Teka-teki Kehidupan

Hidup Serupa Teka-teki

Teka-teki Kehidupan
sumber: http://istanainspirasi.files.wordpress.com/
Kadang saya suka kebingungan, ling-lung, bahkan tak jarang harus K.O sampai limpung. Yah, saya bisa seperti itu saat memaknai tentang apa rahasia Tuhan dalam setiap jejak langkah saya dalam kehidupan.

Jujur, saya pernah berada dalam kondisi sangat tertekan pada suatu ketika, di tengah kegelapan malam saya menangis sejadi-jadinya. Luar biasanya, saya menangis bukan di rumah melainkan di sebuah penginapan di kota Medan. Saya merasa kali ini Tuhan tidak adil. Dia melambungkan saya ke tempat paling tinggi, seolah-olah satu doa terkhusus saya telah dikabulkanNya. Satu keinginan yang paling saya harapkan, namun Dia campakkan itu dengan sia-sia. Saya menangis ketika itu.

Saya bertanya kepadaNya dengan lirihan seorang hamba, “Tuhan, bukankah saya meminta bukan karena hasrat saya pribadi? Tetapi lebih kepada salah satu cara agar saya menghindari dosa?

Malam itu, jemari saya bergetar seirama gemuruh yang meledak-ledak dari dalam dada. Dada saya kembang-kempis dengan begitu sempurna. Seluruh oksigen yang saya hirup, saya keluarkan pula seutuhnya. Tak ada yang disimpan. Tak ada yang ditinggalkan. Dan berlahan, lidah saya mulai merasa asin oleh air mata yang deras tumpah.

Itu adalah salah satu episode saat saya merasakan apa yang manusia bumi sebut dengan keputusasaan.

Bukan cuma saya, kita mungkin sering merasa Tuhan mencoba kita dengan keterlaluan. Kita merasa limit kita telah habis sebagai hamba, padahal bukankah Tuhan telah berjanji bahwa dia tidak akan mencoba seorang hamba di luar batas kemampuan mereka.

Hidup kadang begitu berwarna. Hal yang pada awalnya manis berujung kecut. Hal yang kecut berakhir dengan manis. Walau, banyak juga hal yang manis diakhiri dengan sesuatu seumpana gula 1 kilo dimasukkan dalam sebuah gelas; terlalu manis!

Memang demikianlah hidup. Kadang kita berada dalam posisi suka cita, berikutnya kita ada dalam keadaan penuh luka.

Hidup serupa teka-teki. Kita tidak pernah tahu akan kemana Tuhan menuntun langkah kita nanti. Setiap langkah yang kita jalani sekarang, sungguh akan berdampak kepada langkah berikutnya. Kebaikan yang hari ini kita jalani, akan dibalas impas oleh Tuhan keesokan harinya.

Saya mungkin pernah merasa sangat putus asa ketika itu. Sampai-sampai dalam doa, saya katakan, “Tuhanku, sesungguhnya Engkau adalah Tuhanku. Kepada siapa lagi hamba memohon dan meminta kecuali kepada Engkau? Sungguh tidak ada Tuhan selain Engkau. Jikapun ada tuhan yang lain, tentu mereka ikut turut pula menyembahMu.” — saat itu, saya merasa dunia begitu sempit. Namun, ketika saya menulis ini, saya bersyukur bahwa Tuhan memberikan saya takdir yang berbeda. Saya percaya, ada sesuatu yang indah yang telah Tuhan siapkan untuk kita semua.

Teman, mungkin hari ini banyak dari kita yang bersedih. Ketika pacar berselingkuh, ketika ditolak, atau bahkan ketika sedang dibully. Kita bisa mengambil hikmah di balik setiap peristiwa. Beruntung ketika pacar selingkuh daripada dia melakukannya saat kita telah beranak dua. Beruntung kita ditolak, mungkin itulah jalan terbaik, atau mungkin jika pun diterima pasangan belum tentu setia. Beruntung kita yang menjadi korban bully, TIDAK ditakdirkan Tuhan dengan hati yang jahat untuk menjadi mereka yang melakukan bully. See, ada banyak hal yang bisa kita syukuri di balik setiap peristiwa.

Jika kita mengutuki kehidupan yang serupa teka-teki ini, kita akan selalu hidup dalam tekanan dan beban. Tak pernah ada yang indah dan kita cuma menjalani kehidupan dalam kesempitan.

Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mukmin; yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.

(HR. Muslim)

#PenaKamiTidakPuasa

Incoming search terms:

  • bayangin beben lagi nangis,, btw, saya sudah dapat hikmah dari menikah ben,, 😀

  • Wouwo… Gemuruh jiwa Bang Baiquni..

  • Sebuah tulisan yang mengandung bayak makna, walaupun saya bingung ketika membacanya 😀

  • Tulisan yang jujur. Saya pernah mengalaminya juga. Menangis sendiri di dalam kamar, mengutuki keadaan, mempertanyakan takdir. Begitulah hidup. Kita nikmati saja ya 🙂