Bad People and Good People

Everyone is BAD PEOPLE. Karenanya, marilah kita berdoa, “Ya Tuhan kami, ampunilah dan tutupilah aib-aib kami.

Everyone is GOOD PEOPLE. Karenanya, marilah kita berdoa, “Ya Tuhan kami, tambahkanlah kebaikan yang ada pada diri kami. Dan Engkau adalah sebaik-baik pemberi petunjuk.

Berdoa
Berdoa

Tidak ada manusia yang benar-benar suci, begitu pula tidak ada manusia yang seluruhnya buruk. Manusia hidup dalam dualisme realitas yang saling tarik-menarik: kebaikan dan kejahatan.

Pertama sekali manusia mengenal dosa, mereka menggigil. Hati nurani mereka berontak dan berbicara bahwa itu merupakan suatu kesalahan. Sebagian manusia ada yang menyadarinya, dan sebagian yang lain mencoba bungkam. Mereka yang lain itu menutup telinga rapat-rapat saat nurani tercekik menjerit.

Tidak ada manusia yang ingin menjadi buruk, sejatinya. Tanyalah kepada mereka yang dianggap buruk oleh masyarakat, kenapa mereka memilih jalan itu? Sebagian mulai mencari dalih, tentang hidup yang menjadikan mereka demikian, atau tentang nasip yang terlalu berliku membuat alpa.

Dan kita, manusia, sesungguhnya bukanlah kumpulan orang-orang suci. Sebagian mencoba mensucikan diri, namun, titik-titik noda dosa terus datang silih berganti. Baik sadar, ataupun terjadi karena kealpaan kita.

Bukanlah sesuatu yang baik, saat melihat orang berdosa lantas kita mencaci mereka. Tidak ada nabi yang melakukan itu. Yang mereka lakukan adalah berbicara, menatap mata semua umat manusia, lantas dengan tulus dari hati disampaikan apa yang seharusnya ke hati pula tertuju. Tentang dosa yang sesungguhnya membuat nurani manusia semakin menghitam, dan menjauhinya adalah keharusan.

Anggaplah dosa itu seperti satu titik hitam. Nurani adalah cermin, dan kasih Tuhan adalah cahaya. Bagaimana nurani mampu menerima cahaya Tuhan jika dia menjadi hitam oleh segala dosa yang terus datang. Mereka yang sadar segera bertindak. Mencari air, lap, dan membersihkannya pelan-pelan.

Melihat mereka yang sedang terlena lantas mencaci mereka bukanlah sebuah kebaikan. Sesungguhnya, mencaci dan memaki juga merupakan suatu dosa. Katakan kepada mereka tentang hal yang salah yang sedang mereka lenakan, sejujurnya tentang apa yang mereka lakukan membuat Tuhan merasa begitu cemburu dan sedih. Jika mereka tetap berpaling, maka doakan semoga Tuhan mengampuni mereka.

Saya dan kamu bukanlah orang-orang yang baik. Hanya karena Tuhan menutupi aib dosa kita dan apa yang tersimpan di dalam hati, bukan berarti kita merasa bahwa diri ini suci. Hampir setiap hari, ada saja dosa yang kita lakukan, yang mungkin saja tidak kita sadari.

Jangan memaki orang buruk teman, sekali-kali jangan. Jika engkau tidak suka perbuatan buruk mereka, hindari saja. Memaki mereka tidak membuatmu menjadi lebih baik daripada mereka. Jika tidak suka, maka ingkarilah dalam hati semua dosa itu agar ia tidak terlakukan olehmu.

Kata nabiku, sesungguhnya dosa itu dicegah dengan 3 hal; perbuatan, perkataan, dan hati.

Jika engkau kelak menjadi penguasa, maka olehmu buatlah peraturan orang orang-orang mencegah diri dari perbuatan-perbuatan dosa mereka.
Jika engkau memiliki ilmu, maka olehmu perdengarkanlah kepada pendosa tentang hukum Tuhan yang akan menimpa mereka, ajarkan mereka cara terbaik untuk kembali kepadaNya, untuk kembali mencintainya.
Jika engkau belum lagi seperti di atas, maka tahanlah mereka dengan hatimu. Doakanlah mereka agar Tuhan mengampuni semua hal buruk yang mereka lakukan.

Semoga Tuhan tetap menutup semua aib dosa-dosa kita. Semoga Tuhan tetap menunjuki kita jalan yang lurus. Dalam setiap rakaat shalat, kita selalu berdosa untuk itu. Karena, hak Tuhanlah menganugerahi siapa yang dia sukai dan menghukumi siapa yang dia inginkan. Semoga rahmat Tuhan selalu bersama kita, dan kita tetap dijadikan dalam daftar mereka yang bersyukur dan selalu memperbaiki diri.

Incoming search terms:

  • tulisan bang beben memang selalu super isinya, walaupun ini cerita hati tapi tetap berarti sekali 🙂

  • Amin…

    Tapi yang lebih menyedihkan adalah orang yang selalu melakukan perbuatan terpuji yang meyakini bahwa dirinya merasa beruntung dari orang lain karena tidak pernah melakukan dosa. Perlu diketahui, merasa beruntung dan bersyukur itu berbeda. Bila kamu mengatakan aku beruntung bahwa bla bla bla, berarti kamu sedang membandingkan dirimu dengan orang lain. Tetapi kalau bersyukur itu, hanya antara kamu dan Tuhan. Yang paling banyak dirasakan oleh orang adalah beruntung, orang yang terkenal dengan amal shalihnya sekalipun, penggiat dakwah, dan sebagainya. Ada yang terlupa, bahwa terdapat sombong sebesar biji wijen dalam hatinya. Cermati dan kamu akan lihat, begitu banyak yang seperti itu disekelilingmu.

    Mengutip kalimat postingan di atas, “Saya dan kamu bukanlah orang-orang yang baik.”
    Dan saya suka kalimat ini 🙂 . Good writing 🙂

  • postingannya bagus,,saya suka postingannya,,,