Aku pernah naik pesawat. Ketika berada di puncak bumi, aku melihat sekumpulan awan. Mereka seperti sebuah negeri. Engkau tahu? Aku rasanya ingin terjun bebas di sana, berdikari bersama awan-awan, tidur, dan menikmati pancaran matahari yang mengelus lembut kulit-kulit putihku yang halus.
Apa yang dipikirkan manusia, terkadang berbeda dengan realitas yang nyata. Aku beberapa terakhir ini sering berpikir tentang push up, rasanya mudah sekali melakukan push up, namun ternyata ketika aku coba rasanya sulit sekali. Perutku sampai sakit dibuat, padahal dalam nalarku, segalanya berlangsung dengan mudah.
Begitu juga dengan awan-awan. Suatu hari, aku berpikir ingin menggenggam awan. Memeluknya, menjadikannya tidak sekedar khayalku.
Kita sering seperti diriku. Berkhayal tentang sesuatu yang ternyata tidak mampu teruji di dalam dunia nyata. Walau terkadang khayalan ada yang memiliki nilai dalam pergerakan dunia. Khayalan Einstein tentang andai dia berjalan secepat cahaya, dan melihat dunia seperti adegan stop sebuah film kehidupan. Atau bayangan Copernicus tentang bumi, matahari, dan bintang-bintang.