Baiquni itu…

Banyak yang tidak tahu siapa sebenarnya sosok jiwa yang berada di balik raga seseorang yang bernama Muhammad Baiquni.

Baiklah, mungkin bisa kujabarkan sedikit siapa dia itu, jiwa yang bersemayam di balik raga sosok yang dikenal orang-orang dengan panggilan Beni.

Kata Iblis, “Baiquni itu temanku…

Kata Malaikat, “Baiquni itu selalu berusaha untuk menjadi lebih baik!

Kata Tuhan, “Baiquni itu hambaku

Kata Winda, “Baiquni itu tidak jelas dari A-Z, tak terdefinisi

Kata bang Fadli, “Homo !!!” (sebenarnya dia itu yang homo -_-‘)

Kata para wanita, “Baiquni, pliss deh…

Baca Selengkapnya

Hidup Itu Tidak Seperti Bola

Hidup itu tidak seperti bola. Hidup itu seperti trapesium, memiliki wajah yang berbeda jika dipandang dari sisi yang berbeda. Hidup itu unik, yang kita anggap menyakitkan belum tentu adalah rasa sakit. Rasa sakit cuma ada dalam pikiran kita, rasa benci, rasa kesal, emosi-emosi yang meletup itu hanya ada dalam bayangan kita.

Hidup itu anugerah. Walau Tuhan sering berkata, “hidup tak lebih dari senda-gurau,” namun hidup adalah anugerah Tuhan. Hidup adalah cara Tuhan bercanda dengan manusia. Maka tertawalah, karena Tuhan selalu tertawa.

Seorang teman pernah menangis, “Tuhan itu tidak adil!

Dia merasa hidup tak lebih dari seribuan ujian. Tak pernah merasa puas dan tak pernah ingin kalah dengan orang-orang. “Aku terus mengalah, namun mengapa Tuhan terus membuat aku begini?

Setiap manusia juga pernah seperti dirinya, berada dalam puncak kritis yang membentuk palung dalam. Palung yang menyentuh paling dasar sifat kebencian, dan semua kebencian terarah kepada Tuhan.

Baca Selengkapnya

Kami Sedikit, Tetapi Kami Peduli !!!

Judul di atas diambil dari blognya bang Fadli. Bagus sih judulnya, makanya tidak sungkan saya mengambil judul yang sama. Judul yang begitu menggugah.

Sumpah, saya ingin nangis membacanya.

Sedikit sekali yang peduli dengan Rohingya, tidak seperti orang-orang yang begitu tergugah untuk turun ke jalan membantu Palestina. Bukankah Rohingya juga muslim? Atau adakah yang telah salah…

Rabu, 11 Februari 2009. Hari ini kami turun ke jalan dengan jumlah personel yang amat sedikit. Hanya ada saya, bang Husni, Fauzan, bang Fadli, Iqbal, Irfandi Djailani, Tengku wan, An3uk, Ida, dan Siska.

Rencana awal kami ingin menjajah seluruh persimpangan yang ada di kota Banda Aceh. Kami ingin menjajah simpang Jambo Tapee, simpang Lima, simpang Surabaya, simpang Jam. Tetapi Tuhan menitahkan kami cuma mampu menjajah simpang Lima sebagai daerah jajahan.

Kami sedikit namun kami peduli.

Baca Selengkapnya

Manusia Perahu Adalah Saudara Kita

Muslim RohingyaPermulaan tahun 2009, pekan kedua bulan Januari dan awal Februari, Aceh kedatangan ratusan tamu luar negeri yang dibuang oleh negaranya sendiri. Sungguh malang nasib tamu yang terkenal dengan sebutan “manusia perahu” ini. Di negeri asalnya disiksa dan dizalimi, di negeri tetangga diusir dan dibuang. Dan sekarang, tamu yang merupakan Muslim Rohingya itu terdampar diperairan Sabang dan Idi Rayeuk, Nanggroe Aceh Darussalam. Akankah mereka akan mengalami nasib serupa dari pemerintah kita?

Manusia tanpa negara

Etnis Rohingya adalah orang-orang tanpa kewarganegaraan yang mendiami kawasan perbatasan antara Myanmar-Bangladesh. Di Myanmar mereka mengalami penganiayaan dan siksaan yang brutal dari rezim junta militer. Inilah yang memaksa mereka menjadi manusia perahu yang berlayar dari satu negara ke negara lain, terutama Thailand, Malaysia dan Indonesia, untuk mencari tempat penghidupan yang lebih baik. Selain Myanmar, Thailand adalah negeri yang paling tidak bersahabat dengan orang Rohingya. Pemerintah negeri yang dulu bernama Siam itu selalu bertindak keras dan kasar bahkan mengarah ke pembantaian.

Baca Selengkapnya

When Everyone Just Thinking About Their Selves

When everyone just thinking about their selves.
Ketika semua orang hanya berpikir tentang diri mereka sendiri.

Begitulah watak dasar manusia yang kutemukan dikebanyakan hati manusia. Dan mereka jarang sekali berpikir tentang sekeliling mereka terkecuali jika itu memiliki arti bagi mereka atau manfaat. Jarang sekali dewasa ini seseorang melakukan sesuatu dengan ketulusan.

Aku berharap, argumenku kali ini salah besar. Aku harap…

Baru-baru ini aku melihat Palestine, betapa bahkan sesama mereka saling tidak kompak padahal mereka menghadapi musuh yang sama: Yahudi.

Baca Selengkapnya