Olga, Istihza', dan Pelajaran Tentang Etika

Oleh: Anugrah Roby Syahputra

olga syahputraSemua bermula Selasa (19/6) malam lalu. Saat Jupe — sapaan akrab Julia Perez — melalui telepon menyapa Olga, “Assalamu’alaikum.

Dengan maksud berkelakar, dibalas Olga dengan ucapan, “Lu assalamu’alaikum terus, ah kek pengemis, Lu.

Secara tidak langsung, Olga menyebut kalimat salam umat Islam tersebut sebagai ucapan pengemis. Mungkin dengan prasangka baik kita, maksudnya adalah bergurau agar penonton tertawa. Namun Olga rupanya tidak sadar, jika candaannya itu telah menyinggung SARA, menyinggung umat Islam. Banyak orang yang langsung mengadu ke situs KPI dan mendesak agar Olga segera diberikan tindakan tegas. Sejumlah ormas Islam pun menyatakan protes keras.

Ini sudah ke sekian kalinya Olga membuat sensasi. Kebanyakan menyinggung orang lain, bahkan SARA. Daftar panjang “catatan dosa” artis yang sering nampang di berbagai acara televisi ini dirilis oleh BeritaSatu.com. Berikut petikannya:

1. Tahun 2009, KPI pernah menegur Olga Syahputra lantaran latah mengucapkan kata yang berkonotasi porno, yakni alat kelamin pria. Meski tidak sengaja diucapkan karena latah, pihak KPI meminta Olga untuk mengontrol ucapannya saat memandu acara Dahsyat yang tayang di RCTI.

2. Medio Juni 2010, Olga pernah ‘bermasalah’ dengan para personel Five Minutes. Sebuah insiden ‘pengusiran’ dilakukan Olga saat Richie, sang vokalis hendak menyanyian lagu ‘Happy Birthday’ untuk Sindo. Richie merasa dipermalukan, terlebih saat manggung Olga dan rekan-rekannya malah bercanda di atas panggung dan salah menyebut nama band mereka menjadi The Titans.

Kita merasa dipermalukan sebagai anak band,” jelas Ricky salah satu personel Five Minutes saat itu. Protes personel Five Minutes dijawab Olga dengan ucapan maaf. “Gue enggak ada maksud. Gue kalau bercanda memang suka kata-kataan,” jawab Olga saat itu.

3. Menyinggung Yuni Shara
Olga Syahputra sempat menyinggung Yuni Shara saat menjadi bintang tamu Dahsyat. Yuni yang diketahui berpacaran dengan Raffi, salah satu pembawa acara Dahsyat datang memenuhi undangan program tersebut untuk memberikan kejutan bagi Raffi yang sedang berulang tahun.

Namun candaan dan celetukan Olga serta teman-temannya diakui Yuni sempat membuat hatinya miris.

4. Menyinggung korban perkosaan
Banyolan Olga Syahputra tentang korban perkosaan di ulang tahun Trans Corp tahun lalu sempat membuat heboh pemberitaan nasional. Apalagi saat itu tengah marak kejahatan perkosaan di dalam angkutan umum.

Kejadian bermula saat Olga sedang bercanda dengan Sule, Olga mengucapkan kalimat yang dianggap menyinggung korban perkosaan. “Olga, kenapa lu jadi suster ngesot,” pancing Sule. “Sepele, diperkosa supir angkot,” jawab Olga.

Banyolan konyol tersebut membuat organisasi Lentera Merah melaporkan Olga ke KPI. Oleh KPI, Olga kemudian dipanggil dan diberikan arahan untuk tidak melakukan hal serupa. Ia bahkan sempat mendatangi kantor KPI di Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Jumat (23/12) tahun lalu.

Ini buku P3 (Pedoman Perilaku Penyiaran), gue disuruh baca. Tadi gue dijelaskan tentang peraturan-peraturan penyiaran,” ujar Olga saat itu.

5. Pelecehan terhadap simbol umat Hindu di Wayang Bandel
Di program yang ditayangkan Trans TV tersebut, Olga bermain bersama Jessica Iskandar, Ayu Dewi dan Yadi Sembako. Para pemerannya mendapatkan protes dari umat Hindu lantaran dianggap melecehkan simbol agama mereka dengan kata-kata yang kasar dan visualisasi yang jauh dari nilai-nilai kepatutan.

The Hindu Center of Indonesia mengirimkan surat protes kepada pihak lembaga penyiaran yang bersangkutan serta melaporkan hal tersebut ke KPI. Namun KPI tidak memberikan teguran bagi artis termasuk Olga yang hanya mengikuti skenario yang telah ditetapan.

Salah satu yang mengundang ketersinggungan umat Hindu adalah dialog antara Sang Dursasana ingin menawar Dewi Draupadi dengan visualisasi pelecehan secara raga. Lalu ada juga dialog tentang keinginan menawar harga Istana Indraprasta, itu hal yang sangat tidak patut menurut umat Hindu.

Masalah tersebut segera terselesaikan lantaran pihak Trans TV langsung menanggapi somasi tersebut.

6. Dianggap melecehkan dan menghina lawan mainnya di acara sahur
Saat Ramadhan tahun lalu, Olga mengisi program Saatnya Kita Sahur (SKS) yang ditayangkan Trans TV. Saat itu Olga berpasangan dengan Minus.

Minus selalu menjadi bahan candaan Olga yang dianggap diungkapkan dengan kata-kata yang tidak pantas, seperti: “kayak botol kecap, dodol condet, badan lu bau sangit, celengan ayam, kandang ayam, sarang semut, kulit jengkol” dan sejumlah kata-kata lainnya.

7. Dianggap menghina dan melecehkan penonton
Belakangan Olga juag disorot lantaran kerap dianggap melecehkan dan menghina orang lain. Seperti yang terjadi saat program Dahsyat, Rabu (20/6). Olga meminta seorang penonton untuk berdiri. ia lalu ‘dicela’ Olga karena bentuk fisiknya. Ia membandingkan dengan salah satu bintang tamu saat itu, penyanyi Giselle. “Kalau dia (Giselle) mah lahir dari rahim ibunya, kalau lo dikebutin kayak bangs*t,” ujar Olga saat itu.

Memang belum ada tuntutan dari ‘korban’ celaan Olga tersebut. Namun aksinya itu mendapatkan banyak protes dari masyarakat melalui situs jejaring sosial dan ramai ditulis media.

Istihza’ Bukan Bercanda

Sebenarnya, apa yang dilakukan Olga — dalam kasus Jupe –, dalam pandangan Islam disebut dengan Istihza’. Artinya mengolok-olok agama. Menjadikan agama sebagai komoditi tawa-tiwi. Dan tahukah Anda siapa biangnya memperolok dien ini? Ya, siapa lagi kalau bukan kaum Yahudi la’natullah alaihim.

Dulu pernah, ketika ibunda kita Aisyah ra marah ketika seorang Yahudi mempelesetkan salam. Seolah-olah memberi salam, padahal sedang mengolok-olok dengan ucapan “Assamualaikum“. Arti assamu’alaikum adalah kematian untukmu. Jauh berbeda dengan assalamu’alaikum yang bermakna keselamatan bagimu.

Di saat lain, Yahudi memplesetkan Raa’ina menjadi ru’unah.
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (Muhammad): “Raa’ina”, tetapi katakanlah: “Unzhurna”, dan “dengarlah”. Dan bagi orang-orang yang kafir siksaan yang pedih. [Al Baqarah:104].

Raa’ina, artinya sudilah kiranya kamu memperhatikan kami. Dikala para sahabat menggunakan kata-kata ini kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, orang-orang Yahudi pun memakainya pula, akan tetapi mereka pelesetkan. Mereka katakan ru’unah, artinya ketololan yang amat sangat. Ini sebagai ejekan terhadap Rasulullah. Oleh karena itulah, Allah menyuruh para sahabat agar menukar perkataan raa’ina dengan unzhurna, yang juga sama artinya dengan raa’ina.

Dalam keseharian, barangkali kita jumpai, orang-orang yang sadar atau tak sadar, mengolok-olok agama ini, dengan menjadikannya sebagai plesetan. Misalnya saja:

– Kalimat adzan: Hayya alal falah… mereka plesetkan menjadi Hayalan saja…
– Ketika melihat muslimah bercadar, mereka segera mengolok-olok: Ninja… ninja…
– Ketika seseorang memelihara jenggot: Awas, ada kambing lewat…
– Ketika seseorang memakai celana cingkrang (tidak isbal): Wah, rumahnya kebanjiran yah…

Dan lain macam ejekan.

Mungkin, diantaranya hanya berkilah: Oh, ini hanya main-main saja kok. Sekedar hiburan, dan lain sebagainya.
Cobalah, mereka yang mempunyai motivasi ‘main-main’ itu menyimak, sebuah kisah tentang orang yang ‘main-main’ dengan agama ini.

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar, Muhammad bin Ka’b, Zaid bin Aslam dan Qatadah, hadits dengan rangkuman sebagai berikut:
“Bahwasanya ketika dalam peristiwa perang Tabuk, ada seseorang yang berkata: “Belum pernah kami melihat seperti para ahli baca Al-Qur’an ini, orang yang lebih buncit perutnya, lebih dusta lisannya dan lebih pengecut dalam peperangan.” Maksudnya: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan para sahabat yang ahli baca Al-Qur’an itu. Maka berkatalah ‘Auf bin Malik kepadanya: “Omong kosong yang kamu katakan. Bahkan kamu adalah munafik. Niscaya akan kuberitahukan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.”

Lalu pergilah ‘Auf kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam untuk memberitahukan hal tersebut kepada beliau. Tetapi sebelum ia sampai, telah turun wahyu Al-Qur’an kepada beliau.

Dan ketika orang itu datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau telah beranjak dari tempatnya dan menaiki untanya. Maka berkatalah ia kepada Rasulullah: “Ya Rasulullah! Sebenarnya kami hanyalah bersendau gurau dan mengobrol sebagaimana obrolan orang-orang yang bepergian jauh sebagai pengisi waktu saja dalam perjalanan kami.”

Kata Ibnu ‘Umar: “Sepertinya aku melihat dia berpegangan pada sabuk pelana unta Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, sedang kedua kakinya tersandung-sandung batu, sambil berkata: “Sebenarnya kami hanyalah bersendau-gurau dan bermain-main saja.” Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda kepadanya: “Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok.” Beliau mengucapkan itu tanpa menengok dan tidak bersabda kepadanya lebih daripada itu.”

Dan masuk dalam ayat Allah; “Dan jika kamu tanyakan kepada orang-orang munafik (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanyalah bersendau gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman…”.” (Bara’ah/At-Taubah: 65-66)

Belajar Tentang Etika

Tak lama setelah diprotes massa dimana-mana, Olga pun akhirnya menyampaikan permohonan maaf sebagaimana dilansir Kompas.com:

Olga merasa menyesal dan tak mau dikenal dengan lawakannya yang buruk. Demi anak yatim yang dihidupinya, Olga meminta agar kesalahannya bisa dimaafkan. “Demi Allah, saya kerja tulus, banyak anak yatim yang membutuhkan saya. Saya ingin berikan kebahagiaan kepada orang lain, saya mohon maaf, mungkin ada pemirsa di rumah yang merasa tersakiti dan tersinggung oleh saya, saya enggak ada niat sakiti siapa pun,” ucapnya.

Tak perlu dikomentari dan diulas secara tajam dan mendalam pun, semua bisa membaca serta menganalisa. Ikhlaskah permintaan maafnya? Kalau iya, mengapa harus membawa-bawa amal shalih menghidupi anak yatim? Memangnya kalau sudah berbuat baik, memberi makan anak yatim kita boleh sekehendak hati menabrak rambu etika? Lantas serta merta kita boleh bermaksiat melanggar ketentuanNya?

Semoga para pemimpin, pemilik media, kapitalis pengiklan, selebritis dan para pemirsa senantiasa terjaga dalam hidayah-Nya.

Sumber: Anugerah Roby Syahputra via Kompasiana

Incoming search terms:

  • Haha, kirain tulisan Bang Ben. Ternyata punya Bang Roby, tapi kereen nih. ^0^

    • Iya. Ini tulisannya si Robby. Memang keren tulisannya si Roby 🙂