Hidup Adalah Perayaan

Bahagia itu bisa berarti apa saja. Bahkan menurut salah seorang teman, termasuk mengetahui bahwa kita baru saja terluka.

Ketika engkau menangis. Air matamu adalah hadiah dari Tuhan. Karenanya berbahagialah karena hidup adalah perayaan.

Ketika kita pertama sekali berteriak di muka bumi ini, kita bergembira, kita bersorak, kita menangis sangking bahagianya. Tuhan telah memberikan awal hadiahnya kepada kita, yaitu kehidupan.

Tuhan menitipkan kita ke dalam perut seorang ibu yang begitu asih. Dia yang mengandung kita, bertahan dengan segala kelemahan dan keletihannya, demi kita. Kadang kita bertanya, mengapa harus kepada seorang wanita kita dititipkan? Mengapa tidak kepada seorang lelaki yang nan perkasa?

Karena kita adalah hadiah bagi dunia, dia memberikan kita melalui tangan yang paling lembut diantara dua kelamin. Kepada seorang wanita. Kepada seorang ibu.

Baca Selengkapnya

Jangan Takut Riya

Kutipan ini saya ambil dari buku “Mencari Mutiara di Dasar Hati“, semoga mampu menjawab jawaban rekan-rekan yang mengurangi ibadah mereka dengan alasan takut riya.

Seorang pemuda pernah bertanya kepada Ustad Fathy Yakan, juru dakwah terkenal asal Jordania. “Saya gagal, putus asa, tidak sempurna dalam berbagai amal karena saya selalu dihantui perasaan riya,” kata pemuda itu. Ia bahkan berniat akan mengurangi amal ibadah dan aktivitas dakwahnya supaya tidak terjerumus pada sikap riya.

Ustad Fathy Yakan menjawab, “Siapa manusia yang tidak pernah terganggu oleh bisikan riya? Kita manusia. Semua kita mengalaminya.” Ia lantas mengutip sebuah hadist Rasulullah saw, “Andai manusia tidak melakukan kesalahan niscaya Allah akan mendatangkan suatu kaum yang melakukan kesalahan kemudian mereka bertaubat dan Allah menerima taubat mereka.” (HR Muslim dan Ahmad)

Fathy Yakan mengatakan, “Ibadah dan amal kebaikan itu sendiri merupakan bagian dari terapi dan ampuh atas dosa yang engkau lakukan.

Baca Selengkapnya

Keterkaitan

Banyak orang sering sekali mencoba mengkait-kaitkan sesuatu dengan banyak hal yang terjadi dalam hidupnya. Dulu, aku pernah bertemu dengan seseorang yang bertanya hari apa aku lahir. Sepertinya dia mencoba mengkaitkan kecocokan antara hari lahirku dan hari lahirnya.

Tanggal lahirku 31 dan dia 13. Mungkin seperti itu yang coba hendak dikaitkan.

Aku pun pernah demikian. Mencoba mengkait-kaitkan keabsahan hati yang ada di dalam dadaku dengan pengujian kait-mengkaitkan. Dengan perhitungan angka-angka. Namun, itu bukan ramalan, cuma mengcoba menghibur hati kemungkinan-kemungkinan yang mungkin bisa terjadi di masa datang. Khayalan tepatnya.

Beberapa orang yang sedang mencintai seseorang juga sering sekali mengkait-kaitkan tanggal-tanggal lahir mereka yang dia cintai ke dalam bagian dari namanya.

Baca Selengkapnya

Jangan Berhenti Untuk Tersenyum

Tiba-tiba saja aku teringat seseorang. Dan aku mengambil sebuah pelajaran bermakna, bahwa apa yang kita tangiskan kemarin mungkin akan berbuah senyuman hari ini.

Dulu sekali, aku berharap dia akan mengisi hidupku. Dia adalah yang mengajari aku bangun di sepertiga malamku. Dan sekarang dia sudah menikah. Malah sudah hamil. Entah mengapa, aku pun berbahagia. Sangat bahagia bahwa orang yang dulu pernah aku cintai telah menemukan kebahagiannya.

Padahal, dulu ketika kami bersepakat untuk berhenti memberitakan malam. Ketika kami bersepakat, biarlah malam kami kejar, namun tak usah kami ceritakan. Biarlah sebuah sujud hadir karena bukan akibat bunyi dering yang membangunkan. Aku menangis ketika itu.

Bahkan aku pernah berharap. Kelak jika punggungku tegak, dia yang akan aku kabari untuk itu. Namun, sebelum punggungku tegak, dia telah menyelesaikan satu takdir terbaiknya.

Baca Selengkapnya

Pentingnya Komunikasi

Komunikasi bisa menjadi sebuah pisau bermata dua. Kadang dengannya kita akan semakin akrab, namun dengannya pula akan timbul masalah. Walau bagaimana pun, komunikasi adalah hal yang sangat penting.

Beberapa waktu yang lalu saya menjadi setan. Alasannya, karena saya menjadi pendengar di antara dua cewek yang sedang curhat. Cuma saya lelaki di situ. Dan saya malah menjadi penganggu acara curhat-curhatan tersebut. Ketika seseorang wanita sedang mengeluhkan apa yang sedang dicurhatkannya, saya sering dengan sengaja membalikkan arah perbincangan ke hal-hal yang tak penting. Jahat ya 😉

Dalam satu sesi curhat tersebut, terceritakan tentang kekesalan wanita tersebut kepada seorang pria. Dan saya adalah orang yang memiliki level menyebalkan sama dengan pria tersebut.

Saya tidak tahu mengapa di mata wanita tersebut, pria yang hendak menikah tersebut begitu menyebalkan. Berkali-kali facebook pria tersebut di-remove dan kemudian di add kembali. Dan katanya, di depan saya pula itu, dia juga akan me-remove facebook saya karena saya adalah orang yang paling menyebalkan.

Baca Selengkapnya