Jadwal Kencan

Aku senang sekali. Nanti malam jadwalku kencan dengan teman liqo dan besok paginya ada pengajian salafi.

Baru minggu kemarin aku mulai ikut dengan pengajian salafi, namun aku tidak mengikuti liqo mereka. Sebenarnya sistem di salafi juga seperti di tarbiyah, di sana ada yang namanya haloqah per kelompok-kelompok kecil. Tetapi aku tidak begitu mengerti sistemnya, karena aku tidak mengejar sistem.

Di tarbiyah pun, walau telah lama namun aku tidak terlalu mengikuti sistem. Bagiku, menetralisir segala keburukan itu sudah lebih dari cukup. Pernah tidak aku cerita bahwa teman-teman liqo-ku yang lain yang bahkan lebih baru dariku tetapi tingkat amalan mereka lebih baik, bahkan terkadang mereka juga ikut diterjunkan ke dalam lingkup dakwah yang lebih besar. Tetapi aku lebih memilih tetap tidak ikut itu.

Baca Selengkapnya

Jerawat!!!

Stt… jangan bilang siapa-siapa yah kalau mukaku mulai terkena epidemi jerawat yang super gawat.

Bayangin aja, jerawatnya itu besar-besar sebesar bisul! Stt… jangan keras-keras, pelan-pelan aja ngomongnya.

Padahal aku sudah mempraktikkan cara mandi yang baik dan benar. Pertama, cuci rambut dulu, kedua baru mandi pakai sabun, ketiga gosok gigi, dan terakhir membersihkan muka.

Aih, kenapa jerawatku bisa besar-besar begini ya? Kalau dilihat orang pasti menjijikkan sekali, apalagi kalau dibayangi dengan adegan-adegan romantis, pasti bakal terjadi sensor besar-besaran karena jerawat yang super gawat ini.

Baca Selengkapnya

Jadilah Bumi

Ada berapa ribu gempa yang terjadi setiap hari di bumi? Badai yang memporak-porandakan. Laut yang menelan. Namun bumi ini tidak pernah sedetik pun berhenti berputar.

Aku seharusnya menjadi bumi. Tidak terhenti ketika begitu banyak masalah menghantam bertubi. Terlebih, jika itu soal cinta.

Kesepakatan. Aku belajar banyak dari kawanku bahwa kesepakatan tidak berarti apapun!

Si nomor 34 yang telah bersepakat dengan jiwa untuk melupakan sebelas huruf toh tidak juga melupakannya. Dia masih saja mengigil jika suara sebelas huruf bergema. Lima tahun bukan waktu yang singkat, jika terhitung dari umur-umur manusia.

Baca Selengkapnya

Sekufu

Sekufu. Dulu aku mengira bahwa sekufu itu adalah persepsi dari tingkatan iman, sehingga suatu hari aku diingatkan: “siapa yang mampu menilai tingkatan iman seseorang kecuali Allah?

Aku merenung. Dia benar.

Salah satu yang terbaik dalam mencari pasangan nikah adalah sekufu. Sekufu yang berarti bersederajat. Jika seseorang itu dari seorang bangsawan, alangkah lebih baik jika pasangannya juga bangsawan. Kesederajatan ini membuat salah satu pasangan tidak minder kepada pasangan yang lain jika terjadi masalah.

Dulu aku mengira sekufu ya berarti iman, bukan dalam konsep kesamaan pendidikan, kedudukan, atau kehormatan. Bukankah manusia itu setara di mata Tuhan dan yang paling bagus manusianya adalah yang paling takwa. Awalnya aku mengira demikian, bahwa sebagai seorang tarbiyah aku harus mencari seseorang yang juga berasal dari kalangan tarbiyah.

Namun, ternyata dikotomi dalam pengertian sekufu itu bukan dari keimanan. Karena cara pandang manusia teramat berbeda dengan konsepsi cara pandang Tuhan.

Baca Selengkapnya