Bidadari dan Bidadari Ketiga itu BEDA

Mungkin banyak yang bertanya-tanya dan kebingungan dengan istillah bidadari dan bidadari ketiga. Harus kutegaskan di sini bahwa sebutan itu mengacu kepada 2 orang yang berbeda. Sebutan bidadari tanpa embel-embel ketiga itu sebenarnya tertuju kepada bidadari kedua, yang mengajarkan aku shalat di sepertiga malamku, sedangkan bidadari ketiga adalah seseorang yang sedang kucintai saat ini.

Sekarang hatiku ini hanya tertuju kepada seseorang, yaitu bidadari ketiga. Jadi hubunganku dengan bidadari cuma persahabatan biasa, tanpa ada embel-embel yang lain.

Dengan bidadari ketiga? Ya berteman seperti biasa juga, tanpa ada embel-embel. Namun hati ini tidak dapat dipungkiri bahwa dia memiliki rasa. Aku sendiri tidak bisa menduga kapan rasa ini akan selesai, atau akan terus berlanjut.

Baca Selengkapnya

Menjadi Akuntan Sehari

Hari ini badanku pegel-pegel, kebanyakan duduk dengan cara bungkuk di depan laptop buat ngetik laporan RAT koperasi mamak.

Aku yang jadi tukang ngetik keluarga dan Ayah yang menjadi akuntan sebenarnya. Hehehe. Berbicara akuntan aku jadi teringat Aik, kawanku yang besar seperti cumi-cumi. Dia bekerja banting tulang, muter otak sebagai akuntan publik. Ternyata menjadi akuntan itu susah juga, apalagi harus memeriksa begitu banyak transaksi. Ini baru transaksi di sebuah koperasi simpan-pinjam, belum lagi yang lain.

Kukira menjadi seorang akuntan itu mudah, ternyata tidak!

Baca Selengkapnya

Mempertanyakan Kembali Keikhlasan

Di beberapa kami sempat terjadi perbincangan, tentang seorang ustad yang meminta dibayar mahal untuk berdakwah. Bagiku, dia seperti ustad palsu. Karena dia meminta dunia, bukan akhirat padahal sejatinya dakwah adalah pengorbanan harta dan jiwa. Bahkan seharusnya kita yang membayar agar orang mau mendengarkan dakwah kita.

Sejatinya dakwah adalah menukarkan dunia dengan akhirat.

Kita kembali mempertanyakan, adakah keikhlasan ustad tersebut dalam berdakwah? Taruhlah ustad tersebut berjiwa enterpreneur, namun apakah harus dengan membisniskan lahan dakwah? Padahal begitu banyak pahala yang diperoleh dari dakwah namun menjadi tiada nilai ibadah lagi ketika dia mengharapkan materi daripadanya.

Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.(Q.S. Al-Kahf : 28)

Baca Selengkapnya

Jika Ibu Adalah Kartini, Maka Siapa Ayah?

Beberapa jam lagi akan menjadi pengubah tanggal, dari tanggal 21 April menjadi tanggal 22 April. Lalu apa masalahnya? Masalahnya, semua pembicaraan tentang Kartini dan Perempuan akan lenyap, berganti dengan topik-topik lainnya. Ya, memang harus begitu, masa mau ngomongin hal yang itu-itu saja tiap harinya.

Yups, benar sekali. Tidak bisa disangkal, kalau sudah menyinggung tentang perempuan biasanya akan marak di tiap tanggal 21 April dan di 22 Desember. Inilah dua bulan kepunyaan perempuan. Setelah itu? Bablas. Boro-boro disinggung, diingat saja sudah sukur.

Wah, kalau begitu perempuan sepatutnya bangga, masih ada yang mau mengingat mereka meski hanya dua kali dalam setahun. Lalu bagaimana dengan Laki-laki? Jangankan disinggung, diingat saja syukur.

Baca Selengkapnya

Mungkin Salah Sangka

Si Nidya, alias suka kolah alias patkai, alias tukang ngepet lagi online. Beberapa minggu terakhir ini dia suka sekali online malam, ntah kenapa. Beberapa waktu yang lalu aku sempat telepon dan sms dia tetapi enggak dibalas.

Waktu dia online tadi, langsung kuserobot: “napa telepon ama smsku ga kowe balas?

Hp ku dipake ma mama aku,” begitu katanya dengan mukanya yang bego.

Akhirnya akupun curhatlah ke dia soal bidadari ketiga. Aku bilang ke dia, “ternyata memang benar bukan aku yang “dia” suka. Aku salah paham selama ini“. Gitu aku ngomong ke dia.

Baca Selengkapnya