Masih Tentang Lagu Gaza

Masih tentang lagu We Will Not Go Down in Gaza Tonight, seharian aku mendengarkannya. Disela-sela sakitku yang begitu menggebu. Sakit? Lho, aku belum cerita ya kalau aku sudah 4 hari sakit. Awalnya ketika dari Lampuuk, sehabis mamam Pop Mie plus kelapa muda kepalaku langsung pusing-pusing dan perutku terasa sakit sekali. Untung saja aku perginya barengan fifi, jadi ga repot bawa kereta dengan kondisiku yang seperti itu.

Jadi kira-kira sudah 3 hari aku ndak masuk kantor juga. Berat rasanya badan ini, mana perutku tegang. Semalam baru ke dokter, gile bayarannya 75 ribu sekali periksa. Perasaan terakhir sakit aku cuma bayar 50 ribu doank gitu.

Pokoknya disela-sela tanpa rutinitas itu, aku mendengarkan sayup-sayup lagu Gaza Tonight didendangkan. Suara khas Michele Heart bertalu-talu memenuhi gendang telingaku. Seperti biasa, aku menangis. Aku meresapi apa yang juga dirasakan oleh anak-anak Palestina, mereka yang kehilangan ibu/bapak/anak/saudara. Bagaimana mereka merasakan apa yang dinamakan genocide, suatu cara keji pemusnahan suatu etnis.

Orang-orang boleh berbantah-bantahan tentang Palestina. Ada yang pro dan kontra, ada yang mendukung Israel dan ada yang menghujat Palestina, tetapi bagiku Israel tetap salah. Palestina memiliki hak untuk berjuang, untuk menuntut hak-hak mereka, tanah mereka yang terampas oleh Israel.

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

Petikan lirik itu membuatku terenyuh sekaligus geram. Mereka yang menamakan diri pemimpin dunia tetap diam dan masih memperdebatkan siapa yang salah dan benar, padahal dalam tiap detik perdebatan mereka ada beberapa anak yang mati terbunuh. Inikah yang disebut dengan keadilan?

Sama seperti pemimpin dunia tersebut, ada beberapa diantara kita yang menutup mata dan masih saja memperdebatkan siapa yang salah dan benar. Harusnya hentikan perdebatan dan berikan kedamaian, apakah tidak ada perdebatan tanpa harus menumpahkan darah?

Aku sebagai seorang muslim berdoa, semoga Allah memberikan keselamatan, kemenangan, dan ketentraman bagi Palestina. Sebuah petikan lirik diakhir lagu membuatku gemetar hebat. Sebuah gubahan semangat yang tiada akan terhenti.

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Engkau Yahudi, boleh saya membakar mesjid-mesjid kami, rumah dan sekolah kami namun tidak akan membunuh ruhiyah dan sprit kami. Kami tak akan jatuh, kami akan bangkit.

Khaibar… khaibar ya Yahuuud, Jaisyu Muhammad saufa ya’uuud..!!!

  • K

    1. Kok belum sembuh juga, beni?
    2. Makanya, dah tau perutnya agak2 sensitif. Makan juga sembarangan! (Pa perlu dibuatkan bekal khusus dari rumah?)
    3. Jangan larut/asyik nangis, tp pikirin juga penyakit beni harus cepat sembuh!
    4. But our spirit will never die! Nah, gitu juga disini qt. Harus semangat! Beni harus semangat tuk sembuh. Jgn manja dgn penyakit!
    5. Sabar dgn semua keadaan!
    6. Lagunya enak di dengar, tapi K blm pernah lht videonya. Syg, ya. .
    7. Sukses slalu tuk beni!

    Semangat! !

  • beni jelek, cepat sembuh ya

  • ben gimana lomba rohingya?

  • orang ne fokus ke aceh journey, trus nanti kan ada event akbar acehblogger + KPLI.

    Kek na lomba rohingya tunda deh

  • @liza: beni jelek, cepat sembuh ya << aduh liza, jujur banget ya.