bersumpahlah demi Tuhan
kamu mencintaiku
Bersumpahlah demi Tuhan
kamu tidak akan memperkosaku

Arti cinta itu seperti apa?
haruskan aku menjadi pelacur untuk membuktikannya?
Arti cinta itu seperti apa?
apa hanya terkatakan dari peraduan sejenak dalam mayapada

kakanda…
adinda…
sayangku…
kasihku…
jangan bilang cinta jika kau cuma ingin tubuhku

Baca Selengkapnya

Sepenggal Puisi Pagi

Ben, saya ga mau jika harus sampai kehilangan dia karena dia selalu salah paham ke saya. Saya ga tahu harus bagaimana lagi menjelaskan ke dia kalau saya ga bisa jauh dari dia. Tetapi dia sekarang menjadi pembenci, terlalu membenci…

Mungkin aku lebih mengerti darimu teman apa itu arti sebuah cinta, terlebih jika cinta itu tertahan hanya di dalam hati dan tak ingin melebar menjelaskan segala makna yang tersirat, mungkin aku lebih mengerti.

Teman, aku mungkin cuma mampu berkata, ”Cinta terjadi karena sebab dan akan hilang oleh sebab. Amat sangat mudah melupakan cinta sama seperti mudahnya melupakan dingin oleh panas yang menyengat.

Beni, tolongin saya… tolong telepon dia, katakan bahwa kita hanya teman. TIDAK LEBIH! Tolong ya… terima kasih.
Baca Selengkapnya