No Smoking

Aku paling benci dengan perokok. Terutama perokok yang tidak punya otak, moral, dan toleransi serta tenggang rasa.

Perokok bodoh yang ga tau diri. Yang cuma bisa ngepul asap kapanpun dia suka dan dimanapun tanpa mengerti dengan orang-orang disekelilingnya. Yang tidak punya toleransi serta tenggang rasa dengan merokok di ruang tertutup tanpa ventilasi, terlebih di ruangan ber-AC atau ruangan-ruangan pengap seperti dalam mobil, bus, dan lain-lain.

Perokok pekok!

Apa sih enaknya merokok? Padahal orang merokok awalnya adalah coba-coba dan setelah itu ketagihan. Orang-orang perokok adalah karena ingin dianggap lebih dewasa, atau karena pergaulan.

Jika memang itu alasan awal merokok pada camkanlah beberapa hal berikut ini:
Baca Selengkapnya

Teriakanku Sepi

Jika suaraku cuma hingga laring-laring
terhenti getaran tak menimbulkan bunyi
dan lidahku kelu
menjadi bisu aku

Dan sadarkah engkau?
bagaimana sepi meredam bunyi
memaksa sepi meringkuk erat
dan kebebasan jiwa sekarat dalam badan

Aaaaaggghhhhhhhh……!!!

Runtuhlah langit
kacaukan saja bumi
teriaklah seluruh umat
agar sepi hilang dalam kekalutan
dan sunyi tak pernah singgah dalam kekacauan
itu lebih baik

Goyangkan singgasana Tuhan
agar dia ikut turun bernyayi
menghentak sepi jauh mendesak ke dalam neraka
dan tumpahkan seluruh neraka dan surga
agar bersorak sama-sama kita
dan sepi hanya menjadi mitos
dongeng perkataan orang-orang terdahulu

Baca Selengkapnya

Sang Warna

Sang WarnaAku menyebutnya, Sang Warna.

Sang Warna merupakan sandi yang kuberikan seperti sandi-sandi lain yang pernah kutancapkan kepada orang-orang yang telah melukis namanya dihatiku ini. Seperti sandi MRN, sang puteri, taman surga, atau bidadari.

Mengapa harus Sang Warna? Karena aku tidak mengetahui siapa namanya.

Aku menyebutnya sesuai dengan warna jilbab yang dipakainya pada hari itu. Terkadang aku menyebutnya si hijau lumut, si hitam, si putih, si merah hati, atau si coklat.

Aku bertemu dengannya saat awal kerja praktek (KP) di Arun LNG. Dia peserta magang di sana, telah lebih awal dariku. Dia menjemput kami di balik gerbang Arun yang kokoh, bagai seorang bidadari yang menjemput kami dari balik-balik pintu surga. Aku terpesona.

Baca Selengkapnya