Bahkan Lelaki Pun Menangis

Bahkan lelaki pun menangis…

Barusan aku membaca blognya Rifka, ternyata dia baru saja mencoba menulis sebuah cerita. Judulnya Jangan Lagi Satria*.

Membaca ceritanya aku seperti membaca masa laluku, tentunya dengan tokoh, karakter, setting, dan alur yang berbeda namun memiliki garis besar yang identik. Sebuah pengakuan masa lalu yang ingin ku kubur dalam-dalam. Sebuah corengan dimukaku.

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Q.S. Al-Isra : 32)

Dulu, teramat dulu aku pernah menyukai seorang wanita. Seorang wanita yang dengan keinginan kuat ingin kunikahi, tentunya aku ingin menikahi dirinya sebagai aku yang dewasa, bukan aku yang dulu yang masih terlalu kekanak-kanakan dan tidak mampu mandiri. Wanita itu amat begitu berarti bagiku, bahkan antara dia dan illah seperti hanya dibatasi oleh garis tipis. Aku terlalu memujanya.

Wanita itu dengan berlangsungnya waktu lebih aku cintai daripada sang puteri. Walau mungkin hingga saat ini dia tidak akan pernah menyadari betapa berartinya dia bagiku, tetapi itu dulu. Aku menyebutnya: Taman Surga.

Baca Selengkapnya

Buku Lagi

Hehehe… hari ini aku berburu buku lagi di pameran buku AAC. Kali ini aku tidak datang sendiri, aku ditemani oleh Mirza temanku, mantan ketua himpunan mahasiswa mesin fakultasku. Aneh, dia ke pameran buku malah beli susu kambing. Memang seh di pameran buku tidak mutlak buku yang dijual, tetapi ada juga susu kambing, VCD, murattal, dll.

Beberapa buku yang kubeli adalah:
Baca Selengkapnya

Berburu Buku

Huff… capek!

Baru pulang dari pameran buku di AAC, 300.000 duitku habis dilahap para tukang buku itu. Tapi ada sedikit kekecewaan, andai duitku lebih banyak tentu lebih banyak buku yang bisa ku kantongi. Huehehe…

Beberapa hari yang lalu, tepatnya hari Kamis. Sorenya ketika siap shalat Ashar di Mesjid Ulee Kareng yang ada di depan Solong, aku duduk-duduk dengan bang Cho dan seorang lagi abang-abang yang tidak ku tahu namanya. Ternyata abang-abang yang tidak ku tahu namanya itu abangnya si montir. Beda 180° dari si montir, abangnya itu terlihat kharismatik dan wajahnya teduh (khas orang PKS) sedangkan si montir… masya Allah, tidak perlulah ku jelaskan di sini.

Dari abangnya si montir, aku tahu info tentang pameran buku di AAC, Darussalam. Begitu mendengar kata buku, aku langsung semangat. Memang aku ditakdirkan menjadi pecinta buku sejati.

Demikianlah kronologisnya mengapa aku terjebak dengan promosinya abang si montir (walo abangnya itu tidak promosi seh). Dan akhirnya ini lah aku, sedang menulis blog sehabis pulang dari pameran buku, menghabiskan uang 300 ribu, penat, capek, namun masih saja kecewa karena andaikan lebih banyak uang tentu lebih banyak buku yang bisa kubeli. Hehehe…

Berikut ini adalah beberapa buku yang kubeli. DILARANG MINJAM !!!

Baca Selengkapnya

Kecewa Buku

Barusan aja pulang dari kantor Forum LSM Aceh, eh di tempat tidur sudah tergeletak paket buku. Duhh, senangnya akhirnya buku pesananku dari bukabuku.com datang.

Namun setelah ku buka paket, aku kecewa. Kenapa? Karena ada beberapa buku yang out of stock. 🙁

Berikut ini adalah beberapa buku yang ku pesan:

  • Yang Berlawan – Membongkar Tabir Pemalsuan Sejarah PKI
  • 7 Jurus Jitu Menulis Buku Best Seller
  • Dalam Bayangan Lenin – Enam Pemikir Maxisme dan Lenin sampai Tan Malaka
  • Struggling to Surrender: Pergulatan Sang Profesor Menemukan Iman
  • Tarbiyah Hasan Al Banna dalam Jamaah Ikhwanul Muslimin
  • Aidit Sang Legenda
  • Tesis-tesis Pokok Marxisme
  • Che Guevara Sang Revolusioner
  • Panduan Lengkap Menguasai Router Masa Depan menggunakan Mikrotik RouterOS

Baca Selengkapnya

Jangan Jadi Pecundang

saat itu kamu adalah satu dari sejuta
lantas mengapa harus tersungkur
padahal kamu dulu adalah pejuang
lantas mengapa sekarang menjadi pecundang

terlalu lama melupakan
bahwa tiap jalan ada tuntunan
terlalu lama melupakan
bahwa kamu berjalan dengan kekuatan

setelah sekian lama terhenti
apakah telah lupa nikmatnya usaha
atau haruskah kecilmu dikembali
atau bahkan ketika kau hanya setetes mani

tersenyumlah
perjuangan itu indah
untuk beribu kemenangan yg berharga

semakin rintang cobaan
semakin indah arti kemenangan

tidak percaya?