Aku masih memantau. Ternyata dia masih melihat blogku saban hari. Hampir setiap hari.
Beberapa waktu yang lalu, sebelum keputusan besar aku ambil, aku berkonsultasi dengan No. 34 tentang masalahku itu, apa aku harus memblock dia agar tidak membaca catatan-catatan kakiku ini lagi. Bukankah dia bertekad hendak lupa dengan eksistensiku.
Kata No. 34, TIDAK USAH. Keputusanku meremove facebooknya sudah benar karena terkadang kita tidak bisa mengendalikan aliran pesan, status, dan komentar yang tercetak di beranda kita. Namun kalau soal mengunjungi blog ini, itu adalah keputusan mandirinya.
Bagiku, benar juga apa yang telah diucapkan oleh No. 34, bahwa mungkin dia sesekali ingin melihat beberapa catatan kakiku. Dan ketika dia membuka halaman demi halaman ini setiap hari, jujur, aku senang. Tetapi, bagaimana dengan dia?