Sampai Saat Ini, Aku Masih Cinta

Pada satu orang aku berkata jujur, “sampai saat ini aku masih cinta.”

Dia minta aku ke rumahnya, ambil tutorial animasi membuat bearing dengan software Blender. Tapi ketika dia memintaku, kukatakan aku tidak bisa.

“Daerahmu terlalu mengundang sejuta kepingan waktu yang ingin ku lupa. Aku tak sanggup!” Ucapku via YM saat itu.

Dia yang tahu problemku cuma terkekeh. Sialan! Umpatku.

Kemudian dia menyindirku dengan perkataan seseorang itu, perkataan seseorang kepadaku yang akhirnya ku tahu cuma alasan picisan. Alasan yang membuatku semakin tidak paham dengan makhluk yang bernama perempuan.

Baca Selengkapnya

Masih Tentang Lagu Gaza

Masih tentang lagu We Will Not Go Down in Gaza Tonight, seharian aku mendengarkannya. Disela-sela sakitku yang begitu menggebu. Sakit? Lho, aku belum cerita ya kalau aku sudah 4 hari sakit. Awalnya ketika dari Lampuuk, sehabis mamam Pop Mie plus kelapa muda kepalaku langsung pusing-pusing dan perutku terasa sakit sekali. Untung saja aku perginya barengan fifi, jadi ga repot bawa kereta dengan kondisiku yang seperti itu.

Jadi kira-kira sudah 3 hari aku ndak masuk kantor juga. Berat rasanya badan ini, mana perutku tegang. Semalam baru ke dokter, gile bayarannya 75 ribu sekali periksa. Perasaan terakhir sakit aku cuma bayar 50 ribu doank gitu.

Pokoknya disela-sela tanpa rutinitas itu, aku mendengarkan sayup-sayup lagu Gaza Tonight didendangkan. Suara khas Michele Heart bertalu-talu memenuhi gendang telingaku. Seperti biasa, aku menangis. Aku meresapi apa yang juga dirasakan oleh anak-anak Palestina, mereka yang kehilangan ibu/bapak/anak/saudara. Bagaimana mereka merasakan apa yang dinamakan genocide, suatu cara keji pemusnahan suatu etnis.

Baca Selengkapnya

Lyric – Gaza Tonight

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Baca Selengkapnya

Lelaki Menangis, Pantaskah?

Gimana, bisa dengar tidak dengan lagu yang dinyanyikan? Jika tidak maka kemungkinan flash Anda belum diupdate atau speaker Anda belum dihidupkan. Lagu di atas adalah lagu Gaza Tonight, sebuah lagu yang bercerita tentang keadaan Palestine.

Tahu tidak apa reaksiku setiap mendengar lagu ini disenandungkan? Menangis!

Aku menangis, air mataku meleleh. Bayanganku terjun bebas ke Palestine, tanah dimana kemerdekaan diinjak dan kebebasan terkurung. Aneh, seluruh dunia malah membela “sang monster”. Mereka yang mengagungkan hak asasi seolah lari, menutup mata, telinga, dan bisu. Tak ada yang berani berbicara lantang, mereka mengulur meminta perdamaian-perdamaian padahal sedetik yang terlewat menghabiskan nyawa manusia-manusia Palestine. Mereka tidak mampu pongah seperti ketika WTC rubuh menjadi abu, menunjukkan semua orang teroris dan membangun kubah iblis di Guantanamo.

Baca Selengkapnya

Untuk Seseorang

Aku memiliki seorang teman, ku menyebutnya lelaki. Seorang yang berjalan dengan ayunan kaki pengkor, lusuh, dan muka yang tak terurus. Sekilas tak ada yang berarti dalam dirinya, dengan sikap lusuh tak terurus siapa yang menyangka ternyata dalam dasar lubuk hatinya tersimpan cinta.

Hujan turun deras hari ini, menguyur bumi memberi harapan pada tanah dan tetanaman. Semoga tidak banjir.

Ketika hujan turun, segalanya bisa tersenyum. Pohon-pohon, hewan-hewan, udara, cahaya, angkasa, angin, hati, semuanya. Namun hujan yang menjadi luap akan sangat tidak mengenakkan, betapa banyak yang menghindari banjir dan bahkan suatu kaum telah terceritakan dalam mushab yang indah untuk menerima takdir pembasmian dengan luapan air. Begitu juga cinta.

Cinta sama seperti air, dibutuhkan namun tidak untuk menjadi luap yang berakibat fatal.

Baca Selengkapnya