Tak Pernah Jeda

Bidadari, mengapa tak pernah jeda diriku memikirkanmu?

Ku melihat di langit sana, namamu dalam catatan takdirku
berharap kelak Tuhan tak mengubah nama itu
terlalu dalam pena takdir menulis namamu
dalam catatan takdirku

Semoga Tuhan tidak sedang bercanda
ketika menuliskan namamu dalam namaku
kita laksana satu jiwa dalam dua jasad yang berbeda
bersatu kelak kita dalam alam mayapada

Bidadari,
tak pernah jeda diriku memikirkanmu
sehasta, sedepa, selangkah, selari, secahaya
kau ada dalam ulu hati
menjadi rusukku

Bidadari,
namamu begitu menggangguku
melukis ia tak pernah berhenti
bahkan darahku telah tertulis namamu

  • lagi-lagi si beben berpuisi untuk bidadarinya…

  • wooo…..paten bro,…..
    terus berkreatifitas ya.. sampai nafas terakhir,,
    salam kenal dari rajak…

  • irw

    Maukah kau sujud pada Tuhan
    tanpa surga
    tanpa neraka
    tanpa bidadari…
    yang menjadi hayalah tiap manusia
    dst…..
    dst…..
    dst…..
    lanjut sendiri ah…..

  • wah mantap dah saatnya di bukukan siapa tau laris he he

  • Hom hai…

  • ijal

    pengen ketawa..

    macam betol aja..

    piss ben :p

  • ka

    “Bidadari,
    namamu begitu menggangguku
    melukis ia tak pernah berhenti
    bahkan darahku telah tertulis namamu”:

    Nah lom.. Sapa lagi ni??

    Aq, ya..

    Hehehehe…

    šŸ™‚
    Peace!!