Pernahkah sampai kepadaku tentang fatwa rindu? Tentang hati yang selalu berdebar ketika nama sang kekasih disebutkan. Saat duduk, tidur, dan berdirimu, nama kekasih tidak juga jeda menemani. Kisah tentang rindu yang tidak memiliki episode untuk berhenti.
Aku ingin menawan rindu, di dalam sel yang bahkan tidak memiliki terali. Aku ingin rindu itu tidak pergi. Telah aku tuliskan satu nama untuk satu rindu di dalam satu hati. Nya.
Dia yang aku sebut kekasih, sesungguhnya telah memiliki nama. Tetapi aku ingin menyebut dengan Nya. Aku ingin nama itu adalah nama persembahanku untuk Nya. Tentang lelaki yang sedang mencintai, dan memberikan nama baru untuk sang kekasih. Dan aku memilih “Nya”.
Aku merindukan Nya. Dalam duduk, tidur, dan tegakku. Nya telah menghisap semua energi rindu. Tidak ada ruang lain selain merindukan Nya. Dan aku teramat mencintai Nya. Aku ingin rindu ini ditawan, agar aku tidak berpaling ke lain hati. Aku ingin, dalam hatiku cuma ada satu Nya yang cuma satu.