Perasaan yang membuncah, entah mengapa membuat aku mengirimkan pesan kepada sahabat terbaikku: lelaki. Isi pesannya, cukup aku dan lelaki yang tahu.
Aku masih menyimpan pesan Nuril, temanku di FLP yang tomboy, jenggo, dan suka sewot sama diriku yang entah mengapa tiba-tiba pengirimkan pesan tentang cinta. Akupun heran, dugaku, mungkin dia sedang jatuh cinta.
Assalamu’alaikum saudaraku,
Bila dirimu sekarang sedang menunggu seseorang untuk menjalani kehidupan menuju ridha-Nya, bersabarlah dengan keindahan. Demi Allah, dia tidak datang karena kecantikan dan ketampanan, kepintaran ataupun kekayaan. Tetapi Allahlah yang menggerakkan.
Janganlah tergesa untuk mengekspresikan cinta kepada dia sebelum Allah mengizinkan. Belum tentu yang engkau cintai adalah yang terbaik untukmu. Siapakah yang lebih mengetahui melainkan Allah?
Simpanlah segala bentuk ungkapan cinta dan derap-derap hati rapat-rapat. Allah akan menjawabnya dengan lebih indah di saat yang tepat.