ngopi bersama

Selesai melakukan blogshop, kami bersama orang-orang dari tim Pesta Blogger 2010 bertolak ke warkop SMEA. Ramai sekali di sini.

Tim dari Pesta Blogger terpaksa harus menggunakan jilbab karena di Aceh. Aku membayangkan pasti mereka kepanasan.

Beberapa dari mereka membicarakan apa yang Khas dari Aceh. Makanan, politik, apa aja deh.

Aku yang IQ cuma seadanya saja cuma bisa bengong. Kan aku gak ngerti mereka ngomong apa. Coba yang mereka bicarakan itu tentang apa yang aku suka, pasti aku timpali.

Hehehe… Dah dulu deh laporan hari ini. Nanti akan kita bikin kelanjutannya dalam bentuk features.

Pesta Blogger

Hmm, ini aku sedang mengetikkan postingan ini di sela-sela acara Blogshop Pesta Blogger di BPDE. Pembicaranya adalah seorang blogger yang lebih sering dikenal dengan nama nonadita. Aku yang jarang blog walking jelas tidak tahu tentang nama tersebut.

Denger-denger sih terkenal, bahkan sudah mendapatkan Microsoft Blog Award 2009 kalau tidak salah. Dan sudah melanglang buana ke berbagai tempat di Indonesia.

Hmm, jadi pengen neh.

Ups. Ga boleh banyak tulis dulu ini, nanti kita lanjutkan okey !!!

Hehehe….

Baca Selengkapnya

Serba Tiba-tiba

Suatu ketika iblis bertanya, “kau yakin?

Aku mengkerutkan keningku. Entah mengapa aku merasa ada sesuatu yang aneh dari pertanyaan iblis. “Yakin tentang apa?” tanyaku.

Ya, tentang dia. Siapa lagi coba?” iblis memberikan penekanan.

Ada apa tentang dia?” aku tak mengerti.

Dia sebenarnya tidak mencintai dirimu. Cinta sejatinya ada di masa lalu. Dia cuma takut engkau sakit setelah apa yang telah dilakukannya,” jelas iblis.

Dia tidak melakukan apa-apa padaku. Apa yang harus ditakutkan?” aku mulai tak mengerti.

Dia cuma merasa bertanggung jawab. Jadi kamu ga usah ge-er. Cintanya kepadamu telah mati!” iblis mulai menghasutku.

Aku terdiam. Benarkah?

Baca Selengkapnya

Episode Pertanyaan

Apakah aku sedemikian buruknya?

Episode-episode pertanyaan berjejal di tempurung otakku. Memintaku menjawab semua tanya yang muncul, entah itu dari logika atau dari rasa.

Kadang aku merasa begitu amat buruk, terlebih ketika seseorang mulai berjalan membelakangi punggungku ke arah yang berbeda. Ketika seseorang yang selalu tersenyum mulai memudarkan senyumnya kepadaku. Atau, ketika sentuhan yang langsung menyentuh dadaku mulai ditarik pelan-pelan. Aku bertanya: apakah aku sedemikian buruknya?

Hingga berapa lama waktu untuk mengingat tersedia?

Pertanyaan yang lain tiba. Datang, sejengkal demi sejengkal. Menunggu waktu untuk sebuah jawaban. Hingga kapan waktu untuk mengingat tersedia? Aku tidak tahu berapa lama total waktuku tersedia di dunia, jadi aku akan bertanya hingga kapan episode mengingat itu memperkosa hidupku, menahan semua ingatan lain yang hendak muncul.

Baca Selengkapnya

Draft

Beberapa hari terakhir ini aku cuma menuliskan draft blog. Entah mengapa, ide utama selalu gagal aku sajikan seutuhnya, lantas merasa sayang jika itu hilang, maka aku simpan sebagai bentuk draft.

Ada beberapa catatan kaki juga hati yang hendak aku posting, namun aku merasa ragu untuk mempublikasikannya. Rasa-rasanya tidak begitu bagus dan terlalu mewek.

Untuk menulis sesuatu yang kemudian aku tahu itu bernama kontemplasi juga aku tidak minat. Rasanya sungai ide itu mengering, seperti sedang kemarau, padahal aku sedang badai sehebat-hebatnya.

Dulu sekali aku pernah terjadi badai. Dari badai lahirlah sebuah surat betapa aku tidak ingin suatu ikatan hati berbuah nista. Surat itu aku namakan “Surat Untuk Cintaku“.

Baca Selengkapnya