Kutipan ini saya ambil dari buku “Mencari Mutiara di Dasar Hati“, semoga mampu menjawab jawaban rekan-rekan yang mengurangi ibadah mereka dengan alasan takut riya.
Seorang pemuda pernah bertanya kepada Ustad Fathy Yakan, juru dakwah terkenal asal Jordania. “Saya gagal, putus asa, tidak sempurna dalam berbagai amal karena saya selalu dihantui perasaan riya,” kata pemuda itu. Ia bahkan berniat akan mengurangi amal ibadah dan aktivitas dakwahnya supaya tidak terjerumus pada sikap riya.
Ustad Fathy Yakan menjawab, “Siapa manusia yang tidak pernah terganggu oleh bisikan riya? Kita manusia. Semua kita mengalaminya.” Ia lantas mengutip sebuah hadist Rasulullah saw, “Andai manusia tidak melakukan kesalahan niscaya Allah akan mendatangkan suatu kaum yang melakukan kesalahan kemudian mereka bertaubat dan Allah menerima taubat mereka.” (HR Muslim dan Ahmad)
Fathy Yakan mengatakan, “Ibadah dan amal kebaikan itu sendiri merupakan bagian dari terapi dan ampuh atas dosa yang engkau lakukan.”