Kasihan, Bahkan Dikritik Salah. Lucu!

Aku ingat, kejadiannya hari Sabtu, 24 November 2007. Tepatnya sekitar jam 17.00 WIB.

Saat itu aku ingin masuk pelajaran Perawatan Mesin namun sayang, seperti kebiasaannya dosen tidak masuk (walau akhirnya masuk), namun bukan itu yang ingin kuceritakan. Saat itu aku melihat dia, Sang Puteri dengan pacarnya. Cemburu? Tidak! Sama sekali tidak ada rasa cemburu, yang cuma ada rasa kasihan. Cuma itu!

Sudah sering aku mendengar dari kawan-kawan di HMM (Himpunan Mahasiswa Mesin) yang mengetahui bahwa dulu aku menyukainya (entah mereka sudah tahu bahwa sekarang ada sosok Taman Surga? Semoga saja tidak, soalnya mereka bakal akan lebih tertawa girang kalau aku patah hati, terlebih dengan orang yang benar-benar kucintai) bahwa dia sering berdua-duaan. Dari dulu aku tak pernah percaya, tak akan pernah.
Baca Selengkapnya

Maka Shalatlah Kamu

Setelah muntah-muntah, mengigil, gemetaran, takut, sakau, dan kolaps, aku tak tahu harus bagaimana. Aku benar-benar terkapar. Mungkin cuma sms dari Wendri yang membuatku tidak malu untuk menangis. Mungkin cuma itu.

Lalu lembaran-lembaran Quran itu mulai kubuka, kubaca dengan tartil, ayat demi ayat. Namun rasa sesuatu yang mengganjal di dalam hati ini belum sepenuhnya terbebas. Masih banyak sesuatu yang tidak kumengerti mengganjal di dalam hati ini. Dan aku tak tahu harus bagaimana.

Lalu kira-kira jam 10.00 bang Riza datang, soalnya aku ingin mendaftar ERANET. Sebuah bisnis jaringan yang berkutat dalam bidang pulsa elektrik. Sebelum bertemu bang Riza kusempatkan shalat dhuha sejenak, tentunya dengan pergegas karena khawatir bang Riza akan menunggu lama kedatanganku.

Setelah itu kami sama-sama ke Beurawe tepatnya ke BoES Studio tempatnya bang Iskandar sang leader ERANET daerah Aceh. Padahal saat itu aku belum juga mandi lho, soalnya hari ini aku ga ada kuliah.
Baca Selengkapnya

Aku, Fifi, Wendri

m_beben31108 : lelaki
m_beben31108 : kita maen simulasi mo ga
lelaki: simulasi pa?
m_beben31108 : seandainya lelaki suka sama seseorang
m_beben31108 : winda misalnya
trus..
m_beben31108 : si winda suka juga sama someone di daerah yang jauh, jawa misalnya
m_beben31108 : trus someone itu ada sakit2
m_beben31108 : dan dia minta winda cari cowo aja di banda
m_beben31108 : dan dekatlah winda sama lelaki
m_beben31108 : lelaki tau winda suka sama someone tu tapi ga tau kalo ampe si winda juga niat nikah sama someone tu
m_beben31108 : sampe akhirnya lelaki ajak winda nikah
m_beben31108 : trus winda mau
m_beben31108 : karena lelaki baek dan cinta ma dia
m_beben31108 : trus
m_beben31108 : pada suatu hari lelaki tau kalo winda dah suka ama someone tu
m_beben31108 : ampe dia bingung, seharusnya dia milih lelaki atau someone tuh
m_beben31108 : nah
Baca Selengkapnya

Cinta Itu Berat

DatulSumpah aku benar-benar mencintainya. Cinta yang dalam yang sedang kurasakan. Aku masih menyimpan SMS tanggal 9 Juli 2007 jam 3:59 pagi saat dia juga berkata suka padaku, aku masih menyimpannya hingga sekarang. SMS yang selama ini kukenang. SMS yang jika kubaca mampu membangkitkan semangatku ditengah keletihan jiwa, SMS yang selalu kumaknai mampu membuatku menempus atmosfir-atmosfir bumi untuk meluncur ke langit ketujuh. Sumpah!

Salahkah aku?

Aku mungkin bukan pria seperti pada umumnya. Aku tak mudah untuk melupakan cinta, tidak mudah. Saat pagi ini tanggal 23 November 2007 jam 6.00 pagi dia sms ingin berteman saja denganku, aku cuma bisa pasrah. Saat menerima itu, aku menggigil, muntah-muntah, tanganku gemetaran, aku serasa sakau. Sungguh, cinta itu amat berat dan dia amat menyakitkan.
Baca Selengkapnya

Episode Monolog

“Aku lelah… teramat lelah.”

Tiba-tiba saja dia berkata seperti itu, aku tak mengerti dari mana suara itu timbul. Dari bibirnya, atau dari hatinya. Aku sungguh tak tahu.

”Ben, hidup ini rasanya terlalu lama. Terkadang juga begitu singkat.”

Kali ini aku menoleh kepadanya, mencoba lebih fokus terhadap setiap ucapannya, ucapan yang biasa saja namun terkadang sulit untuk ku pahami. ”Mengapa demikian?”

”Lihatlah langit itu,” katanya sembari mengangkat dagunya berusaha menatap langit. ”Berapa lama ia telah demikian, menaungi bumi dan semesta. Apa tak terbersit bosan dihatinya?”
Baca Selengkapnya