Aku hidup dalam negeri seribu janji. Janji-janji kosong tentang kesetaraan, hidup enak, sekolah gratis, dan janji-janji muluk tentang bagaimana mengatur negeri ini menjadi lebih baik.
Janji hanyalah tinggal janji. Dulu pernah ada orang-orang bodoh membubuhkan cap jempol darah mereka untuk seorang penguasa yang bahkan tidak mengerti bagaimana cara membangun bangsa ini. Hanya karena bapaknya seorang yang begitu hebat tidak lantas anaknya juga menjadi sama?
Manusia-manusia telah sangat menjadi gila dalam negeri seribu janji.
