Bidadari dan Bidadari Ketiga itu BEDA

Mungkin banyak yang bertanya-tanya dan kebingungan dengan istillah bidadari dan bidadari ketiga. Harus kutegaskan di sini bahwa sebutan itu mengacu kepada 2 orang yang berbeda. Sebutan bidadari tanpa embel-embel ketiga itu sebenarnya tertuju kepada bidadari kedua, yang mengajarkan aku shalat di sepertiga malamku, sedangkan bidadari ketiga adalah seseorang yang sedang kucintai saat ini.

Sekarang hatiku ini hanya tertuju kepada seseorang, yaitu bidadari ketiga. Jadi hubunganku dengan bidadari cuma persahabatan biasa, tanpa ada embel-embel yang lain.

Dengan bidadari ketiga? Ya berteman seperti biasa juga, tanpa ada embel-embel. Namun hati ini tidak dapat dipungkiri bahwa dia memiliki rasa. Aku sendiri tidak bisa menduga kapan rasa ini akan selesai, atau akan terus berlanjut.

  • aisyah marphoamatonte

    cieee.. cinta terbalas.. hahahahah…

  • Ka

    ^^
    na saja. .
    Ckck. .
    Kisi2,lah. . Awak kenal tak? He2. .

  • @Rifka: belum terbalaskan rif, soalnya aku belum bilang. Nantilah kalau aku sudah siap baru kulamar langsung. Mo ditolak yo weslah. Hahahaha…

    @Ka: qe ga kenal !!! πŸ˜› (bukan orang Aceh “dia”)

  • Oh ya, si bidadari (tanpa embel-embel ketiga) mau nikah tahun ini katanya. Aku senang! Jadi tidak membebankan pikiran lagi.

  • aisyah marphoamatonte

    cie,, gambatte bung,, semoga berhasil πŸ˜€

    hahahah, dasar-dasar,,,

    aku tunggu tulisanmu tentang bidadari ke-empat, hahahah

  • bidadari keempat? emang ada? Hahaha…

    yo wes, nanti aku tulis tentang aisyah marphoamatonte saja gimana?

  • aisyah marphoamatonte

    hahahahah,,, tersanjung saya,,, πŸ˜€

  • tersanjung ya rif? bukan tersantet kan??? Hehehehe…