“Sumpah, baru kali ini aku menemukan cowo seperti loe Ben.” Sahabatku tiba-tiba berkata demikian saat kami sama-sama sedang menikmati sensasi ketinggian dari puncak gunung, saat kami sama-sama sedang duduk-duduk di tepi jurang.
”Emang kenapa dengan gw sahabat?” Tanyaku tak mengerti.
”Loe tuh tukang khayal! Dan khayalan loe tuh terlalu jauh. Jauh banget!” Lanjutnya.
”Aku?” Tanyaku menegaskan. ”Aku pengkhayal?”
”Yoha… dan khayalan loe tuh kejauhan. Khayalan tingkat tinggi.” Katanya lagi.
”Apa ada yang salah dengan khayalan? Loe tau kan pesawat terbang itu juga awalnya muncul dari khayalan manusia yang ingin terbang. Loe ga lihat sahabat, bagaimana mobil, listrik, lampu, telepon, handphone tercipta? Semuanya berawal dari khayalan. Dari mimpi. Dan apa salah jika aku bermimpi?” Kataku membela diri.
Baca Selengkapnya