senja

Kemarahan

Sudah dua hari, seseorang cuek kepada saya. Jika dirunut, pasalnya sederhana, saya membandingkan Aceh dan Bandung. Saya merasa Bandung akhir-akhir ini panas sekali, bahkan ketika malam. Tidak ada beda dengan Aceh yang juga panas, baik siang maupun malam. Hanya saja, di Aceh, saat kepanasan saya memiliki sebuah AC di kamar untuk mendinginkan diri. Tidak di sini. Hal yang cuma mampu saya lakukan adalah membuka pakaian saya dan berharap kulit saya lebih cepat bertemu dengan angin.

Terakhir, saya mengirimkan sebuah surel (email .red) kepadanya, dengan sebuah judul “Permohonan Maaf“. Entah dia sudah membuka surel tersebut, entah surel tersebut masuk ke dalam SPAM Folder, atau entah langsung dibuang. Saya bukan cenayang, bukan mereka yang bisa melihat dari mata jin yang bergentayangan. Saya cuma manusia biasa. Tapi, sampai sekarang, surel yang saya kirimkan belum juga ada balasan.

Kemarin, saya mengirimkan video lucu. Karena tahu bahwa nomor WhatsApp di handphone-nya telah memblokir saya, maka saya mengirimkan video itu ke nomor yang lain, sebuah nomor WhatsApp yang ada di tablet-nya. Hasilnya, bahkan nomor saya di tablet juga ikut diblokir.

Baca Selengkapnya

Lari

Berubah!

Tadi pagi saya kembali lari pagi di Saraga bersama Yura setelah sekian lama tidak lari. Kalau lagi duduk di depan komputer, kadang suka geli kalau lihat ke bawah, ini perut kok seperti manusia hamil 5 bulan. Hahaha, kacau!

Aneh tapinya. Awalnya saya masih sanggup keliling 4 putaran tanpa henti, sekarang kok cuma 2,5 keliling. Lha, sisa 1,5 lagi ke mana? Benar-benar makhluk lemah saya ini. Fufufu…

Dan kadang, kalau dipikir-pikir, saya lari segitunya, capek, eh setiap selesai pasti aja makan bubur ayam plus pocari sweet. Sama aja bohong ya, hahaha… Tapi ga bohong juga sih, karena bagi saya lari itu bukan buat kurus-kurusan dan membentuk tubuh, tetapi bagaimana bisa tetap bugar. Karena jika mau jujur, pola hidup saya sama sekali buruk. Terkadang, saya makan cuma sekali dalam sehari, atau dua kali sehari. Tergantung isi dompet 😉

Jika dilihat dari apa yang saya alami, maka benar adanya, jika hidup itu perlu dipaksa agar menjadi lebih indah. Memang, menikmati hidup itu menyenangkan, tapi pasti ada efek negatif ke depannya. Misal, saya suka sekali malas belajar, jadinya terus saya tertinggal jauh dari teman yang lain dalam berbagai hal. Saya memang menikmati kemalasan itu, tapi waktu yang terus berputar membuat kemalasan berbalik menjadi bumerang.

Beberapa hari ini saya coba paksakan diri untuk melakukan hal di luar kemalasan saya. Seperti: membersihkan kamar, 1 day 1 juz, membantu orang-orang, baca-baca buku kuliah, dan sebagainya. Sampai-sampai, kertas yang saya tempelkan di dinding saya baca ulang.

JIKA KAMU TIDAK SEBAIK MEREKA, KAMU CUMA PERLU BERUSAHA LEBIH KERAS UNTUK MENGEJAR MEREKA. ALLAH BERSAMAMU! 🙂

Baca Selengkapnya

Nikmat Manakah Yang Engkau Dustakan?

meraba jalan
sumber: viva.id

Awalnya aku biasa saja. Tidak peduli sama sekali. Sampai kemudian, dudukku berpindah di samping lelaki itu. Dia mengangkat handphonenya, mendekatkan ke telinga, sambil mengetikkan beberapa huruf di keyboard handphone yang aku duga Nokia E63 atau sejenis BlackBerry Gemini. Agak aneh, pikirku saat itu. Bukan sesuatu yang biasa manusia normal lakukan, sampai kemudian aku melihat arah matanya, ternyata dia menatap dengan pandangan kosong. Lelaki itu buta.

Tiba-tiba saja, seorang ibu berteriak “kiri” memberi sinyal untuk turun. Tetapi angkot itu lambat reaksi. Berkali-kali sang ibu berteriak, “aduh udah terlalu ke depan ini“, sampai akhirnya angkot itu berhenti juga. Ternyata, ibu tersebut memberi sinyal untuk lelaki yang duduk tepat di sampingku ini.

Aduh, kasihan ini terlalu ke depan.” dengan wajah pias, sang ibu bersungut.

Lelaki di sampingku mulai turun, dengan kepayahan. Jarak antara angkot dengan jalan yang hendak ditujunya terlalu jauh. Harus menyeberang melewati berbagai kendaraan yang datang silih berganti. Sebagian acuh tak ingin berhenti. Terlalu egois untuk sejenak reda dalam aktivitas, memberikan jalan seorang buta yang hendak menyeberang.

Baca Selengkapnya

Perempuan Bergincu Darah

bibir berdarah
sumber: metrobali.com

Sabtu, 28 Februari 2015. Ketika berjalan hendak ke kampus, saat itu aku melihat seorang anak manusia berjenis perempuan melewatiku. Dari kedua matanya ada riak air yang belum lagi habis terselesaikan. Bibirnya telah pecah. Darah banjir diantaranya. Entah, mungkin oleh sentuhan kelewat keras yang mengisi hari-harinya. Di sisinya, ada seorang lelaki yang sebaya dengannya, berjalan dengan wajah tegang.

Mereka berjalan cepat. Bahkan sekarang telah melewati punggungku. Kepalaku berpaling, menoleh ke belakang, dari kedua mulut mereka kembali muncul serapah. Aku memejamkan mata sejenak. Berdoa kepada Tuhan untuk mendamaikan mereka berdua.

Ingin rasanya aku berlari menuju keduanya, bercerita bahwa cinta jauh lebih indah daripada bergumulan yang menciptakan darah. Memisahkan mereka yang sedang dimainkan oleh setan, yang mengalir melewati darah. Memisahkan mereka yang sedang membenci satu sama lainnya. Tapi aku tak bisa! Yang entah bagaimana, langkahku seperti tidak menurut dengan apa yang hatiku titahkan. Dia terus berjalan menjauhi keduanya, membiarkan mereka meneruskan episode drama kehidupannya, dan aku menikmati hidupku sendiri, yang jauh dari masalah.

Baca Selengkapnya

Deteksi Dini Gangguan Jin

Berikut ini adalah metode rukyah untuk deteksi dini adakah gangguan Jin di dalam diri kita. Caranya adalah sebagai berikut:

  1. Dengarkan rekaman rukyah ini dengan suara keras, atau jika menggunakan headphone, keraskan suara di headphone
  2. Pejamkan mata dan JANGAN IKUT BACAAN AYAT-AYAT BAIK DI MULUT MAUPUN DI HATI
  3. Perhatikan. Jika Anda merasa salah satu tanda berikut: mual, pusing, terasa berdebar-bedar, mengantuk, pusing, jantung berdegub kencang, batuk, berpeluh-peluh, sendawa, menguap, kemungkinan besar Anda mengalami gangguan jin yang mungkin tidak Anda sadari. Hubungi ustad maupun tempat rukyah syariah yang bisa Anda hubungi.

INGAT!!! YANG SEBAIKNYA/HARUS ANDA HUBUNGI ADALAH RUKYAH SYARIAH, BUKAN GURU SPIRITUAL, PARANORMAL, DUKUN ATAU SEBANGSANYA!!! Baca Selengkapnya