Mengapa Saya TIDAK Menulis

Salah satu resolusi saya di tahun 2012 adalah: Tulisanku dimuat di media dan memiliki sebuah buku atas namaku sendiri.

Saya memiliki perasaan iri, saya rasa ini sebuah iri yang diperbolehkan oleh setiap orang. Saya melihat, teman-teman saya sudah melesat dengan sangat jauh melampaui saya. Mereka telah memiliki karya, yang boleh jadi mampu mereka banggakan. Tulisan-tulisan mereka hadir dan muat di media-media, baik lokal maupun nasional.

Sedih? Ya. Tentu saja saya sedih, karena cuma saya yang setelah sekian lama berkecimpung di dunia kepenulisan yang tulisan saya tidak pernah hadir, pun sebiji di sana. Tidaklah sebuah tulisan berat, ataupun opini dengan penuh referensi, hanya sebuah cerita pendek namun tidak mampu saya karyakan.

Saya melihat ada sebuah kesalahan sistemik di dalam diri saya. Kesalahan yang terus membuat arah tanya menjadi kerucut: Kenapa saya tidak mampu, sedangkan mereka telah melampaui?

Baca Selengkapnya

Aceh Bermartabat

Aku baru lihat iklan di atas dari situs zaini-muzakir.com yang dibuat oleh temanku. Pada halaman depannya ternyata ada iklan tersebut. Aku buka, lantas aku pun suka (Terkecuali bagian terakhir yang berbunyi “coblos nomor 5”).

Sebenarnya itu adalah iklan dari Partai Aceh. Sederhana, namun pesannya kena. Dengan background musik khas Aceh, terus ada peta Aceh tempo dulu, kemudian diselingi oleh episode perjanjian perdamaian Aceh.

Iklan tersebut bisa dikatakan berhasil secara propaganda. Aceh memang butuh kedamaian dari dulu. Terlalu lama hidup dalam konflik membuat Aceh merindukan bagaimana rasanya damai dan memiliki negeri ini, utuh, dan berdikarya.

Memang, sebagai orang kota yang hidup jauh dari konflik. Aku tidak merasakan utuh apa yang dirasakan oleh saudaraku yang ada tepat di pusat daerah konflik. Namun, setidaknya, aku memahami dari apa yang mereka pilih, demi satu tujuan: perdamaian dan menjaga keutuhan MoU Helsinki.

Aceh butuh kedamaian. Sudah! Sekarang, Aceh butuh menjadi bermartabat.

Baca Selengkapnya

Jalinan Kehidupan

Baru saja aku berpikir tentang hidup yang seperti untaian benang. Namun, saat berikutnya aku malah berpikir, alih-alih seperti untaian benang, hidup lebih seperti jaring laba-laba. Satu getaran terbentuk, seluruh jaring ikut merasakan. Begitulah cara saat laba-laba mengetahui ada mangsa yang hinggap. Demikian pun kita, hanya saja, terkadang manusia alpa dengan banyaknya jaring yang saling mengikat, mengisi, dan berbagi. Terkecuali mereka yang peka.

Dulu, aku pernah bingung. Membuatku berpikir dengan keras, bagaimana bisa, nun jauh di sana seseorang bisa menjadi temanku bahkan menjadi sangat akrab. Aku runut, ternyata, ada banyak tindakan kita berimplikasi terhadap masa depan.

Hidup ini sesungguhnya hidup. Dia tidak mati. Dia berdenyut, ikut merasakan apa yang terjadi dalam kehidupan. Syahdan, saat kita ikut berdenyut, kehidupanlah yang sesungguhnya berdenyut. Kita, hanya seperti pion, di mana kehidupan mengambil perannya, menggerakkan kita, lantas menuntaskannya.

Baca Selengkapnya

Keajaiban

Apa itu keajaiban? Tanyaku pada semua orang.

"Keajaiban adalah saat dirimu percaya bahwa kenyataan yang tidak mungkin menurutmu, terjadi asbab doamu terkabul." Ade

"Keajaiban itu kejutan dan bonus dari Allah untuk kita. Keajaiban itu datang dari luar perhitungan, prediksi, dan nalar. Dia datang begitu saja tanpa kita sangka-sangka." Atikah

"Keajaiban ketika kamu menemukan hati dan dirimu lapang dan tenang atas ikhwal hidup sebagai suatu karunia dari Tuhan." Abdul Ghaffar

"Ketika ada cewek yang mau sama loe." Aik

"Keajaiban adalah kesempatan untuk sebuah kemustahilan." Riza

Hal yang aku sebut di atas adalah beberapa jawaban dari beberapa orang yang membalas apa yang aku pertanyakan, tentang: keajaiban.

Semua orang pasti berpikir bahwa keajaiban itu adalah sesuatu yang mustahil, tidak terjelaskan, di luar nalar ataupun logika. Keajaiban hadir dalam bentuk tak terduga, tidak disangka. Keajaiban adalah sesuatu yang sulit untuk diprediksi, bahkan mungkin mustahil untuk terjadi. Begitulah keajaiban.

Benarkah?

Baca Selengkapnya

Tentang Cinta

Kata cinta rasanya tidak pernah habis tinta untuk dituliskan. Apakah kamu yang hari ini aku cintai masih tetap aku cinta keesokan hari? Cinta berjalan, seperti air yang menganak sungai menuju samudera, terkadang malah seperti panah yang terlepas dari busurnya. Kita membidik, namun tidak memiliki kendali.

Hal yang kita mampu rasa belum tentu juga dirasakan oleh orang lain. Betapa banyak kisah tentang mereka yang terluka oleh cinta. Sebagian orang mulai memandang cinta dengan watak yang berbeda: “kita tidak sedang jatuh cinta kawan, kita sedang membangun cinta.

Kata cinta mudah dipahami namun bersifat abstrak. Kita tidak mampu melihat cinta sebagai wujud benda, namun setiap kita mampu merasakan. Dari belaian ibu kepada anaknya, dari peluh bapak yang terus bekerja, dari orang-orang yang selalu menjaga nama Tuhan di hati mereka.

Baca Selengkapnya