Tuhan Yang Berjalan di Hati Setiap Manusia

Adalah Tuhan. Dia yang berjalan di hati setiap manusia. Dia yang membolak-balikkan hati. Dia yang memberi hidayah. Dia yang mengajari manusia, juga Dia yang membuat air mataku jatuh ketika malam tiba.

Adalah Tuhan. Dia yang mengkotak-kotakkan manusia dalam ruang lingkup surga dan neraka. Dia yang mengajari manusia mana yang halal dan mana yang haram. Dia meminta manusia untuk mencintai-Nya. Dan dia yang tak pernah jenuh untuk juga terus mencintai manusia.

Tuhan sering berjalan di antara hati orang-orang lemah. Menguatkan mereka. Memberi mereka senyum di atas segala gundah yang mendera. Dia memberikan janji atas doa, kepada mereka yang khusyuk, kepada mereka yang memohon dengan sungguh, kelak akan dia kabulkan. Bagaimana? Dengan melihat ke dalam hati tertulus manusia.

Aku melihat. Aku mendengar. Pekik orang-orang yang menyebut nama Tuhan. Meneriakkan nama-Nya. Tak kunjung jenuh, karena dalam pekikan-pekikan itu mereka menggantungkan harap. Ketika manusia telah berada di dalam titik paling kritis dalam hidupnya, mereka cuma punya satu harapan yang paling besar: TUHAN.

Baca Selengkapnya

Incoming search terms:

Hidup Adalah Perayaan

Bahagia itu bisa berarti apa saja. Bahkan menurut salah seorang teman, termasuk mengetahui bahwa kita baru saja terluka.

Ketika engkau menangis. Air matamu adalah hadiah dari Tuhan. Karenanya berbahagialah karena hidup adalah perayaan.

Ketika kita pertama sekali berteriak di muka bumi ini, kita bergembira, kita bersorak, kita menangis sangking bahagianya. Tuhan telah memberikan awal hadiahnya kepada kita, yaitu kehidupan.

Tuhan menitipkan kita ke dalam perut seorang ibu yang begitu asih. Dia yang mengandung kita, bertahan dengan segala kelemahan dan keletihannya, demi kita. Kadang kita bertanya, mengapa harus kepada seorang wanita kita dititipkan? Mengapa tidak kepada seorang lelaki yang nan perkasa?

Karena kita adalah hadiah bagi dunia, dia memberikan kita melalui tangan yang paling lembut diantara dua kelamin. Kepada seorang wanita. Kepada seorang ibu.

Baca Selengkapnya

Jangan Berhenti Untuk Tersenyum

Tiba-tiba saja aku teringat seseorang. Dan aku mengambil sebuah pelajaran bermakna, bahwa apa yang kita tangiskan kemarin mungkin akan berbuah senyuman hari ini.

Dulu sekali, aku berharap dia akan mengisi hidupku. Dia adalah yang mengajari aku bangun di sepertiga malamku. Dan sekarang dia sudah menikah. Malah sudah hamil. Entah mengapa, aku pun berbahagia. Sangat bahagia bahwa orang yang dulu pernah aku cintai telah menemukan kebahagiannya.

Padahal, dulu ketika kami bersepakat untuk berhenti memberitakan malam. Ketika kami bersepakat, biarlah malam kami kejar, namun tak usah kami ceritakan. Biarlah sebuah sujud hadir karena bukan akibat bunyi dering yang membangunkan. Aku menangis ketika itu.

Bahkan aku pernah berharap. Kelak jika punggungku tegak, dia yang akan aku kabari untuk itu. Namun, sebelum punggungku tegak, dia telah menyelesaikan satu takdir terbaiknya.

Baca Selengkapnya

Teka-teki Sebuah Perjalanan

Hidup adalah teka-teki.
Hidup adalah perjalanan.
Hidup adalah teka-teki sebuah perjalanan.

Kita semua sedang menebak-nebak sebuah teka-teki mahapenting. Teka-teki yang kita namakan kehidupan. Sebagian dari kita berkata bahwa itu adalah sebuah perjalanan. Bagiku, hidup adalah rangkaian puzzle acak yang menunggu untuk disatukan. Puzzle tentang cinta, puzzle persahabatan, puzzle kesuksesan, dan puzzle Tuhan.

Tuhan akan marah jika kita berhenti mencoba. Karenanya, dia mengharamkan surga bagi mereka yang memutuskan mati sebelum semua puzzle lengkap terbentuk.

Puzzle kita adalah rangkaian takdir. Tidak harus indah, namun keikhlasan dalam menjalani serta doa yang selalu kita mintakan kepada Tuhan akan menjadi score penting, kelak suatu hari ketika puzzle-puzzle kita dinilai pada suatu sidang.

Baca Selengkapnya

Derita Setengah Hujan

Dalam keadaan apa menurutmu sesuatu itu paling menderita? Aku kata, dalam keadaan setengah. Tidak memuncak, tidak juga membumi. Pertengahan diantara keduanya. Itulah hal yang paling sangat membuatmu derita.

Jikalah kita ambil misal tentang cinta. Yang paling berbahagia itu adalah ketika kedua telapak bertepuk tangan. Anggaplah dia itu satu. Dan setengah adalah ketika telapak cintamu cuma bertepuk sebelah. Sakit sekali, teramat sakit.

Derita setengah hujan. Ketika engkau mengharapkan hujan turun, Tuhan tidak memberimu air, juga tidak memberimu kemarau. Cuma sejenak rintik yang tak mampu melegakan dahaga. Tiada pula mampu untuk mengisi danau-danau yang telah merekah retak tanahnya.

Baca Selengkapnya