Source: coworkinginsights.com

Ternyata Perempuan

Well, sebenarnya selama di sini (Bandung .red) aku sering mengalami shock culture. Banyak hal yang tidak kujumpai di daerah asalku namun aku dapati di sini. Salah satunya adalah tatto dan perempuan perokok. Di daerahku, jarang sekali aku menemukan kedua hal tersebut.

Di postingan kali ini aku tidak akan bercerita tentang kedua hal tersebut, tidak. Melainkan sesuatu yang aku alami dan merasakan shock.

Jadi, sekarang aku berkantor di salah satu coworking space di kota Bandung, tepatnya di Postcard & Cafe di Jl. W.R. Supratman. Kantorku bisa dikatakan sebagai startup yang baru merintis, jadi kita belum memiliki kantor tetap. Awal aku kerja (sekitar pertengahan Januari 2018), kita malah berkantor di sebuah kafe di sekitaran Jl. Burangrang, kita berkantor di Caffe Kopitera. Modalnya cuma segelas minuman dan cemilan, dan betah nongkrong dari jam 11 pagi sampai menjelang magrib. Kadang aku teringat di daerah asalku, di sana juga orang kerja di kedai kopi dengan modal segelas air. Jika di sini segelas air dihargai mulai 20rb maka di tempatku cuma 8rb dan bisa bertahan bahkan sampai hari berganti. Hahaha…

Kembali ke cerita awal, jadi sebagai coworking space maka di sini ada beberapa kantor juga yang ikut ngadem. Aku sih tidak begitu tahu-menahu kantor-kantor di sini bergerak di bidang apa, malah kadang aku dengar ada yang seharian kerjaannya cuma ngakak dan bernyanyi. Nah, jadi ceritanya ada salah seorang pekerja di salah satu kantor di sini yang bikin aku terkejut. Sehari-hari sih aku melihat dia itu persis cowok, pakaian cowok, jeans, rambut pendek. Yang bikin aku shock, ketika aku shalat di mushala eh ternyata doi pakai mukena. Dari sana aku baru nyadar, DIA TERNYATA PEREMPUAN!

Kalau cowok jadi cewek aku sering melihat, kalau tomboy juga kadang melihat tapi masih bisa merasakan aura perempuan walau mungkin ditutupi. Nah, kali ini aku sama sekali gak filling, lho! Tapi, kejadian-kejadian gini yang membuat hidup lebih menarik. Kita tidak merasa seperti hidup bagai katak di dalam tempurung. Ada banyak hal yang patut disimak, ada yang patut ditelaah, dan ada juga yang cuma cukup diketahui.

Apapun pengalaman, sewajarnya mampu membuat wawasan lebih terbuka dan kaya. Membantu lebih memahami sesama dan belajar menjadi bijaksana.