Selamat Idul Adha 1432 H

Selamat Hari Raya Idul Adha 1432 H

Buat kamu yang masih kurus di tahun ini, coba deh mulai sekarang makan yang lebih banyak biar di tahun depan lulus uji seleksi untuk di-kurban-kan.

Hehehe, met hari raya semuanya. Mohon maaf jika banyak kata yang salah selama ini. Mohon dimaafkan.

Motorku Hilang Part 1

Beberapa hari yang lalu, saat aku ikut acara “Pesta Buku” yang ada di Gedung Sosial, motorku sempat hilang. Awal ceritanya begini.

Hari itu, aku ditugasi oleh kawan FLP untuk mencetak pamflet. Jadi, hari itu (29 Oktober 2011) aku mengambil cetakan pamflet di percetakan Elhanief yang ada di kotaku, namun celakanya ternyata pamflet yang aku pesankan itu ternyata lupa diberikan kepada tukang cetak. Padahal, janji pukul 12 lewat sudah siap, ini aku pergi pukul 2 malah belum siap. Akhirnya setelah menunggu kira-kira 1 jam lebih, pamflet yang aku pesankan itu siap juga. Awalnya jam 2 pamflet itu sudah siap tayang di pesta buku, namun karena kejadian tersebut menjadi tidak terwujud. Maafkan aku kawan-kawan FLP, ini di luar tanggung jawabku.

Karena aku tidak membawa teman pada waktu kejadian itu, untuk membawa pamflet itu terpaksa aku masukkan ke dalam tas punggungku dengan posisi tas punggung aku hadapkan ke depan. Itu ternyata menyulitkanku mengendarai motor.

Setiba di lokasi, inilah awal kejadian. Saat aku hendak mengamankan helm-ku di bagasi motor, saat itu air mineral yang aku sematkan di tas punggungku terjatuh karena posisi tas punggungku itu ada di depan. Saat aku mengambil air mineral itu, aku lupa dengan kunci motor yang masih ada di bagasi.

Baca Selengkapnya

Sebuah Iklan Indah Dari Google Chrome

Kisah Lia dan Dani terinspirasi oleh seluruh Ayah dan Ibu di dunia yang memanfaatkan Internet untuk melakukan hal-hal yang luar biasa, seperti berbagi momen-momen spesial dengan anak-anaknya.

Jika kamu ingin melakukan lebih banyak hal yang luar biasa dengan Internet, unduh Google Chrome pada tautan berikut ini.

www.google.co.id/chrome.

Iklan di atas selalu berhasil membuat aku menangis setiap menontonnya. Terkadang aku berpikir, jika aku telah memiliki anak kelak, aku akan melakukan hal yang serupa.

Baca Selengkapnya

Kita Tidak Butuh Pengecut di Sini

Memaki, menghina, berteriak di balik tirai adalah tindakan seorang pengecut. Maaf kawan, kita tidak membutuhkan pengecut di sini.

Setiap kesalahan harusnya memiliki hak tanya dan hak jawab. Setiap orang boleh bertanya: “mengapa kau menjadi sedemikian menyimpang?” Dan yang ditanya pun memiliki hak jawab, alasan kenapa dia melakukannya.

Tetapi, jika makian hadir, penghinaan, apakah itu sebuah tanya? Terlebih kepada seorang pengecut yang bertanya di balik tirai, kepada siapa hendak hak jawab itu dilayangkan.

Jika engkau lelaki, jadilah pejantan. Jangan terus hidup di balik bayang.

Teman. Ini adalah dunia. Kita nyata di sini. Semua orang memiliki andil, namun kita tidak butuh pengecut di sini.

Baca Selengkapnya

Antri Woy!

Beberapa hari yang lalu aku sungguh kesal. Sangat kesal! Darah rasanya naik ke ubun-ubun, tetapi aku tidak pernah bisa marah. Ketika aku mau marah, aku biasanya lebih sering memendam rasa amarah itu sendiri. Persoalannya sepele dan aku rasa hampir selalu terjadi di negeri yang “ngakunya” teramat kaya. Sebuah kejadian sistemik yang sulit sekali dibangun di dalam jiwa-jiwa penduduk negeri ini: “ANTRI“.

Setiap orang ingin cepat selesai. Ingin menjadi nomor satu tanpa mau menunggu. Dan setiap orang, dengan keegoisannya, selalu datang telat namun selalu ingin selesai cepat.

Kata Antri menjadi momok. Kadang aku suka sebal, dengan orang-orang yang tidak ingin mengantri. Bagiku, rasa kemanusiaan mereka sedikit terkikis, bahkan aku memasukkan mereka ke dalam kategori bebal yang bertambah-tambah. Dan parahnya lagi adalah mereka yang menitipkan antrian kepada mereka yang sudah lebih dahulu datang dan berada di depan.

Sungguh keterlaluan sekali aksi manusia yang tidak ingin ikut mengantri namun meminta jatah roti. Mereka yang tidak antri santai saja menunggu di pojok-pojok dingin tempat mereka berteduh, duduk leyeh berleha-leha, sedangkan orang yang antri harus siap berpanas ria dan kakinya gemetaran karena terlalu lama berdiri.

Baca Selengkapnya