Aku Kesepian

Aku sering merasa kesepian. Selalu. Hidupku cuma terbentuk dari ruang 3×3 meter dengan pendingin ruangan yang sesekali meneteskan air karena bocor. Berkeliling tumpukan kertas yang terserak. Kabel yang semberaut. Air mineral. Dan tisu-tisu bekas yang belum juga masuk ke dalam tong-tong sampah terdekat.

kesepian
http://yekaputra.blogspot.com
Sore kemarin. Di bawah teduh awan yang mendung, dalam langit yang mulai gelap dan menghitam, kepada seorang teman yang telah aku anggap dekat, aku katakan: AKU KESEPIAN. Aku katakan perasaanku tentang hati orang-orang, mereka yang mendekat saat kita menjadi hebat dan tidak ada yang mengunjungi saat kita bukan lagi apa-apa.

Aku melihat manusia dengan sudut pandang yang sinis. Terkadang ironis. Hiperbola. Personifikasi. Oh, sudahlah, ini kita bukan bercerita tentang majas. Aku melihat manusia sebagai sekelompok makhluk yang hidup dari satu kepentingan kepada kepentingan yang lain. Saat dia perlu, dia hadir, saat tidak, maka semuanya serasa sampah.

Tidak semua memang. Sebagian hadir dalam wujud yang tulus, namun kebanyakan memang demikian praktiknya. Sosokmu ada karena kamu itu dianggap penting.

Baca Selengkapnya

Selamat Hari Pahlawan

Kemarin, tepatnya 10 November 2011 diperingati oleh sebagian orang sebagai hari pahlawan. Tetapi, bagiku peringatan hari pahlawan adalah hari ini, bukan kemarin. Hari ini adalah tanggal di mana Ayahku berulang tahun. Dan bagiku, pahlawanku adalah seorang sosok Ayah.

Sosok Ayah adalah istimewa bagiku. Sosok yang dulu selalu menggenggam tanganku saat aku hendak tidur. Sosok yang menggendongku ke tempat tidur saat aku terlelap di lantai. Sosok yang sering membawaku jalan pagi di punggung sepedanya, atau dia yang mengajari aku minum bandrek walau saat masih kecil aku paling tidak suka dengan minuman itu.

Bahkan, saat Ayah telah pensiun, dia tetap tidak berhenti bekerja seperti lelaki lain pada umumnya. Dia tidak leyeh-leyeh menikmati masa pensiunnya, dia tetap bekerja, membangun usaha depot air minum yang menjadi tulang punggung keluarga kami saat ini. Dari bisnis itu, dia menyekolahkan kakakku untuk menjadi dokter spesialis dan seorang kakak lagi agar menamatkan program masternya.

Sosok Ayah bagiku adalah sosok pahlawan sebenarnya. Dan tidak ada seorang pun yang dapat menggantikan posisinya, sebagai pahlawan bagi keluarga kami, sebagai pahlawan di hatiku.

Baca Selengkapnya

Tentang Cinta

Kata cinta rasanya tidak pernah habis tinta untuk dituliskan. Apakah kamu yang hari ini aku cintai masih tetap aku cinta keesokan hari? Cinta berjalan, seperti air yang menganak sungai menuju samudera, terkadang malah seperti panah yang terlepas dari busurnya. Kita membidik, namun tidak memiliki kendali.

Hal yang kita mampu rasa belum tentu juga dirasakan oleh orang lain. Betapa banyak kisah tentang mereka yang terluka oleh cinta. Sebagian orang mulai memandang cinta dengan watak yang berbeda: “kita tidak sedang jatuh cinta kawan, kita sedang membangun cinta.

Kata cinta mudah dipahami namun bersifat abstrak. Kita tidak mampu melihat cinta sebagai wujud benda, namun setiap kita mampu merasakan. Dari belaian ibu kepada anaknya, dari peluh bapak yang terus bekerja, dari orang-orang yang selalu menjaga nama Tuhan di hati mereka.

Baca Selengkapnya

Motorku Hilang Part 2

Saat motorku hilang. Jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya, mungkin sekitar 2 atau 3 kali lebih cepat. Saat itu, aku merasa sangat lemas. Lututku gemetaran dan kakiku seperti tidak mampu berpijak di bumi ini.

Aku kalut. Aku bingung. Motorku itu hadiah dari kakakku dan sekarang aku telah menghilangkannya. Harus ditaruh di mana mukaku ini! Terlebih, kredit motor itu belum lagi lunas. Oh Tuhan…

Hidup rasanya mendadak berputar dengan tidak menyenangkan. Aku tidak bisa berpikir dengan jernih. Teman yang tadi aku ajak tertawa, si Nurul tiba-tiba menghampiri namun dan saat diajak bercanda, aku tidak bisa. Aku cuma katakan dengan muka pucat, “motorku hilang.

Aku bingung harus bagaimana. Akhirnya, dengan berat hati aku telepon Ayahku, pertama yang mengangkat adalah Mamak. Saat itu aku bertanya, apakah Ayah ada? Ketika telepon sudah ada di tangan Ayahku, aku katakan dengan suara yang agak bergetar (karena lemas, takut, dan kebingungan) bahwa motorku telah hilang.

Ayahku bertanya di mana posisiku, aku jawab “di Gedung Sosial.

Baca Selengkapnya