Koin Keadilan Prita

Masih ingatkah Anda dengan Prita Mulyasari? Seorang ibu rumah tangga yang terjerat pelanggaran Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat 1 UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dan pencemaran nama baik.

Wanita 32 tahun ini didakwa telah mencemarkan nama baik dua dokter Rumah Sakit Omni Internasional, Grace Hilda Yar Nel Nela dan Henki Gozal dengan mengirimkan surat elektronik (email) ke 20 alamat email temannya. Dalam surat tersebut Prita mengeluhkan pelayanan yang diberikan RS Omni Internasional. Dalam waktu singkat email itu beredar luas di sejumlah milis dan blog. Surat itu pun terbaca manajemen RS Omni Internasional. Atas keluhan Prita, rumah sakit di kawasan Alam Sutera itu kemudian menyeret Prita ke jalur hukum dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Kasus Prita Mulyasari ini telah menyedot perhatian publik dan masih menggaung hingga saat ini. Perkembangan terakhir menyebutkan bahwa Prita mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung Indonesia. Di tingkat banding, Pengadilan Negeri Banten menjatuhkan putusan denda terhadap Prita yaitu sebesar Rp.204 juta. Selain itu, Prita juga masih terbelit kasus pidana dengan dakwaan pencemaran nama baik dokter RS Omni Internasional.

Baca Selengkapnya

Delik Pembelaan

Berikut ini merupakan sebuah Delik Pembelaan tentang karyaku yang berjudul Melata Seperti Sundal yang dibedah pada tanggal 25 Oktober 2009 di FLP Aceh. Pembedahnya adalah kak Ega dan Liza.

Sebenarnya pembedahan karyaku tersebut di luar jadwal seharusnya. Jadwal bedah karya episode 25 Oktober 2009 adalah karya Riza Rahmi dengan judul Jangan Khianati Abu dan karya Lisma Linda alias Ling dengan judul Bocah Itu ???

Melihat betapa fenomenalnya dan beragam kritikan, hujatan, serta ketidak tahuan akan latar belakang mengapa Melata Seperti sundal ada, maka pledoi ini saya siapkan. SELAMAT MEMBACA !!!

Baca Selengkapnya

Lelaki Menangis, Pantaskah?

Gimana, bisa dengar tidak dengan lagu yang dinyanyikan? Jika tidak maka kemungkinan flash Anda belum diupdate atau speaker Anda belum dihidupkan. Lagu di atas adalah lagu Gaza Tonight, sebuah lagu yang bercerita tentang keadaan Palestine.

Tahu tidak apa reaksiku setiap mendengar lagu ini disenandungkan? Menangis!

Aku menangis, air mataku meleleh. Bayanganku terjun bebas ke Palestine, tanah dimana kemerdekaan diinjak dan kebebasan terkurung. Aneh, seluruh dunia malah membela “sang monster”. Mereka yang mengagungkan hak asasi seolah lari, menutup mata, telinga, dan bisu. Tak ada yang berani berbicara lantang, mereka mengulur meminta perdamaian-perdamaian padahal sedetik yang terlewat menghabiskan nyawa manusia-manusia Palestine. Mereka tidak mampu pongah seperti ketika WTC rubuh menjadi abu, menunjukkan semua orang teroris dan membangun kubah iblis di Guantanamo.

Baca Selengkapnya

Mari Hijaukan Bumi

Video di atas diambil dari group greenpiece, group yang aktif bersuara hijaukan bumi.

Sadar tidak, betapa bumi kita entah di sini atau di belahan dunia lain sedang krisis. Pemanasan global, efek rumah kaca, limbah minyak di pantai, dan secara tidak langsung kita juga akan terasa efeknya.

Baca Selengkapnya

Muka-muka: 1000 Wajah Baiquni

Terkadang aku suka bingung sendiri, mengapa hampir tidak ada orang yang bisa mengerti aku 100% dalam artian yang sebenarnya. Semakin lama seseorang mengenal diriku semakin mereka kebingungan, semakin mereka pusing untuk memenuhi ego kepuasan mereka terhadap pribadi seseorang: baiquni selalu berubah, tak pernah terikat waktu.

Seorang teman pernah mendefinisikan aku dengan hanya memperhatikan foto-fotoku di Facebook atau Friendster. Namun begitu awal pertama dia mendengar suaraku, semuanya menjadi begitu aneh dan membuyarkan. Aku tak serupa seperti yang dikira.

Baca Selengkapnya