Tuhan Masih Membantu Kami

Suprise! Itulah perasaanku hari ini.

Awalnya ku kira jika merunut dari hari sebelumnya, mungkin kami hari ini tidak akan beraksi menjajah persimpangan di setiap kota Banda Aceh. Terlebih session kedua kemarin gagal terlaksana, namun hari ini setiap session mampu dilalui dengan sukses.

Sepuluh tangan terangkat mengucapkan terima kasih untuk semua pihak yang ikut berpartisipasi. Terima kasih untuk anak-anak KPLI, anak-anak Amiki, dan Acehblogger.

Total dana yang telah terkumpul adalah Rp 4.003.800

Namun yang lebih membuatku semangat adalah, ternyata kami mulai tidak sendiri. Apa yang kami inginkan dari awal mulai tercapai, beberapa pihak terkait mulai melirik Rohingya. Tujuan kami memang tidak fokus ke dana, dana hanyalah sebagai bentuk solidaritas kami.

Baca Selengkapnya

Kami Sedikit, Tetapi Kami Peduli !!!

Judul di atas diambil dari blognya bang Fadli. Bagus sih judulnya, makanya tidak sungkan saya mengambil judul yang sama. Judul yang begitu menggugah.

Sumpah, saya ingin nangis membacanya.

Sedikit sekali yang peduli dengan Rohingya, tidak seperti orang-orang yang begitu tergugah untuk turun ke jalan membantu Palestina. Bukankah Rohingya juga muslim? Atau adakah yang telah salah…

Rabu, 11 Februari 2009. Hari ini kami turun ke jalan dengan jumlah personel yang amat sedikit. Hanya ada saya, bang Husni, Fauzan, bang Fadli, Iqbal, Irfandi Djailani, Tengku wan, An3uk, Ida, dan Siska.

Rencana awal kami ingin menjajah seluruh persimpangan yang ada di kota Banda Aceh. Kami ingin menjajah simpang Jambo Tapee, simpang Lima, simpang Surabaya, simpang Jam. Tetapi Tuhan menitahkan kami cuma mampu menjajah simpang Lima sebagai daerah jajahan.

Kami sedikit namun kami peduli.

Baca Selengkapnya

Manusia Perahu Adalah Saudara Kita

Muslim RohingyaPermulaan tahun 2009, pekan kedua bulan Januari dan awal Februari, Aceh kedatangan ratusan tamu luar negeri yang dibuang oleh negaranya sendiri. Sungguh malang nasib tamu yang terkenal dengan sebutan “manusia perahu” ini. Di negeri asalnya disiksa dan dizalimi, di negeri tetangga diusir dan dibuang. Dan sekarang, tamu yang merupakan Muslim Rohingya itu terdampar diperairan Sabang dan Idi Rayeuk, Nanggroe Aceh Darussalam. Akankah mereka akan mengalami nasib serupa dari pemerintah kita?

Manusia tanpa negara

Etnis Rohingya adalah orang-orang tanpa kewarganegaraan yang mendiami kawasan perbatasan antara Myanmar-Bangladesh. Di Myanmar mereka mengalami penganiayaan dan siksaan yang brutal dari rezim junta militer. Inilah yang memaksa mereka menjadi manusia perahu yang berlayar dari satu negara ke negara lain, terutama Thailand, Malaysia dan Indonesia, untuk mencari tempat penghidupan yang lebih baik. Selain Myanmar, Thailand adalah negeri yang paling tidak bersahabat dengan orang Rohingya. Pemerintah negeri yang dulu bernama Siam itu selalu bertindak keras dan kasar bahkan mengarah ke pembantaian.

Baca Selengkapnya

Negeri di Atas Awan

tafa_putra: Mohon Doa Restu dan Kehadirannya pada 11 Februari 2009 akad nikah kami Mustafa Saputra Dengan Silfia Meri Wulandari di Mesjid Taqwa Blangkejeren Kab. Gayo Lues
baiquni: :p
baiquni: ga jadi ama dia kan bang
baiquni: :-<
baiquni: kalo jadi beni patah hati
tafa_putra: yeeeeeeee
baiquni: alhamdulillah
tafa_putra: siapa tu ben
tafa_putra: akhwat di YM kamu
tafa_putra: jilbab putih
tafa_putra: ntar kubilang ama dia
tafa_putra: beni slingkuh
baiquni: dia ndak suka sama beni bang
baiquni: 🙂
baiquni: mungkin dia telah menemukan sosok pahlawannya
baiquni: ada seh keinginan beni pengen dia jadi pendamping beni
baiquni: tapi apa pantas? seorang baiquni yang terlalu sering futur
baiquni: dia jauh di atas awan
tafa_putra: ya
baiquni: merindukannya seperti membangun negeri di atas awan
tafa_putra: karna beni orang miskin
baiquni: 🙂
baiquni: karena itu juga
baiquni: takdir beni bukan takdir orang kaya
baiquni: beni pengen istri beni kelak orang yang tahan hidup miskin
tafa_putra: ya

Baca Selengkapnya

Ku Menemukan Surga Kedua

Tahukah engkau?
selaksa rindu membelengguku
memaksaku untuk terus mencintai
padahal aku telah mengering rapuh, dan dahaga telah hilang diganti kesunyian

Tahukah engkau?
ku temukanmu di jejaring manusia
ku minta engkau menjadi sahabatku
ku singgahi yahoo mu
namun kau membalasku dengan diam
tersudut aku tak mengerti
aku pun mulai mengeja langkah
mungkin telah ada yang salah

Aku berbisik pada seorang temanku
“Wahai gajah, aku menemukan taman surga”
gajahpun bingung
“taman surga kedua,” balasku
gajah cuma tersenyum, seolah dengan sejuta arti
bodohnya aku, sama sekali tak mengerti

Dalam lubuk, nama itu masih terus teringat
sedetik tak mampu lupa
mungkin hanya bidadari yang mampu menyapunya
entah bagai abrasi pantai atau topan badai
sunggu aku tak mengerti
mungkin tidak untuk saat ini

Oh cinta…
badai hatiku menggerus
tak tersisa sedikitpun jeda
mungkin aku harus segera mati
dan bidadari surga menanti

Baca Selengkapnya