Ta'aruf Gagal

Akhir-akhir ini aku kurang begitu perhatian dengan handphoneku. Terlalu banyak orang iseng, entah cuma sekedar misscall, atau sms yang enggak penting. Parahnya, ada beberapa yang misscall aku begitu aku hubungi kembali dia malah diam, tak bersuara dan beberapa lama kemudian mematikan teleponnya.

Kesel. Pasti!

Beberapa waktu yang lalu aku cek handphoneku. Ternyata ada sms dari Anda, kakakku.

Sedih juga. Anda mengabarkan kalau session ta’arufnya gagal. Ada ketidak-cocokan, sehingga diputuskan lebih baik tetap menjalin silaturrahmi sebagai seorang teman dengan pria yang ta’aruf dengannya.

Baca Selengkapnya

Akhirnya Trading Lagi

Sepertinya bang Pmen terenyuh denganku. Waktu bang Pmen menceritakan kalo duit $20 dari kami untuk membayar hosting digunakannya untuk trading dan membengkak menjadi $1000 dalam 3 minggu, aku memelas. “Beni dah ga trading lagi semenjak loss $162, ga ada modal,” kataku.

Eh ga disangka, beberapa waktu lalu bang Pmen tanya. “Account Liberty Reserve mu berapa Ben?

U8437290” Jawabku.

Ok, udah aku kirim $50 ya ke accountmu,” katanya.

Baca Selengkapnya

Segala Suntuk

Suntuk itu hadir kembali.

Terus menerus menggempurku. Melelehkan cinta dan empati seolah aku tidak pernah peduli dengan semua itu, tidak pernah peduli!

Mereka keheranan, “Ben, bagaimana engkau bisa berubah demikian cepat? Bahkan cinta tak membuatmu berpaling.

Suntuk membuatku tak menghiraukan mereka. Terlalu lelah aku, telah terlalu lelah. Suntuk telah menyita segala ruang hati, bagai lubang hitam yang menghisap apapun.

Tuhan, bagaimana bisa engkau ciptakan satu rasa dalam diriku yang seperti sedemikian ini!

Dan aku pun berlari mengitari sahara, mengitari semua kutub dan benua. Membawa obor kegelapan dari jutaan tempaan hening. Dan kesunyian menjadi begitu nyata… TAK TERGUGAT.

Tuhan, sampai berapa lama rasa ini tetap ada?

Cinta datang menyembah kepadaku, “gantikan aku dengan rasa sepi itu,” pintanya.

Andai aku bisa,” jawabku.

Dan keheningan telah mengkanker ganas dalam diri ini. Berdiri kokoh dengan status quo-nya.

Segala Suntuk! Sungguh itu ada

Baca Selengkapnya

Surat Untuk Yang Tersakiti

Teruntuk seseorang yang pernah ku sakiti.

Teruntuk seseorang yang kecewa dengan tingkahku selama ini, untuk dia yang terus berdiam diri, untuk seseorang yang pernah mengisi namanya dihatiku ini.

Assalamu’alaikum wahai engkau yang pernah tersakiti,

Lama kita tidak saling mengirim kabar, teramat lama juga kita membangun luka antara sesama kita. Maafkanlah aku yang terus kecewa, maafkan aku yang begitu posesif ingin melindungimu namun aku tak pernah mengerti cara yang dewasa yang kau anggap baik untuk melindungimu. Maafkanlah aku yang tak pernah dewasa dalam mengambil sikap.

Teramat lama aku ingin segera mengakhiri perang dingin ini. Teramat lama aku ingin kita kembali berteman seperti dulu lagi, tanpa harus ada makian antara aku dan kamu. Teramat lama dan telah teramat sesak aku menunggu waktu yang tepat untuk mengucapkan kata maaf ini. Maka maafkanlah aku.

Apakah engkau harus terus memegang kata: tidaklah mudah untuk memaafkan.

Bukankah Tuhan saja Maha Pemaaf, namun mengapa aku atau engkau tidak mampu memaafkan? Sudah menjadi tuhan-tuhan kecilkah kita?

Baca Selengkapnya

Kesombongan Dan Penghargaan

Hidup baru saja memberi pelajaran baru padaku beberapa hari yang lalu, pelajaran; kesombongan dan penghargaan. Suatu pelajaran yang memang awalnya agak mengusik namun setelah kurenungkan mampu memberikanku pengalaman baru, konsepsi dasar manusia.

Jika manusia merasa statusnya meningkat, maka di sana akan timbul sikap ingin dihargai dan sekelumit kesombongan. Aku mengatakan sekelumit kesombongan karena aku sendiri tidak terlalu memahami sejauh mana kesombongan yang terdapat pada manusia-manusia seperti itu.

Jujur, penilaianku ini adalah generalisasi terhadap manusia walau kenyataannya apa yang kualami adalah hanya satu kisah nyata dan dilakukan hanya oleh satu manusia. Namun aku rasa wajar saja jika aku mengeneralisasikannya. Sah! Toh ini tulisanku.

Kisahnya terjadi pada hari minggu, 16 November 2008. Berawal dari kepulanganku ngopi setelah lelah mengadakan pelatihan blogging gratis untuk anak-anak SMU bersama kawan-kawan Aceh Bloggers.

Baca Selengkapnya