Hari ke-5 Pelatihan ICT

Tentang WEB, yach… hari ini kami dilatih bagaimana cara membuat sebuah website. Saya sendiri berhasil membuat sebuah website di geocities dengan alamat http://geocities.com/muhammad.baiquni

Sayang, saat diberikan pelajaran tentang membuat CMS dengan mambo kami tidak memiliki kesempatan mempraktekkannya karena keterbatasan infrastruktur. Kata instrukturnya mas sirojul munir kebanyakan hosting tidak memberikan fasilitas PHP dan Database, walau kenyataannya tidak demikian sech. Namun dalam pelatihan ini saya memposisikan diri sebagai orang yang awam. Ternyata menyenangkan juga menjadi orang awam, jadi ada beberapa ilmu yang dapat saya ambil hikmahnya. Diantaranya tentang penggunaan template karena dalam setiap pembuatan website saya jarang menggunakan template, jadi saya yang biasa membuat template.

Dalam percakapan dengan bang alfi (pimpinan CCC) saya diminta melihat bagaimana seorang trainer melakukan training jadi saya dituntut setelah training ini saya memiliki kemampuan untuk mentransfer kembali kemampuan saya kepada orang lain.

Entahlah, apakah saya mampu? Soalnya saat mendengar penjelasan orang kita sangat mudah untuk memahami, namun tidak demikian saat kita menjadi penjelas. Adalah sulit menjelaskan sesuatu apalagi saat dituntut orang yang dijelaskan itu harus mengerti.

Hari ke-4 Pelatihan ICT

pelatihan2Hari ini kami ditutor tentang pemanfaatan internet untuk riset dan sebagainya. Banyak hal hal yang saya dapatkan saat pak rusmanto memberikan pelajarannya. Kami belajar tentang cara pemanfaatan mailing list, trace email sehingga kami mengetahui kevalidan suatu email hingga trace suatu domain dan ip. Memang secara pribadi hal-hal demikian bukan hal yang asing bagiku, namun amat sangat bermanfaat demi pemantapan ilmu.
Beliau bercerita tentang betapa pentingnya validitas suatu berita. Beliau memberi contoh bahwa dulu ada wartawan yang mengambil berita dengan jalur yang salah, wartawan tersebut mengambil berita dari tass.net yang dikira merupakan suatu radio dari rusia dan ternyata itu bukan setelah dicek siapa pemilik domain tersebut.

Kami juga mengalami sesi-sesi menyenangkan dengan saling berbagi milis diantara kami… jadi lucu ceritanya. Milis saya sendiri beralamat di http://groups.yahoo.com/group/baiquni dan jika pembaca berminat, silahkan kirimkan surat ke [email protected].

Rasanya tidak sabar untuk menunggu hari berikutnya.

Tadi kami baru saja diberikan modul baru yaitu cara membuat web dengan menggunakan CMS. Dari schedule sech dikatakan CMS-nya adalah mambo. Yah, jujur saya belum pernah bersentuhan dengan yang namanya mambo. Semoga ini menjadi salah satu pelajaran yang dapat saya ambil hikmahnya. Amien

Pelatihan ICT di Banda Aceh

Pelatihan ICTDari tanggal 13 – 17 Januari 2007 kami melakukan pelatihan. Benar-benar suatu hal yang melelahkan dari jam 9 pagi hingga jam 6 sore kami terus digembleng (kebayang gimana capeknya khan ;)).

hari 1-3 hari dilatih mengenai desktop publishing, newsletter, dan blogs. Dan saya menulis blogs ini dihari ke tiga bertepatan dengan diajarkannya cara membuat blogs. Namun sesi-sesi pelatihan sangatlah menyenangkan karena kami dibimbing oleh instruktur yang professional dan ramah (thanks for UNESCO for support us).

Saya sendiri baru tahu dari modul jika ternyata wordpress mampu mengimport file-file dari blogs lain seperti blogspot, livejournal, dll. So, blogs saya yang ada di mbaiquni.blogspot.com saya eksport saja ke wordpress dan dengan didukung oleh koneksi internet yang cepat dari CCC (Comunication and Culture Center) hanya dalam waktu kurang dari 5 menit semua blogs saya telah tersalin di account baru saya di wordpress (kira-kira blogspot bisa juga menyalin blogs saya yang di wordpress ga yach ?).

Menyenangkan bukan?! INILAH TEKNOLOGI !!!

Temanku Bisa Dihitung

Dari 600 lebih temanku di friendster, dari seratusan lebih testimonial, dari begitu banyak ruang canda dan tawa di kehidupan keseharianku, TEMANKU BISA DIHITUNG. Malah dengan hanya menggunakan satu tangan, yach… satu tangan !!!

Kali ini aku sengaja menunggu, siapa saja yang masih ingat padaku. Siapa saja yang mengirimkan ucapan SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA kepadaku. Aku kira akan banyak pesan yang masuk, namun kali ini aku kecewa. Hanya ada pesan dari: lisa, kausar, eka, mahijir, nuzul, dan rahma.

Yach, hanya ada mereka dalam inbox handphone-ku. Hanya ada mereka dalam kamus temanku. Teman-teman yang memperhatikan aku. Teman-teman yang masih menganggap bahwa aku ini ADA, AKU EKSIS !!!

Sekarang coba anda perhatikan kehidupan anda. Berapa banyak mereka yang tertawa bersama anda, mereka yang berpegangan tangan. Namun kemana mereka saat kesusahan menyertai anda ??? Mereka hanya bermain dalam batasan tawa dan canda… mereka hanya bermain dalam lapisan pertemanan, bukan dalam lapisan persahabatan dan persaudaraan.

Baiquni, sudahkah kamu melihat apa yang terjadi padamu ???

Jadikan itu sebagai pelajaran… cam kan lah… tak banyak teman sejatimu, maka berhati-hatilah dengan langkahmu…

Semoga anda, kita, dan saya mengerti. TAK BANYAK SAHABAT DALAM HIDUP INI.

Sebuah Jawaban dari Tuhan

Barusan Tuhan berbicara dengan teknologi, dia memberikanku jawaban lewat SMS melalui nomer si jelek Nidya Ratih Anjarini. Jawaban yang selama ini ingin kudengar secara verbal dan tertulis.

“Yah itu teserah u. Rs suka itu fitrah. Tp ga perlu ditunjukkan. Biarin aja dy berlalu lwt wkt. Klo emg allah ngizinin. Pst bkl jodoh. Lgn u ikhwan. INGAT! Jgn jthkan islam dgn perilaku ngncr perempuan. Cnt pd allah adlh seegaalaanaa. Sijelek pinter ngomng kn! Pjg…Lg… Haha2” (sengaja ditulis tanpa editan).

Ah, ternyata jawaban yang kuinginkan keluar lewat jari-jari si jelek Nidya yang ngetik sms. Diantara jawaban kawan-kawan lain yang ingin saya mengungkapkan tabir lisan ini, malah bahkan diantara mereka yang menggunakan perangkat taqwa seperti jilbab. Nidya yang cuma baru 1 tahun berkecimpung dalam hiruk-pikuk dakwah muncul memberikan jawaban yang telah lama saya nantikan.

Ahh… itu adalah sebuah jawaban kepastian. Aku menyebutnya: SEBUAH JAWABAN DARI TUHAN.

Jawaban sms itu langsung membuat dada yang tadi terasa sesak menjadi begitu lapang. Ahh, sebuah perasaan lega yang datang entah dari arah mana membawa angin ketenangan yang sangat amat menyejukkan.

Nidya atau Ratih bagi saya adalah sebuah keunikan. Dalam komunikasi kadang saya sering bertanya “udah pernah pacaran belom?”, dan Nidya memberiku jawaban “BELUM”. Lalu saya kembali bertanya “Uda pernah jatuh cinta belom?”, dan dia menjawab “UDAH”.

Dan ternyata salah seorang pria yang dia cintai pernah menembak dia, namun dia menolaknya. Memang terkesan mudah, namun saya berpikir jika aku berada dalam posisinya mampukah saya melakukan hal yang sama?

Jika saya berada dalam posisi mencintai seseorang, MRN misalnya, lalu kemudian MRN meminta saya menjadi kekasihnya. Pada saat yang demikian, mampukah saya menolak MRN padahal hati ini sungguh menginginkannya.

Karenanya saya menganggap Nidya adalah pribadi yang unik dan istiqamah, semoga sifat istiqamah itu selalu bersamanya hingga nafas terakhir tiba walaupun sebagai sosok remaja Nidya masih bocor disana-sini :).

Adalah hal yang sangat membanggakan, karena dimana saat-saat yang demikian banyak akhwat yang tumbang hanya karena masalah percintaan. Juga keteguhan yang luar biasa, karena dalam beberapa kasus banyak akhwat yang keder saat mendapat serangan itu.

Salah seorang teman malah berpacaran hanya karena dipaksa oleh lelaki yang menjadi pacarnya, padahal dia tidak suka. Namun mungkin dengan alasan kasihan akhirnya mereka jadian juga.

Bahkan ada yang lebih miris lagi, seorang teman lagi yang dulunya sangat anti-pacaran malah sekarang mulai coba-coba untuk berpacaran, padahal yang dia rasakan bukannya nikmat malah pedihnya sebuah penghianatan tetapi mereka tidak pernah mau mengambil pelajaran.

Dalam fase kelembaban usia, kita mulai belajar jatuh cinta. Tepatnya belajar mencintai dan dicintai, namun ada beberapa rule-rule atau aturan yang harus dipatuhi. Kebanyakan mereka mencoba mematahkan aturan-aturan tersebut dengan alasan modernisasi atau mencoba untuk tidak konservatif. Sebahagian yang lain berasalan: “Toh saya tahu aturan-aturannya” namun aturan yang bagaimana yang mereka anggap?!

Temanku, zina itu bukanlah apa yang hanya berada diantara perut dan lutut.

Terima kasih Tuhan, terima kasih Nidya. Sebuah jawaban yang selalu saya inginkan telah terjawab, walau mampu menjawabnya namun butuh mulut yang lain untuk mengimaninya.

Terima kasih Tuhan, engkau hambaku dan aku tuhanmu.