Sempurna Itu Sederhana

Sempurna itu sederhana. Bagiku, sempurna itu adalah: “aku ingin ketika aku bosan, seseorang ada di depanku di mana aku bisa bercerita tentang segala hal kepadanya untuk mengusir setiap bosan yang melanda“.

Sayangnya, sempurna itu tidak ada.

Orang-orang yang kita cintai atau mengaku mencintai kita, mereka hidup dalam dunia dan perspektif mereka masing-masing. Mereka tidak selalu ada ketika kita membutuhkan mereka. Mereka tidak benar-benar ada ketika kita mengharapkan mereka. Masing-masing dalam ego kemanusiaannya ingin diperhatikan daripada memberikan perhatian. Itulah watak manusia.

Dulu ada seseorang yang memperhatikan aku dengan begitu sempurna namun aku menyia-nyiakannya. Sekarang dia telah memiliki seseorang yang memang pantas untuk dia cintai. Dan sekarang aku berusaha memberikan apa yang aku bisa kepada seseorang yang lain, yang aku duga mampu memperhatikan diriku, namun hidup tidak selamanya statis dan berjalan linier. Seringnya, hidup itu dinamis dengan naik-turun kehidupan yang cukup fluktuatif.

Baca Selengkapnya

Program Mencari Nilai Rata-rata Mahasiswa

Pada soal nomor 4 Ujian Konversi Mata kuliah Algoritma dan Pemograman pada Program Studi Ekstensi S1 Ilmu Komputer USU ada pertanyaan sebagai berikut:

Soal No. 4

Buatlah algoritma dan program komputer untuk menampilkan nilai rata-rata tes maksimal 50 orang mahasiswa S1 Ilmu Komputer FMIPA USU, dengan ketentuan sebagai berikut:
– Nilai UTS = 30%
– Nilai Tugas = 20%
– Nilai UAS = 50%
Nama dan nilai ditentukan sembarang

Bagaimanakah membuat program tersebut dalam bahasa Pascal. Sebelum membuat program tersebut, kita akan mencari bagaimana cara menjumlahkan nilai rata-rata dari UTS 30% + Tugas 20% + UAS 50%.

Baca Selengkapnya

Melirik Pascal

Tidak ada yang mampu membuat saya melirik Pascal kecuali karena seorang teman. Dia meminta dibuatkan PR tentang pemograman. Saya melihat sekilas lembaran hasil scan yang dikirimkan ke email saya dan kening saya pun mengkerut. Ini tidak mudah.

PR itu lebih kepada persoalan algoritma. Saya melihat kejanggalan dialek pemograman yang dipakai dalam lembaran kertas tugas itu.

var a, b, c: integer;

begin
   a := 0; while A=0 do
   begin
      Writeln; Write('Nilai a?'); Readln(a);
   end;

   Write('b?'); Readln(b); Write('c?'); Readln(c);
   Writeln('Nilai A = ',A,',',' Nilai B = ',b,',',' Nilai C = ',c); Writeln('b = ',b+c);
   Writeln('c = ', c-2);
end.

Setelah saya teliti ternyata pemogramannya menggunakan Pascal sebagai basic bahasa pemogramannya.

Baca Selengkapnya

Menawan Rindu

Pernahkah sampai kepadaku tentang fatwa rindu? Tentang hati yang selalu berdebar ketika nama sang kekasih disebutkan. Saat duduk, tidur, dan berdirimu, nama kekasih tidak juga jeda menemani. Kisah tentang rindu yang tidak memiliki episode untuk berhenti.

Aku ingin menawan rindu, di dalam sel yang bahkan tidak memiliki terali. Aku ingin rindu itu tidak pergi. Telah aku tuliskan satu nama untuk satu rindu di dalam satu hati. Nya.

Dia yang aku sebut kekasih, sesungguhnya telah memiliki nama. Tetapi aku ingin menyebut dengan Nya. Aku ingin nama itu adalah nama persembahanku untuk Nya. Tentang lelaki yang sedang mencintai, dan memberikan nama baru untuk sang kekasih. Dan aku memilih “Nya”.

Aku merindukan Nya. Dalam duduk, tidur, dan tegakku. Nya telah menghisap semua energi rindu. Tidak ada ruang lain selain merindukan Nya. Dan aku teramat mencintai Nya. Aku ingin rindu ini ditawan, agar aku tidak berpaling ke lain hati. Aku ingin, dalam hatiku cuma ada satu Nya yang cuma satu.

Baca Selengkapnya

Aksara Sepi

Tadi siang aku ke kampus. Rencana awalnya hendak bertemu dengan pembimbingku untuk menyerahkan Karya Ilmiah yang sudah aku buat, tetapi di lab tidak ada seorang pun. Cuma ada bangku, meja, dan dinding yang bisu. Lampu lab telah dimatikan, walau siang namun lab tetap tampak gelap. Setelah meletakkan Karya Ilmiah punyaku di meja pembimbingku, aku memutuskan pulang.

Sebelum pulang, aku berjalan ke parkiran. Dalam benakku ketika itu, singkat sekali hari ini aku di kampus, juga aku merasa sepi.

Aku merasa sangat kesepian saat itu. Jantungku juga mulai gugup. Akibatnya, ada banyak kesalahan simple yang aku lakukan dalam keadaan demikian, berjalan tanpa fokus, tertendang batu, aku seperti tidak mampu mengontrol gerakku.

Aku memang agak kaku. Jika di dalam keramaian, aku merasa kurang nyaman. Sering sekali salah tingkah jika sudah beramai-ramai, terutama di antara orang-orang yang tidak aku kenal. Karenanya aku agak malas jika mengunjungi pameran, kecuali pameran komputer. Di pameran komputer pun biasanya aku mengajak teman agar aku memiliki orang yang kuajak berdialog agar gundah dan rasa gugupku sedikit terobati.

Baca Selengkapnya