Bosan Itu Datang
Pada beberapa orang aku bertanya, “apa yang kalian lakukan ketika rasa bosan datang menyerang?”
Beberapa memberikan saran:
– coba lakukan hal-hal yang baru,
– ajak teman-temanmu bermain,
– tidur lantas berkhayal tentang keindahan,
– membaca terjemahan bahasa Inggris,
– memasak,
– dll.
Intinya adalah lakukan sesuatu yang membuatku tidak bosan. Sayangnya ketika bosan aku cenderung malas, dan merasa mudah sekali menyerah. Aku pun mencoba meng-sms beberapa teman, namun sepertinya mereka sibuk dengan urusan mereka sendiri. Tidak ada yang bisa diharapkan.
Tidak ada? Tidak juga. Beberapa dari mereka yang sudah memberiku saran, mereka walau tidak disadari telah membongkar sedikit rasa bosan itu untuk pergi. Aku menemukan kehangatan dari percakapan dengan mereka. Aku menemukan kesenangan, walau cuma sms balasan ringan tentang apa yang mereka lakukan.
Sempurna Itu Sederhana
Sempurna itu sederhana. Bagiku, sempurna itu adalah: “aku ingin ketika aku bosan, seseorang ada di depanku di mana aku bisa bercerita tentang segala hal kepadanya untuk mengusir setiap bosan yang melanda“.
Sayangnya, sempurna itu tidak ada.
Orang-orang yang kita cintai atau mengaku mencintai kita, mereka hidup dalam dunia dan perspektif mereka masing-masing. Mereka tidak selalu ada ketika kita membutuhkan mereka. Mereka tidak benar-benar ada ketika kita mengharapkan mereka. Masing-masing dalam ego kemanusiaannya ingin diperhatikan daripada memberikan perhatian. Itulah watak manusia.
Dulu ada seseorang yang memperhatikan aku dengan begitu sempurna namun aku menyia-nyiakannya. Sekarang dia telah memiliki seseorang yang memang pantas untuk dia cintai. Dan sekarang aku berusaha memberikan apa yang aku bisa kepada seseorang yang lain, yang aku duga mampu memperhatikan diriku, namun hidup tidak selamanya statis dan berjalan linier. Seringnya, hidup itu dinamis dengan naik-turun kehidupan yang cukup fluktuatif.
Program Mencari Nilai Rata-rata Mahasiswa
Pada soal nomor 4 Ujian Konversi Mata kuliah Algoritma dan Pemograman pada Program Studi Ekstensi S1 Ilmu Komputer USU ada pertanyaan sebagai berikut:
Soal No. 4
Buatlah algoritma dan program komputer untuk menampilkan nilai rata-rata tes maksimal 50 orang mahasiswa S1 Ilmu Komputer FMIPA USU, dengan ketentuan sebagai berikut:
– Nilai UTS = 30%
– Nilai Tugas = 20%
– Nilai UAS = 50%
Nama dan nilai ditentukan sembarang
Bagaimanakah membuat program tersebut dalam bahasa Pascal. Sebelum membuat program tersebut, kita akan mencari bagaimana cara menjumlahkan nilai rata-rata dari UTS 30% + Tugas 20% + UAS 50%.
Melirik Pascal
Tidak ada yang mampu membuat saya melirik Pascal kecuali karena seorang teman. Dia meminta dibuatkan PR tentang pemograman. Saya melihat sekilas lembaran hasil scan yang dikirimkan ke email saya dan kening saya pun mengkerut. Ini tidak mudah.
PR itu lebih kepada persoalan algoritma. Saya melihat kejanggalan dialek pemograman yang dipakai dalam lembaran kertas tugas itu.
var a, b, c: integer;
begin
a := 0; while A=0 do
begin
Writeln; Write('Nilai a?'); Readln(a);
end;
Write('b?'); Readln(b); Write('c?'); Readln(c);
Writeln('Nilai A = ',A,',',' Nilai B = ',b,',',' Nilai C = ',c); Writeln('b = ',b+c);
Writeln('c = ', c-2);
end.
Setelah saya teliti ternyata pemogramannya menggunakan Pascal sebagai basic bahasa pemogramannya.