Di Ujung Batas

Di Ujung Batas
sumber: agungdwisusanto.blogspot.com

Setiap lelaki itu melirikku dengan ekor matanya, tepat saat mata kami saling berhadapan sesudahnya, dia selalu bertanya, “Apa yang kau cari?

Dan, aku pun selalu sama, hanya terdiam. Bingung. Abstrud. Terlalu mengambang. Aku tak tahu harus menjawab apa. Untuk jawaban yang sederhana pun aku tak mampu, apalagi sebuah jawaban rinci tentang hal sederhana yang selalu ditanyakannya itu.

Apa yang aku cari?

Aku sebenarnya sedang mencari “aku“. Aku yang sebenarnya tidak hilang, namun “aku” yang belum lagi ditemukan.

Aku sebenarnya sedang mencari “aku“. Aku yang sebenarnya merdeka, namun sekarang “aku” lagi diperbudak.

Kapan kita pernah sadar, bahwa sesungguhnya kita sedang diperbudak. Diperbudaki oleh keinginan-keinginan kita. Dicambuk oleh angan-angan kita. Diduduki oleh napsu keduniawian kita. Sadar?

Baca Selengkapnya

Pesan Dari Tuhan

Saya percaya Tuhan membimbing kita, terkadang melalui hal-hal yang tidak terduga.

sujud
sumber: penulis165.esq-news.com

Karena belum mampu tertidur, setelah melihat beberapa film dan menjelajahi dunia maya, saya iseng menjenguk salah satu blog teman saya yang merangkap sebagai pelanggan hosting yang saya kelola. Nama blognya Melsupdate.com, sekilas nama itu mirip dengan acara yang dibawakan oleh Melaney Ricardo di ANTV. Teman saya itu memang bernama Melissa, dan dipanggil dengan sebutan Mel. Judul tulisan yang saya baca adalah “Hikmah Dimana Saja.”

Tulisan sederhana, namun ada pesan diakhir tulisan yang membuat saya tertekun: “Bukankah jodoh dan rejeki sudah ditulis di lauhmahfudz? Mengapa kebanyakan kita pusing-pusing memikirkan hal-hal yang sudah pasti? Tidakkah diri ingin mempersiapkan menghadapi kematian yang bisa datang kapanpun? Mengapa tidak kita berlomba-lomba dalam kebaikan saja?”

Bukan sekali-dua-kali ini, telah beberapa kali saya menemukan pesan sejenis. Bahkan, kemarin saya mendapatkan telepon ketika seorang teman membatalkan janji pertemuan karena salah seorang temannya kecelakaan. Awalnya saya pun ingin menjenguk, nahas teman tersebut telah lebih awal dipanggil Tuhan.

Baca Selengkapnya

Persembahan Untuk Tuhan

berdoa
sumber: indonesian.iloveallah.com
Jika Tuhan punya akun di dunia maya, tentu aku akan selalu mention Dia, juga memberikan surel/email untuk berkata setiap hari, “Tuhan, tidak ada yang kupersembahkan untukMu hari ini kecuali seluruh dosaku.

Setiap kebaikan akan selalu kembali kepada Tuhan, dan dosa adalah hak setiap manusia. Bagaimana kita mampu memberikan apa yang TIDAK kita miliki?

Aku melihat, terkadang manusia sombong. Mereka merasa setiap kebaikan yang mereka lakukan mampu membayar apa yang telah Tuhan berikan. Sekali-kali tidak. Setiap kebaikan yang kita lakukan tidak akan pernah mampu membayarnya, bahkan untuk setiap napas normal yang kita lakukan setiap hari. Bahkan tidak mampu membayar untuk setiap pergantian kulit setiap harinya.

Apa yang manusia miliki sebenarnya adalah dosa. Maka itu pula yang mampu aku persembahkan kepada Tuhan.

Baca Selengkapnya

Air Mata

Untuk siapa air mata itu hadir?
Mengapa dia mampu mengalir?
Apakah oleh hati yang sedang terluka atau karena bahagia?

air mata
sumber: http://sebuah-catatanku.blogspot.com
Hampir setiap orang merasa bahwa tangisan mampu membalikkan keadaan. Mungkin itu alasan mengapa setiap kesedihan memperanakkan air mata. Aku sendiri tidak mengerti, mengapa air mata harus tumpah, karena sesungguhnya yang sakit adalah hati.

Malam itu aku mendengarkan lagi isakan dari air mata yang menetes tumpah. Awalnya pelan, lantas seperti deru ombak dia mengeras, sebelum kemudian menjadi badai yang memilukan.

Aku katakan dengan sungguh! Dengan seluruh jiwa dan ragaku! Berhentilah menangis. Tolong berhenti…

Suaraku saat itu cuma mampu tertelan oleh tangis yang telah membadai. Terombang-ambing oleh hati yang mengkeruh. Aku tidak mengerti, tidak menyimpan duga, atas apa air mata itu sampai hadir dan sekarang menjadi gulma. Yah, terkadang air mata pun mampu menjadi gulma. Tumbuh seketika dan menyebar menutupi seluruhnya.

Tangisan itu mulai membangunkan orang-orang. Membangunkan mereka, terutama yang terikat oleh hati.

Baca Selengkapnya

Saya Sakit Demam Berdarah

Fase Demam Berdarah
sumber: askep-net.blogspot.com
Terhitung, mungkin sudah 10 hari saya sakit demam berdarah. Lupa, kapan mulai sakit ini berjangkit, yang jelas sehari setelah saya memotong rambut dan diskusi soal pluralisme bersama si Baiquni (baiquni yang lain), Irfandi, Abdul Ghaffar, dan Mirza Abdi. Padahal, besoknya direncanakan akan bertemu dengan salah seorang bule untuk mendengarkan sejarah kristenisasi (bukan sebagai ajang debat namun sebagai pengetahuan tambahan tentang perkembangan kristen), tetapi karena sakit saya tidak bisa menghadiri diskusi tertutup tersebut.

Saya baru ke dokter pada hari kedua. Saat itu kepala saya sudah terlalu pusing dan panas tinggi. Mendengar keluhan saya tentang badan yang nyeri, sakit kepala, dan demam maka dokter pun berkesimpulan besar kemungkinan saya teridap penyakit demam berdarah. Namun kata dokter saya tidak perlu khawatir, yang penting banyak minum saja. Oh ya, kata dokter juga, juga trombosit saya di bawah 100, saya disuruh segera opname di rumah sakit.

Jadi, selama sakit saya cuma tertidur di rumah. Mamak sempat bertanya, mengapa tidak ada teman yang menjenguk? Saya sebenarnya tidak ambil pusing mengapa tidak ada yang menjengguk, sudah cukup repot dengan sakit mengapa pula harus direpotkan mengapa orang lain tidak peduli terhadap sakit saya? Ya, saat itu saya tidak ambil pusing.

Baca Selengkapnya