Sang Nama

Pak Bos adalah orang yang agak strict. Dia sangat menjaga pergaulan antara lelaki dan wanita. Cocok sekali menjadi ketua kaderisasi yang memang dibutuhkan untuk itu, terlebih dia sangat mencintai dakwah. Berbeda sekali denganku yang cenderung lebih bebas, dan kadang orang berpikir, lebih nyeleneh.

Suatu hari, di ujian kelas intensif I Forum Lingkar Pena (FLP) Aceh, aku menemukan sesuatu yang membuatku sangat kagum kepada seseorang. Orang tersebut aku beri nama “Sang Nama”, karena namanya aku lupa namun perbuatannya aku ingat selalu.

Malam harinya, kepada No. 34 aku bercerita tentang apa yang aku temukan tersebut. Iseng aku berikan penekanan, mungkin dia calon kandidat berikutnya.

Huh, dasar No. 34. Dia membocorkan hal tersebut kepada Pak Bos.

Ketika aku rapat dengan Pak Bos. Dia nyeletuk tentang apa yang aku curhatkan kepada No. 34. Merasa terbongkar, aku memilih untuk tertawa demi menutup rasa maluku.

“Baiquni, Anda sedang terkagum-kagum pada seseorang ya?” Pak Bos langsung nge-gas tanpa cang-cing-cong.

“Hahaha, iya,” aku cengengesan.

Aku kagum pada seseorang tersebut. Mengapa? Karena di antara semua peserta ujian FLP, cuma dia yang membubuhkan bismillah di kertas jawabannya. Dan sekilas, ketika aku membaca jawaban-jawabannya aku menemukan bahwa sepertinya dia tipikal anak baru yang sedang belajar mencintai Allah.

Perasaan bahagia ketika itu menjalari seluruh pori-poriku. Aku gemetaran. Masih terasa rasa merinding yang bergema dari kulit-kulitku. Hatiku berdetak lebih tegas, satu demi satu.

Kemudian, aku dan Pak Bos berbagi kertas jawaban ujian kelompok mana yang harus kami periksa. Melihat gelagatku semakin mencurigakan, Pak Bos memutuskan secara sepihak, otoriter, antikritik, anarkis bahwa kelompok “sang nama” biar dia yang periksa. Hiks, kejamnya :'(.

Aku merasa dunia begitu jauh dari jemariku.

Sampai sekarang pun, ketika semua rekap jawaban semua kelompok ada di tanganku, cuma kelompok “sang nama” yang tidak aku miliki. Coba jika aku miliki, sudah barang tentu aku akan menemukan namanya, nomor handphonenya, emailnya, tanggal lahirnya, alamatnya, nama orang tuanya, kuliah di mana, dan kapan dia siap nikah. Hahahahaha…

Besok adalah wisuda para peserta kelas menulis intensif FLP. Tetapi aku lupa, namanya siapa. Andai tahu, aku ingin tahu siapa seseorang yang berada di balik nama. Yang dengan namanya, aku terkagum.

  • nah lho beni, siapa tuh yang No.34? hayooo?????

  • hmmm,,,kayaknya lagi kesem sem sama seseorang ne….tapi itu manusiawi. Silakan lanjutkan, semoga kerja kerasnya membuahkan hasil maksimal….hehe.

    • enggak kesem-sem sih, cuma kagum saja ada orang seperti itu. Juga bukan tertarik kok šŸ˜‰

  • nomor dan nama si nama masih sama saya, Baiquni
    untung Anda bilang, jadi saya tidak akan menyerahkannya pada Anda
    FLP bukan ajang cari jodoh. Titik