Berhenti Berinteraksi

Setelah ulang tahunku yang 24 ini, aku mulai mencoba sesuatu yang baru. Langkah awalku adalah mencoba lepas dari berbagai ketergantungan, terutama ketergantungan dengan facebook. Aku merasa terlalu banyak menghabiskan waktu di dunia yang satu itu. Banyak sekali membuang-buang waktu tanpa memberikan dampak positif atau sesuatu yang bernilai finansial. Kedua adalah aku juga berhenti di beberapa social-networking yang kuikuti, ada sebagian yang kuhapus accountnya dan ada sebagian yang tidak pernah kusinggahi lagi.

Namun ada satu ketergantungan yang belum juga lepas yaitu Yahoo! Messenger. Namun aku merasa suntuk dengan Yahoo! Messengerku yang lama maka kubuatlah account yang baru. Di akun yang baru ini, beberapa teman yang sering berinteraksi denganku satu bulan belakangan ini kutambahkan dan beberapa clientku agar mereka tidak kerepotan mencari support. Akun yang lama masih kupakai cuma sesekali, barangkali ada yang terlewatkan. Istillah kerennya adalah: backup.

Keinginan berinteraksi ini juga bukan tanpa alasan. Aku ingin lebih fokus kepada studiku yang keteter dan sisa 2 semester lagi sebelum akhirnya aku dipaksa untuk drop out. Kalau kuhitung-hitung, waktunya banyak dihabiskan untuk menulis status-status yang tidak jelas daripada membaca ebook-ebook yang bermutu.

Berhenti berinteraksi ini juga bagian dari manajemen sikapku. Sering sekali di facebook aku begitu sering tidak mampu mengontrol bagaimana caraku bertingkah dan berinteraksi. Semua dilakukan secara bebas dan merdeka bahkan terkadang mencederai perasaan orang lain, dan itu semua terjadi terkadang ketika aku sedang bad mood dan membutuhkan suasana baru.

Kalau diperhatikan. Aku terlalu sering banyak bercanda selama ini, tidak ada yang kuseriusi. Aku hampir tidak pernah serius seumur hidupku. Aku ingin mencoba sesuatu yang berbeda: aku ingin mencoba sedikit lebih serius. Memang orang-orang terkadang berpikir aku ini adalah tipikal manusia yang serius jika sekilas melihat dari tampangku. Tampangku memang cool, dan semua orang mengakui itu. Namun tampangku yang cool ini ternyata berbanding terbalik dengan sikapku yang semau-gue, jarang sering, dan pemalas.

Aku harus berubah.

Berhenti berinteraksi bukan berarti menutup semua pintu. Namun berhenti dalam sesuatu yang membawa aku ke dampak terburuk. Berhenti berinteraksi dengan segala keburukanku.

  • ayi

    blogwalking…salam kenal,saya juga pernah merasakan hal yang sama,ketergantungan dengan sesuatu hal yang belum tentu penting.well,nice post..

  • The Butterfly

    Semoga berhasil! (“,)b
    HARUS BISA LEBIH SERIUS! Amin. .

  • iya neh, ketergantungan sering sekali menyenangkan namun jika ditelaah menjadi tidak menyenangkan.

  • Kemana aja lu ben selama ini?
    Gw dah ingetin berkali2, cari sesuatu yang berguna.
    Ayo kembali trading =))

  • neh dah mulai trading lagi dengan modal $1 dan shock terapi -60 di langkah pertama, jiakaka

  • pantes, abang cari fb beben ga keliatan.

    terlalu naif klo menyalahkan social-networking ato chat messenger.

    tergantung dari diri kita yg menanggapi nya juga ben..

    dan jangan lupa, di dunia IT kita harus “makan” update info² terbaru, apa pun itu. penting atau tidak, berguna atau tidak. beni kan udah berkecimpung di dalamnya (bahkan sebelum abg)

    btw, salam rindu facebook-an dari saya 😛