Manusia dan Luka

Tuhan kadang sering bercerita lewat luka-luka. Terkadang, ada banyak kisah indah yang ditoreh dari luka yang menganga. Dan kadang, kenikmatan bisa menjadi tabu ketika yang tersisa cuma rasa sakit dan penderitaan tiada berkesudahaan.

Aku teringat tentang kisah Musa. Bagaimana dia diutus menjadi seorang nabi dan rasul setelah sebelumnya melakukan sebuah dosa. Musa telah membunuh seorang manusia.

Musa panik. Lantas dia berlari keluar Mesir hingga sampailah dia kepada gerombolan manusia, di mana ada anak Syuaib di sana. Dia menawarkan bantuan, lantas anak Syuaib pun terpikat. Dari sebuah dosa, Musa mendapatkan tempat baru atas segala penyesalannya.

Dan pada suatu hari, di sebuah gunung Tuhan mengangkat Musa ke derajat yang paling tinggi. Tuhan menjadikan Musa sebagai nabi dan rasul-Nya.

Baca Selengkapnya

Tertawa Itu Indah

Tertawalah. Bahkan hingga air matamu berderai karenanya.

Dalam sejuta kegundahan, kadang tertawa adalah jalan keluar untuk menentramkan segalanya. Tertawa itu seperti psikotropika bagi mereka yang dilema, bagi mereka yang memangkul beban. Maka tak heran, penuh rumah sakit jiwa dengan orang yang tertawa. Mereka cuma mengikuti apa yang alam telah mengaturnya, jika saraf-sarafmu telah terlepas, maka biarkanlah tawa itu bebas.

Namun, sebagian penuh dengan rasa histeris dan kemenjeritan. Tragis.

Tak ada yang baik dengan segala keterlaluan. Termasuk tertawa. Bahkan tawa pun jika terlalu berlebihan akan merusak jiwa. Hatimu akan keras karenanya, dan wibawamu akan jatuh olehnya. Tertawalah sekedar, seperti seorang nabi tertawa. Tertawa yang memiliki tempat. Tertawa seadanya.

Baca Selengkapnya

Tuhan Yang Berjalan di Hati Setiap Manusia

Adalah Tuhan. Dia yang berjalan di hati setiap manusia. Dia yang membolak-balikkan hati. Dia yang memberi hidayah. Dia yang mengajari manusia, juga Dia yang membuat air mataku jatuh ketika malam tiba.

Adalah Tuhan. Dia yang mengkotak-kotakkan manusia dalam ruang lingkup surga dan neraka. Dia yang mengajari manusia mana yang halal dan mana yang haram. Dia meminta manusia untuk mencintai-Nya. Dan dia yang tak pernah jenuh untuk juga terus mencintai manusia.

Tuhan sering berjalan di antara hati orang-orang lemah. Menguatkan mereka. Memberi mereka senyum di atas segala gundah yang mendera. Dia memberikan janji atas doa, kepada mereka yang khusyuk, kepada mereka yang memohon dengan sungguh, kelak akan dia kabulkan. Bagaimana? Dengan melihat ke dalam hati tertulus manusia.

Aku melihat. Aku mendengar. Pekik orang-orang yang menyebut nama Tuhan. Meneriakkan nama-Nya. Tak kunjung jenuh, karena dalam pekikan-pekikan itu mereka menggantungkan harap. Ketika manusia telah berada di dalam titik paling kritis dalam hidupnya, mereka cuma punya satu harapan yang paling besar: TUHAN.

Baca Selengkapnya

Perempuan dan Defensif

Menurutku, kebanyakan perempuan ditakdirkan untuk menjadi seseorang yang defensif. Hal tersebut sangat berguna karena posisinya yang diciptakan alam sebagai pengasuh, menjaga anak-anak serta mendidik. Berbeda dengan lelaki yang diciptakan alam dengan sifat agresif, pemburu, dan kepemimpinan.

Mau-tidak-mau, sifat defensif itu menjadi kompulsif di dalam sifat wanita. Bagaimana cara mereka menilai serta berpikir. Jika kita menggunakan algoritma kasar sebuah komputasi, mungkin begini logikanya: tolak semua apapun dari siapapun kecuali dari mereka yang diinginkan.

Ada sebuah kasus yang menarik, tentang perempuan yang defensif dan seorang lelaki yang agresif.

Baca Selengkapnya

Memori Tsunami

Hari ini, 26 Desember 2010 adalah memorial peringatan tsunami keenam. Enam tahun yang lalu suatu peristiwa mahadahsyat telah terjadi di sini. Menurut data Bakornas, tidak kurang 120.000 jiwa merenggang nyawa. Hari itu juga hari Minggu, satu hari setelah natal tiba, 26 Desember 2004.

Aku mengingat peristiwa itu. Beberapa senter kudengar, di Jawa sana mereka mempersalahkan tsunami di Aceh karena keinginan Aceh untuk memisahkan diri dari Indonesia. Itu adalah hukuman bagi Aceh, begitu para pemberi khutbah di sana menuturkan.

Di sini, aku dengar lagi. Mungkin kelak jika Quran belum turun, peristiwa ini pun akan diberitakan dalam ayat-ayat suci. Suatu peristiwa yang datang begitu tiba-tiba. Ketika air hitam setinggi 30 meter menghampiri manusia datang dengan kekuatan yang begitu dahsyat. Memporak-porandakan segala. Manusia, tidak tua dan muda, tidak buruk dan baik, mati. Kebanyakan manusia yang mati dalam keadaan bertelanjang. Apakah itu cerita tentang suatu kaum yang ingkar? Aku tidak tahu pasti.

Baca Selengkapnya