Cinta Ada Saatnya.

Perasaan yang membuncah, entah mengapa membuat aku mengirimkan pesan kepada sahabat terbaikku: lelaki. Isi pesannya, cukup aku dan lelaki yang tahu.

Aku masih menyimpan pesan Nuril, temanku di FLP yang tomboy, jenggo, dan suka sewot sama diriku yang entah mengapa tiba-tiba pengirimkan pesan tentang cinta. Akupun heran, dugaku, mungkin dia sedang jatuh cinta.

Assalamu’alaikum saudaraku,

Bila dirimu sekarang sedang menunggu seseorang untuk menjalani kehidupan menuju ridha-Nya, bersabarlah dengan keindahan. Demi Allah, dia tidak datang karena kecantikan dan ketampanan, kepintaran ataupun kekayaan. Tetapi Allahlah yang menggerakkan.

Janganlah tergesa untuk mengekspresikan cinta kepada dia sebelum Allah mengizinkan. Belum tentu yang engkau cintai adalah yang terbaik untukmu. Siapakah yang lebih mengetahui melainkan Allah?

Simpanlah segala bentuk ungkapan cinta dan derap-derap hati rapat-rapat. Allah akan menjawabnya dengan lebih indah di saat yang tepat.

Baca Selengkapnya

Cuma Untuk Manusia

Aku lihat perempuan-perempuan, lelaki-lelaki. Mereka manusia atau hewan? Jika hewan, marilah kusebut mereka betina-betina dan pejantan-pejantan.

Engkau lihat. Perempuan-perempuan yang engkau kata adalah pembaharu, mereka dengan ide-ide kesetaraan. Mereka tak lebih daripada pembodohan. Mereka cuma pesolek. Mereka lacurkan wanita kembali kepada kebiadaban hewani. Mereka solek wanita-wanita lantas pria pun berdecak kemudian apa yang terjadi: pria tidak lagi menilai wanita dari kewanitaan selain daripada kecantikan. Tak ada lagi harga bagi ide-ide segar yang dipanggang dari otak-otak wanita. Wanita menjadi betina.

Dan untuk lelaki. Engkau agungkan lelaki dari otot-otot mereka. Engkau bawa lagi lelaki jauh ke dasar jurang hewani, ketika lelaki cuma menjadi pekerja. Lelaki sejati dinilai dari seberapa tangguh otot-otot mereka. Engkau sadari itu. Kau juga hewan.

Baca Selengkapnya

Manusia-manusia

Terkadang. Bukan hanya terkadang, mungkin hampir terlalu sering aku lelah dengan manusia. Lelah memahami setiap keinginan-keinginan mereka. Terkadang keinginan mereka begitu berlimpah, abstrud, tak jelas, dan plin-plan.

Tidak hanya itu, manusia juga sering kali berubah haluan secara drastis. Akupun sekarang adalah manusia. Dan aku menjadi lelah terhadap diriku sendiri.

Memahami apa yang jiwaku inginkan. Keinginan-keinginan yang terkadang dianggap lahiriah namun sebenarnya adalah keinginan-keinginan yang semata-mata dituntun oleh napsu. Hanya sebuah keinginan, bukan sebuah cita-cita. Adalah berbeda antara keinginan yang menjadi harapan kosong dengan sebuah cita-cita. Sebuah cita-cita adalah sebuah keinginan yang menuntut penyelesaian, namun harapan kosong selalu menjadi alam khayal yang tak pernah mampu memayapada.

Baca Selengkapnya

Sebaik-baik Lelaki

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga).(Q.S. An-Nur : 26)

Sebuah logika sederhana dan penuh keadilan dicetuskan Tuhan. Seorang lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula. Dengannya diharapkan jika ingin mendapatkan seorang istri yang baik sudah sepatutnya seorang lelaki juga harus menjadi baik.

Apakah patut? Seorang lelaki yang tidak menjaga dirinya mendapatkan seorang wanita yang selalu menjaga dirinya dan berserah diri kepada Allah.

Baca Selengkapnya

Apa Kamu Tidak Malu?

Ben, apa kamu tidak malu menulis di blogmu tentang hal-hal pribadi tentang kamu?

Seorang teman pernah bertanya demikian padaku. Aku menjawab santai dengan tidak lupa memberikan senyuman khasku. “TIDAK!” Jawabku.

Hal-hal yang kuberitakan di blog ini bukanlah suatu berita besar, cuma beberapa kisah cinta, patah hati, dan hal-hal lebay lainnya yang memang aku membutuhkan aktualisasi diri. Tak mungkin aku pendam semuanya. Sebagian yang aku pendam cenderung terlupakan.

Aku tidak pernah membuat suatu diary khusus. Aku cuma memiliki sebuah blog, yang di sana aku menulis perjalanan hidupku, menulis kisah-kisah cintaku karena itu adalah bagian yang paling ingin aku kenang. Mungkin dengan berlebay-lebay bercerita di blog ini, pada suatu masa nanti aku akan kembali menelusuri setiap lembaran yang pernah aku ceritakan.

Andai temanku itu tahu, aku pernah kehilangan cinta karena blog ini.

Baca Selengkapnya