Bahagia, Benci, Iblis

Awalnya aku bahagia, namun ternyata berita langit berkata lain. Bahagia aku undur.

Bahagia berubah menjadi geram. Ya, sangat geram! Aku jadi benci. Benci sekali.

Iblis-iblis dalam hatiku bilang: makhluk yang aku benci itu adalah makhluk yang egois! Iblis tidak salah, aku sepakat dengannya. Makhluk itu memang sangat egois.

Mengapa egois? Karena dia cuma memikirkan dirinya sendiri. Dan aku selalu diajarkan oleh lelaki tua agar selalu memperhatikan orang lain. Aku makan hati!

Baca Selengkapnya

Mungkin Salah Sangka

Si Nidya, alias suka kolah alias patkai, alias tukang ngepet lagi online. Beberapa minggu terakhir ini dia suka sekali online malam, ntah kenapa. Beberapa waktu yang lalu aku sempat telepon dan sms dia tetapi enggak dibalas.

Waktu dia online tadi, langsung kuserobot: “napa telepon ama smsku ga kowe balas?

Hp ku dipake ma mama aku,” begitu katanya dengan mukanya yang bego.

Akhirnya akupun curhatlah ke dia soal bidadari ketiga. Aku bilang ke dia, “ternyata memang benar bukan aku yang “dia” suka. Aku salah paham selama ini“. Gitu aku ngomong ke dia.

Baca Selengkapnya

Bertubi Rindu

Aku rindu dia. Bidadari ketiga.

Lama tak ada kabar, sudah dua hari lebih tak saling sapa. Aku rindu. Bertubi rindu. Rindu sekali.

Aku ingin bilang bahwa aku suka dia: tapi tak berani.

Aku belum mampu. Belum lagi tangguh, dan tegak punggungku berdiri.

Namun hati ini juga sakit. Awalnya kukira rasa yang tersimpan dalam hati ini memiliki celah untuk sebuah balasan, namun diagnosaku salah. Bukan aku yang sedang ada di dalam hatinya.

Aku tak peduli. Tak peduli dia cinta padaku atau tidak. Aku cuma mencintainya, cukuplah itu, telah tertulis hal tersebut dalam buku catatan takdirku.

Bertubi rindu. Menunggu balas, entah kapan tiba. Aku rindu.

Baca Selengkapnya

Ayo Bersabar !!!

Mempelajari kesabaran itu serta keikhlasan memiliki kedalaman seluas lautan. Kesabaran tidak mengujimu dari seberapa berat penderitaanmu, namun juga menguji seberapa sanggup engkau menerima sebuah kenikmatan. Kebanyakan yang diuji dengan kesulitan berhasil lolos, namun ketika diuji dengan kenikmatan, betapa banyak yang jatuh bergelimpangan. Zuhud adalah jalan untuk tetap bersabar dalam kenikmatan.

Tuhan menguji kesabaranku dengan cinta. Dijadikan aku seorang lelaki yang pemalu. Tak pernah berani mengunggapkan cinta kepada orang-orang yang kucintai, sehingga akhirnya mereka-mereka yang kucintai itu satu per satu melangkah pergi, digandeng oleh orang-orang yang berhasil memperoleh cinta mereka.

Tuhan juga memberiku begitu banyak kecemburuan dalam hati, sehingga seseorang yang mencintaiku akan ditimpa ujian berupa kecemburuan yang sangat dariku. Mereka pun pergi karena tidak tahan dengan kecemburuanku dan berujung akulah yang harus kembali bersabar.

Baca Selengkapnya