Keajaiban

Apa itu keajaiban? Tanyaku pada semua orang.

"Keajaiban adalah saat dirimu percaya bahwa kenyataan yang tidak mungkin menurutmu, terjadi asbab doamu terkabul." Ade

"Keajaiban itu kejutan dan bonus dari Allah untuk kita. Keajaiban itu datang dari luar perhitungan, prediksi, dan nalar. Dia datang begitu saja tanpa kita sangka-sangka." Atikah

"Keajaiban ketika kamu menemukan hati dan dirimu lapang dan tenang atas ikhwal hidup sebagai suatu karunia dari Tuhan." Abdul Ghaffar

"Ketika ada cewek yang mau sama loe." Aik

"Keajaiban adalah kesempatan untuk sebuah kemustahilan." Riza

Hal yang aku sebut di atas adalah beberapa jawaban dari beberapa orang yang membalas apa yang aku pertanyakan, tentang: keajaiban.

Semua orang pasti berpikir bahwa keajaiban itu adalah sesuatu yang mustahil, tidak terjelaskan, di luar nalar ataupun logika. Keajaiban hadir dalam bentuk tak terduga, tidak disangka. Keajaiban adalah sesuatu yang sulit untuk diprediksi, bahkan mungkin mustahil untuk terjadi. Begitulah keajaiban.

Benarkah?

Bagaimana jika keajaiban sebenarnya selalu hadir di dalam diri kita?
Bagaimana jika sekiranya keajaiban itu selalu mengiringi kita?

Manusia punya satu kecenderungan. Hal ajaib yang mereka nikmati setiap hari, karena terus konsisten mereka nikmati, mereka menganggapnya biasa, padahal itu adalah sebuah keajaiban.

Saat saya menulis tulisan ini, saya melihat kedua tangan saya. Saya menggerak-gerakkannya. Terkadang cepat, terkadang pula pelan. Seperti sebuah robot yang baru memiliki sebuah tangan, saya mulai menggerakkannya, dimulai dari jemari, kemudian saya gerakkan dia dengan gerakan memutar, mengepal, dan meninju sesuatu. Saya merasa ajaib, mengapa tangan saya bisa bergerak?

Saya kemudian memegang dada kiri saya dengan kedua telapak tangan. Ada sesuatu yang berdetak di sana. Padahal, saya tidak pernah berpikir agar dia berdetak. Saya ingin detakan itu berhenti, walau semenit, namun detakan itu tidak juga berhenti. Mungkin, benda itu tahu, jika dia mati maka saya pun ikut mati.

Saya melihat layar komputer ini. Saya berpikir, kenapa saya bisa melihat? Saya pun mencoba melepaskan kacamata yang saya gunakan. Kabur. Padahal dulu pandangan mata ini tidaklah kabur seperti ini.

Lalu saya berdiri. Merasakan semua rasa yang menggelitik telapak kaki. Ada rasa dingin dari ubin yang menjalari telapak saya. Bahkan lutut saya pun menjadi gemetar karenanya.

Kemudian saya memejamkan mata. Saya mencoba untuk tidak berpikir 5 menit saya, namun saya tetap tidak mampu. Otak saya terus berpikir tentang banyak hal, bahkan yang tidak saya rencanakan untuk berpikir tentang hal itu. Saya ingin berhenti berpikir, namun tidak bisa. Denyutan-denyutan di kepala saya terasa, dia bereaksi terhadap semua yang saya pikirkan. Kenapa bisa?

Saya mulai mengerti. Bahwa sesungguhnya hidup kita adalah sebuah keajaiban. Keajaiban selalu mengiringi kita, tanpa kita sadari.

Bagi kita, mungkin ajaib adalah sesuatu keadaan di mana ada keluarbiasaan yang terjadi. Padahal kawan, hidup ini pun adalah sesuatu yang luar biasa. Mengapa kita merasa lapar, lantas kenapa kita harus makan. Mengapa kita harus bernapas. Bagi saya, itu semua adalah sebuah keajaiban.

Kita tidak bisa hidup tanpa keajaiban. Kadang, saat saya datang ke rumah sakit. Saya melihat orang-orang yang pasrah menjalani kehidupan, mereka yang bingung, salah satu keajaiban dalam hidup mereka telah hilang.

Keajaiban tidak perlu kita tunggu. Karena, saat ini, saat Anda membaca tulisan ini, keajaiban sedang bekerja dalam diri Anda. Hanya saja, kita alpa, kita lupa dengan semua keajaiban itu. Mungkin, terlalu sering keajaiban terjadi, kita menganggapnya tidak ajaib lagi.

Bagi saya. Adalah keajaiban, saat benih-benih tumbuh dalam rahim jutaan orang ibu.

Bagi saya. Adalah keajaiban, saat benih-benih tumbuh menjulang menjadi pohon dari tanah yang gembur.

Tuhan telah memberikan kita berjuta keajaiban. Mungkin, tujuh lautan jikalah menjadi tinta dan semua pohon menjadi pena, semua keajaiban yang diberikan Tuhan tidaklah cukup untuk dituliskan. Tetapi, tahukah engkau teman, ada satu keajaiban yang luar biasa yang Tuhan berikan kepada kita? Adalah, saat kita begitu alpa kepada-Nya, Dia, Tuhan, tetap mencintai kita.

Incoming search terms:

  • ini postingan memang ajaib 🙂

    • Wah, tidak menyangka langsung dikomentari oleh Aulia 😀

  • kiki

    [Jangan dikaitin dengan mazhab tertentu ya].

    Ki percaya bahwa semua hal di dunia sebenarnya dapat kita pahami dengan logis. Dengan perantaraan alam, akal, dan penyucian jiwa. Bagaimana kita memahami tongkat nabi musa yang menjadi ular, isra’ dan mi’rajnya Rasulullah, mengapa nabi Ibrahim tidak merasa apa-apa saat dilempar ke dalam api, dan fenomena-fenomena lainnya. Itu semua ada jawabannya. Tapi ya keajaiban terbesar menurut ki, tetap tentang kematian.

    • Kalau Beni juga mau bilang kalau sebenarnya keajaiban itu ada di sekitar kita tanpa kita sadari. Karena, sejatinya sebuah keajaiban setelah terjelaskan membuat orang tidak menjadikan itu sebagai sesuatu yang ajaib lagi 😀

  • Samakah keajaiban dengan mukjizat? 🙂