Awalnya aku bahagia, namun ternyata berita langit berkata lain. Bahagia aku undur.
Bahagia berubah menjadi geram. Ya, sangat geram! Aku jadi benci. Benci sekali.
Iblis-iblis dalam hatiku bilang: makhluk yang aku benci itu adalah makhluk yang egois! Iblis tidak salah, aku sepakat dengannya. Makhluk itu memang sangat egois.
Mengapa egois? Karena dia cuma memikirkan dirinya sendiri. Dan aku selalu diajarkan oleh lelaki tua agar selalu memperhatikan orang lain. Aku makan hati!