Belajar Dari Beruang

Barusan aku curhat sama Bang Pmen, tentang tradingku. Bang Pmen orang yang terlalu baik, malah memberiku modal $50, namun sayang harus kuhabiskan di meja trading. Mungkin memang aku yang tidak berbakat membaca bagaimana pasar berjalan dengan semestinya.

Kemarin aku sempat begitu senang, bagaimana tidak aku berhasil membukukan lebih dari 500 pips. Dari modal $4 aku berhasil menguangkan sekitar $20. Namun itu masih dalam bentuk khayal, karena belum ku close.

Aku mengira GJ (GBP/JPY) akan terus merosot. Namun keadaan berbalik. Sekarang duitku tinggal $6 lagi, begitu menyedihkan.

Ketika aku curhat tentang hal itu kepada Bang Pmen, dia memberikan aku satu url websitenya yang dulu, http://renungan-kita.blogspot.com

Belajar Dari Seekor Beruang

Seekor beruang yang bertubuh besar sedang menunggu seharian dengan sabar di tepi sungai deras. Waktu itu memang tidak sedang musim ikan. Sejak pagi ia berdiri di sana mencoba meraih ikan yang meloncat keluar air. Namun, tak satu juga ikan yang berhasil ia tangkap.

Setelah berkali-kali mencoba, akhirnya… hup… ia dapat menangkap seekor ikan kecil. Ikan yang tertangkap menjerit-jerit ketakutan. Si ikan kecil itu meratap pada sang beruang, “Wahai beruang, tolong lepaskan aku.”

“Mengapa,” tanya sang beruang.

“Tidakkah kau lihat, aku ini terlalu kecil, bahkan bisa lolos lewat celah-celah gigimu,” rintih sang ikan.

“Lalu kenapa?” Tanya beruang lagi.

“Begini saja, tolong kembalikan aku ke sungai. Setelah beberapa bulan aku akan tumbuh menjadi ikan yang besar. Di saat itu kau bisa menangkapku dan memakanku untuk memenuhi seleramu,” kata ikan.

“Wahai ikan, kau tahu mengapa aku bisa tumbuh begitu besar?” Tanya beruang.

“Mengapa?” Ikan balas bertanya sambil menggeleng-geleng kepalanya.

“Karena aku tak pernah menyerah walau sekecil apa pun keberuntungan yang telah tergenggam di tangan!” Jawab beruang sambil tersenyum mantap.

“Ops!” Teriak sang ikan, nyaris tersedak.

Dalam hidup, kita diberi banyak pilihan dan kesempatan. Namun jika kita tidak mau membuka hati dan mata kita untuk melihat dan menerima kesempatan yang Tuhan berikan maka kesempatan itu akan hilang begitu saja. Dan hal ini hanya akan menciptakan penyesalan yang tiada guna di kemudian hari, saat kita harus berucap : “Ohhh….Andaikan aku tidak menyia2kan kesempatan itu dulu…?”

Maka bijaksanalah pada hidup, hargai setiap detil kesempatan dalam hidup kita. Di saat sulit, selalu ada kesempatan untuk memperbaiki keadaan; di saat sedih, selalu ada kesempatan untuk meraih kembali kebahagiaan; di saat jatuh selalu ada kesempatan untuk bangkit kembali; dan dalam kesempatan untuk meraih kembali yang terbaik untuk hidup kita.

Bila kita setia pada perkara yang kecil maka kita akan mendapat perkara yang besar. Bila kita menghargai kesempatan yang kecil, maka ia akan menjadi sebuah kesempatan yang besar.

Demikianlah pelajaranku tentang seekor beruang. Sekecil apapun kesempatan, jangan pernah menyiakan. Belum tentu kesempatan akan terulang atau menjadi sesuatu yang besar.

Kita selalu buta dengan masa depan, lantas mengapa berlari. Merabalah dengan hati-hati. Jatuh itu terlalu sakit adanya.

  • ijal

    sepakat ben..

    jadi teringat kisah cinta beni :p

    Piss benn..

  • beni nya sma 3 taun 2004 ya? ipa 6 apa ipa 7 ya?

  • sevrien

    salam’mlekom…
    gw cman iseng…sengaja numpang liwat yeuh…
    seru jg blogg lu olang..
    dan bodohnya…gw sudi bgt bwt baca tuntas coretan2 lu??…
    agak hebatt y??…gut bro !!

  • inti nya bersabar, dan menikmati sesuatu yang kita dapat walau sekecil apapun itu..

    begitu maksud beni kan?

  • K

    Beu..

    “Bila kita setia pada perkara yang kecil maka kita akan mendapat perkara yang besar. Bila kita menghargai kesempatan yang kecil, maka ia akan menjadi sebuah kesempatan yang besar.

    Demikianlah pelajaranku tentang seekor beruang. Sekecil apapun kesempatan, jangan pernah menyiakan. Belum tentu kesempatan akan terulang atau menjadi sesuatu yang besar”

    Makanya, qe nyesal skrg kan?
    Huhh..

    JELEQ!!!

  • Jangan menyerah ben, market masih buka ๐Ÿ˜€

  • Pingback: Facebook()