Si Baik Hati yang Aku Cinta

Bidadari ketiga mungkin akan kusebut dengan si baik hati. Kebaikannya menjadi inspirasiku.

Aku mencintainya karena kebaikan hatinya. Betapa kagumnya aku atas kebaikan yang ada di dalam dirinya dan usahanya untuk menjadi lebih baik. Sungguh, aku begitu tersilau dan terpesona sehingga tanpa sadar hatiku berdebar menjadi tidak menentu dan hingga mampu kupastikan bahwa: itu adalah cinta.

Jika berbicara tentang kecantikan, tentu gadis-gadis di kotaku atau minimal di kampung jelas lebih cantik daripada dirinya. Di kampusku juga para gadis juga lebih cantik, namun ada satu yang dia miliki dan yang lain jarang memiliki: ketulusan, kebaikan, empati, perhatian, dan keinginan menjadi lebih baik.

Aku sering mendengar orang-orang berkata bahwa mereka baik, atau mereka berkata akan lebih baik. Namun, di dalam diri si baik hati, aku tidak menemukan semua kata-kata, yang aku temukan adalah fakta. Sama seperti teori menulis yang selama ini aku pelajari di FLP: don’t tell it, but show it.

Si baik hati yang aku cintai.

Baca Selengkapnya

Irama Jantung

Jantungku deg-degan,
berdetak tidak karuan
tiap detak menceritakan satu hal
aku dalam senyuman
engkau dalam bayangan

Ah, cinta
andai engkau tahu betapa sederhananya aku
yang tanpa mimpi, juga tanpa kreasi
namun cinta itu, sumpah setulus hati.

Tak bisakah engkau bayar aku
selain dari senyummu
terlalu manis, aku tak kuat
takut nanti menjadi pahit
dan cabikan menggiris kulit

Indah segala indah
namaku terjaga dalam hatiku
menggiring tasbih-tasbih yang mengalir
bersama nama Tuhanku engkau menggiring
cinta memang terlalu indah adanya

Jangan menolak aku cemburu
bukankah itu fitrahku
lelaki yang sedang mencintai

Engkau berirama
berdetak bersama jantungku
tak kuasa aku menolak
kau adalah nadiku, bait-bait cinta
terukir jelas di tiap sel darahku

Baca Selengkapnya

Miskin Bukan Tipuan

Miskin itu ditentukan oleh negara!

Salah! Yang benar, miskin itu ditentukan oleh bank!

Lho, teori dari mana pula itu? Lah, ya benerlah bahwa kemiskinan itu ditentukan oleh bank. Orang-orang dengan rekening gemuk adalah mereka yang kaya, sedangkan indeks kemiskinan seseorang bisa dihitung dari seberapa tebal kantong rekeningnya di bank.

Aku adalah salah satu kaum marginal yang terkena proses kemiskinan oleh bank. Tabunganku terakhir dicek cuma berkisar Rp 190.000,- dan di kantongku cuma ada kurang dari Rp 200.000,- itulah kekayaan terkini seorang Muhammad Baiquni.

Sungguh, aku jatuh miskin bukan buatan.

Baca Selengkapnya

Spam Porno

Kadang bete juga. Dapat komentar di blog tetapi berupa komentar untuk mengunjungi situs-situs porno. (ketahuan itu spammer salah tumbuh, kagak pake DNS nawala pasti)

Aku ya heran aja? Emang blogku itu ada keliatan mirip-mirip dengan situs porno apa? Padahalkan dari desainnya aja udah kelihatan kalau yang punya ini blog adalah seorang dengan kriteria sebagai berikut: baik hati, tidak sombong, berbudi luhur, rajin menabung, kalo liat lampu merah berhenti, ga makan di bulan puasa, dan rajin ngaji.

Untung ada si akismet, jadi komentar-komentar ga penting gitu langsung dihapus. Beberapa hari yang lalu komentar semacam itu sudah aku bumi hanguskan, tetapi beberapa hari sudah muncul lagi sekitar 400 komentar serupa. Coba yang dia kasi adalah link video Ariel part selanjutnya, mungkin masih bisa ditolerir.

Hehehehe…

Baca Selengkapnya

Menggenggam Awan

Aku pernah naik pesawat. Ketika berada di puncak bumi, aku melihat sekumpulan awan. Mereka seperti sebuah negeri. Engkau tahu? Aku rasanya ingin terjun bebas di sana, berdikari bersama awan-awan, tidur, dan menikmati pancaran matahari yang mengelus lembut kulit-kulit putihku yang halus.

Apa yang dipikirkan manusia, terkadang berbeda dengan realitas yang nyata. Aku beberapa terakhir ini sering berpikir tentang push up, rasanya mudah sekali melakukan push up, namun ternyata ketika aku coba rasanya sulit sekali. Perutku sampai sakit dibuat, padahal dalam nalarku, segalanya berlangsung dengan mudah.

Begitu juga dengan awan-awan. Suatu hari, aku berpikir ingin menggenggam awan. Memeluknya, menjadikannya tidak sekedar khayalku.

Kita sering seperti diriku. Berkhayal tentang sesuatu yang ternyata tidak mampu teruji di dalam dunia nyata. Walau terkadang khayalan ada yang memiliki nilai dalam pergerakan dunia. Khayalan Einstein tentang andai dia berjalan secepat cahaya, dan melihat dunia seperti adegan stop sebuah film kehidupan. Atau bayangan Copernicus tentang bumi, matahari, dan bintang-bintang.

Baca Selengkapnya