Nonaktifkan Facebook Kembali

Aku menonaktifkan facebook kembali, setelah sempat 2 hari aku aktifkan. Hehehe, malas aja berfacebook ria. Itu kulakukan karena aku merasa mulai kecanduan lagi.

Setelah sebelumnya rusuh di statusnya si Cicuit soal Valentino Rossi, aku akhirnya menutup facebookku. Ga ada hubungannya antara facebookku dengan rusuh-rusuhan. Aku emang pengen aja tutup lagi akun facebookku.

Huehehhee…

Baca Selengkapnya

Mencoba Facebook Lagi

Sudah beberapa bulan aku mematikan facebook. Bosen. Aku pun beralih ke twitter.

Entah setan apa yang menjalar dalam otakku, akhirnya aku memutuskan: mencoba facebook lagi. Namun aku berjanji untuk tidak adiktif lagi terhadap facebook. Aku berjanji bahwa aku mampu mengontrol napsuku kepada facebook.

Aku pun login facebook. Entah kenapa itu facebook tidak bisa dihapus secara otomatis. Tidak seperti akun friendster.com ataupun wayn.com. Akun-akun tersebut aku hapus dan tidak memiliki dampak pengaruh apa-apa, mereka santai aja tanpa harus menahanku untuk tetap kembali kepada mereka.

Baca Selengkapnya

Menakar Rindu

Menakar rindu, namun tak pernah kunjung usai. Terus menderai, tak jua dia mereda.

Aku rindu. Apa engkau tahu?

Dari semalam mataku tak mampu juga tertutup. Kepalaku serasa ingin pecah. Namamu menderai memenuhi selaksa selaput korteksku. Aku hapalkan namamu agar aku reda, agar terlelap aku lantas memimpikan kamu. Namun tidur semalam tak pernah ingin bersahabat. Dia menjadi penentangku setentang-tentangnya: dia ingin aku alpa soal kamu.

Aku berontak. Aku luluhkan seluruh saraf yang berjejal di sekujur kulit ototku. Aku memaku napas-napas berlahan, dari perut dia aku masukkan lantas melalui mulut aku buang. Mataku terpejam, tegak punggung dengan posisi bersila. Namamu, aku sebut pelan-pelan di atas bayang. Namamu yang tak kunjung usai, tak pernah mati, nan abadi.

Aku rindu. Apa engkau tahu?

Baca Selengkapnya