Yes Man!

Yes ManJika ditanya orang, film apakah yang paling inspiratif menurutku? Maka dalam hitungan 1 detik aku akan menjawab: YES MAN!

Seminggu yang lalu, karena aku bekerja sebagai pengangguran, disela kesibukanku yang sangat lowong aku menyempatkan diri untuk menonton film Yes Man! untuk kedua kalinya. Luar biasa! Biasanya, aku cukup menonton film sekali dan untuk menonton yang kedua kali akan akan merasa sangat bosan.

Film Yes Men! menurutku sangat inspiratif. Bahkan walau diperankan oleh seorang Jim Carrey yang mungkin lebih kita kenal sebagai aktor komedi. Yang jelas, film Yes Man! sedikit tidaknya telah membuat aku berubah dalam cara memandang kehidupan.

Aku hidup sebagai seorang pengecut. Bahkan untuk “menembak” seorang cewek saja aku tidak berani, walau pun setiap cewek yang “menembak” juga selalu aku tolak. Aku sering sekali menolak untuk mengerjakan sesuatu, ketakutan selalu hadir di dalam pikiranku sebelum aku melakukan apapun. Aku takut salah. Aku takut orang-orang akan membenciku. Aku takut tidak mampu membahagiakan setiap orang. Selalu ada TAKUT di dalam diriku yang membuat aku tegas untuk terus berkata TIDAK dalam setiap kesempatan.

Jika dilihat dari kebiasaan hidupku, bisa dipastikan umur 40 aku akan terkena stroke. Karena aku hidup dengan selalu dibayangi oleh ketakutan-ketakutan. Kata orang: kenapa orang jaman dahulu itu tidak pernah stroke adalah karena mereka tidak memikirkan hidup, namun menjalani kehidupan.

Sama seperti tokoh bernama Carl yang diperankan oleh Jim Carrey, aku sering hidup terisolasi. Menyendiri. Jauh dari kehidupan sosial dan tidak begitu suka dengan setiap keributan dan keramaian. Kata temanku yang lulusan psikologi, mungkin aku mengidap gangguan yang bernama mutisme selektif. Entahlah, apakah diagnosisnya benar atau tidak.

Kembali ke cerita awal. Yes Man! mulai mengubah sedikit dari hidupku. Aku pun mulai berani berkata YA untuk setiap tantangan yang aku hadapi. Bahkan untuk sesuatu hal yang mendadak, aku mencoba menghadapi apa yang terjadi.

Kata temanku, sesuatu harus diuji untuk menjadi kuat dan tegar. Pohon yang tegak berdiri menjulang, punya akar kokok yang melesak di dalam tanah. Segala hal butuh proses, demikian juga dari sebutir benih, pohon kuat tercipta. Sama seperti proses evolusi, hanya yang kuat yang mampu bertahan. Untuk menjadi kuat, setiap orang butuh tantangan.

Aku sadar. Lama sudah aku hidup dalam kemanjaan. Ini bukan hal yang baik dan segera harus aku ubah. Jika tidak mulai detik ini, tidak ada waktu lagi mengingat waktu yang terus berjalan, bahkan saat aku sedang menuliskan ini.

Salah satu resolusiku di tahun 2012 ini adalah “KATAKAN YA PADA SETIAP TANTANGAN” – Aku akan mencoba apa yang ditawarkan kepadaku, it’s time to change.

Incoming search terms:

  • ^_^

  • Risma

    Oh, itu termasuk gangguan jiwa ya. Karena kadang saya rasanya nggak nyaman jika suasana nya rame. Saya suka sendiri, makanya dulu sempat pendiam sekali. Ini sekarang sedikit berkurang. Tapi sayaa memang suka sendiri. Saya bahkan tidak suka gabung-gabung dalam suatu acara, jarang sekali. Saya semacam menarik diri dari lingkungan. Pernah saya paksa, namun hasilnya saya duduk bengong disitu, tidak menikmati diri saya diantara keramaian.

    • menurut teman saya begitu. Risma ada teman orang psikologi? Mungkin bisa bantu bertanya kepada mereka 🙂

  • Kayaknya harus buruan nonton nih sob.. Thanks 4 share.

    • tapi nontonnya film Yes Man! di Naruto juga bagus tentang semangat dia yang pantang menyerah. Recommended.

  • Bagus juga ya ceritanya….
    Btw, dimana sih aku bisa dapatkan filmnya…..???