Taman Surga

Sayang, apa yang engkau takutkan? Bukankah aku telah berjanji tidak akan poligami! Apakah itu tidak cukup bagimu?

Sayang, bukankah aku telah katakan padamu bahwa aku memilihmu bukan karena aku diterima atau ditolak oleh sang puteri, sama sekali bukan. Posisimu absolut di dalam hatiku, bukan sebuah perasaan hasil reinkarnasi masa lalu atau sebuah rasa yang tercipta oleh kenangan masa lalu. Sungguh sayang, aku tidak mencintaimu karena aku pernah mencintai seseorang yang mirip denganmu! Tidak juga aku membandingkanmu dengan sesuatu yang lain! Bukan karena kamu mirip chinese atau memiliki wajah yang polos, bukan itu sayang. Posisimu mutlak seperti saat aku mencintai cinta pertamaku.

Sayang, aku harap kamu mengerti. Kelak…
Baca Selengkapnya

Budaya Hening

Lantas apakah hening?

Adakah sembilu menusuk relung? Atau kehampaan dalam jiwa?

Sumpah aku tak mengerti, mungkin belum mengerti, mungkin tidak untuk saat ini.

Rasa sepi itu begitu pekat terasa dan tak ada seorangpun yang mampu menggugatnya, tidak bidadari, tidak sang puteri, dan tidak juga kamu sayangku. Rasa yang begitu hampa yang tidak akan pernah kuceritakan yang menjadi bagian 50% seluruh kehidupanku hingga saat ini.

Lalu apakah makna suara tawa yang membahana dalam tiap detik waktuku? Tak akan bermakna ia hanya menjadi sebagai pemanis bibir. Sungguh sayang, aku amat begitu kesepian.
Baca Selengkapnya

Apa Arti Cinta?

Rentang nafas,
aku kamu mereka dia
Letih merumput, menyumput kesam
Lantas apakah arti cinta?

Apakah arti binal itu cinta?
Atau birahi yang menggolak?
Atau saat peraduan selangkang antara kita
Itukah cinta menurutmu?

Dan lihatlah akhir dunia,
saat tak ada lagi birahi di sana
saat anakmu bukan lagi milikmu
saat istrimu bukan lagi hakmu

Bersumpahlah demi Tuhan
kamu mencintaiku
Bersumpahlah demi Tuhan
kamu tidak akan memperkosaku

Arti cinta itu seperti apa?
haruskan aku menjadi pelacur untuk membuktikannya?
Arti cinta itu seperti apa?
apa hanya terkatakan dari peraduan sejenak dalam mayapada

kakanda…
adinda…
sayangku…
kasihku…
jangan bilang cinta jika kau cuma ingin tubuhku

Baca Selengkapnya

Penjara Hati

Pernahkah kamu terpenjara teman, pernahkah? Sebuah penjara sunyi nan gelap, sebuah penjara yang ada jauh di dalam perut bumi, sebuah penjara yang tak memiliki setitik cahayapun yang bahkan rembulan tak akan pernah bersinar dan langit hitam tak berbintang. Sebuah penjara hati, aku menamakannya.

Sunyi kelam hati ini, begitulah ia. Sebuah penjara tanpa ruang untuk memasukinya, sebuah penjara yang hanya dikelilingi oleh tembok ilusi dan rupa-rupa. Sebuah eksistensi yang begitu menggugat, sebuah hati yang hitam. Tolong jangan pernah menyentuhnya.

Teman, aku berharap kau tidak akan pernah mengalaminya. Tak akan pernah ia menyapamu, atau paling tidak ia tidak akan menjadi sekelam ini. Sebuah bagian tanpa ruang tanpa waktu, lebih pekat dari hitam terpekat, lebih menghisap daripada bintang mati yang terhisap oleh gravitasinya sendiri. Amat menggugat, ia amat menggugat.
Baca Selengkapnya

Aku Tak Peduli

Bagiku, kamu adalah puteri. Tak peduli telah berapa sering dan berkali-kali kamu berganti lelaki. Bagiku kamu tetaplah sang puteri. Aku memang tak pernah peduli.

Maafkan aku puteri, jika kebisuanku membuatmu ragu bahwa betapa cinta aku pada dirimu. Maafkan aku.

Sungguh aku ingin melepaskan tabir lisan ini, namun aku tidak ingin menjadi mereka yang kalah perang oleh cinta. Lalu aku pun menjadi ragu untuk mengungkapkannya.

Puteri, aku telah menjadi iblis…

Aku sudah tidak sesuci dulu lagi, mataku telah ternoda, hatiku telah menghitam. Hanya jasadku yang belum meng-iya-kan apa yang kuinginkan. Aku memang sudah tak pantas untuk bersanding dengan bidadari, aku sudah tak kuasa untuk mempersunting bidadari, namun jangan kau pungkiri aku karena bagiku kau bukan lagi bidadari, kau hanya sang puteri, tidak lebih.
Baca Selengkapnya