Selamat Hari Pahlawan

Kemarin, tepatnya 10 November 2011 diperingati oleh sebagian orang sebagai hari pahlawan. Tetapi, bagiku peringatan hari pahlawan adalah hari ini, bukan kemarin. Hari ini adalah tanggal di mana Ayahku berulang tahun. Dan bagiku, pahlawanku adalah seorang sosok Ayah.

Sosok Ayah adalah istimewa bagiku. Sosok yang dulu selalu menggenggam tanganku saat aku hendak tidur. Sosok yang menggendongku ke tempat tidur saat aku terlelap di lantai. Sosok yang sering membawaku jalan pagi di punggung sepedanya, atau dia yang mengajari aku minum bandrek walau saat masih kecil aku paling tidak suka dengan minuman itu.

Bahkan, saat Ayah telah pensiun, dia tetap tidak berhenti bekerja seperti lelaki lain pada umumnya. Dia tidak leyeh-leyeh menikmati masa pensiunnya, dia tetap bekerja, membangun usaha depot air minum yang menjadi tulang punggung keluarga kami saat ini. Dari bisnis itu, dia menyekolahkan kakakku untuk menjadi dokter spesialis dan seorang kakak lagi agar menamatkan program masternya.

Sosok Ayah bagiku adalah sosok pahlawan sebenarnya. Dan tidak ada seorang pun yang dapat menggantikan posisinya, sebagai pahlawan bagi keluarga kami, sebagai pahlawan di hatiku.

Incoming search terms: