Asing! Part 2

keterasingan
Sumber: quthuzainjalood.blogspot.com
Boleh jadi saat ini aku sedang dalam keadaan sepenuh benci. Sangat benci. Teramat benci.

Mengapa? Mungkin itu tanyamu.

Baiklah. Akan aku jawab agar engkau merasa puas. Sepuas dahagamu saat bertemu air. Akan aku jawab, maka dengarkan baik-baik olehmu. Jangan sampai aku ulang sampai telingamu menjadi tuli oleh ulanganku. Akan aku katakan dengan keras sampai engkau tidak butuh telinga untuk mendengarkan semua ucap tuturku ini.

Aku benci karena aku menjadi asing!

Aku menjadi asing di depanmu. Terasing dari pikiranmu. Aku adalah mereka yang engkau abaikan di dalam hati. Itulah mengapa aku menjadi benci. Benci terutama tentangmu, benci untuk pernah mengetahui keberadaanmu.

Mungkin ini karma. Mereka yang mencintaiku, entah setan mana, aku jadikan asing dalam kehidupanku. Dan sekarang, aku yang mencintaimu, engkau jadikan asing di dalam kehidupanmu.

Baca Selengkapnya

Asing!

Mereka yang tidak memperdulikanmu maka tinggalkan. Mereka yang mengiringi jalanmu maka tinggikan. Menghabiskan hidup terhadap mereka yang menjadikanmu asing cuma menghabiskan waktu.

Kamu lebih berharga daripada apa yang mereka sangkakan.

asing
sumber: peperonity.com
Aku tidak sendiri. Ya, benar! Aku tidak sendiri menghadapi perasaan terasing ini. Ada banyak orang yang mendera perasaan yang sama seperti yang aku alami. Perasaan keterbuangan atau ketidakpedulian.

Dalam kehidupan sosial, tentu kita memiliki seorang, dua, atau tiga bahkan lebih, mereka yang kita sayangi. Kita memiliki orang yang kita perhatikan secara lebih dalam porsi dibandingkan dengan yang lain. Kita memberikan kasih sayang kita kepada mereka secara utuh. Dan secara sadar, kita mengharapkan perlakuan yang sama. Sayangnya, hal itu tidak kita dapatkan.

Manusia. Ah, manusia.

Terkadang dunia ini berjalan tidak seperti yang kita harapkan. Terkadang, manusia datang dalam hidup kita seperti datangnya kumbang pada tanaman. Habis madu lantas sudah. Kita pun nelangsa saat ditinggalkan. Simbiosis yang terjadi bukanlah mutualisme, namun parasitisme, atau paling tidak komensalisme.

Kita pun harusnya mengaca diri. Apakah kita juga ternyata melakukan hal yang sama. Mereka yang memberikan cintanya kepada kita secara lebih malah kita tinggalkan. Kita menjadi asing dengan kasih sayang. Padahal, saat kita mengharapkan ada pintu yang terbuka, kita menjadi terpaku yang tanpa kita sadari ada pintu yang lain sedang menunggu kehadiran kita.

Baca Selengkapnya

Tentang Utang

Hadist tentang utang oleh BaihaqiKadang-kadang, sambil duduk di kedai kopi (masyarakat Aceh sangat suka duduk berlama-lama di kedai kopi sembari membicarakan apapun), aku bersama temanku sering bercerita, bertukar ide, atau bahkan saling mengejek satu sama lainnya. Hingga pada salah satu pembicaraan kami terkait utang.

Jujur, aku sendiri sangat takut terkait dengan utang. Dulu, waktu aku masih MIN (sekolah setingkat SD), karena tidak ada duit jajan (aku lupa: apa karena terlalu banyak jajan atau memang tidak diberikan) maka aku pun meminjam uang kepada temanku. Mengetahui hal tersebut, orang tuaku pun marah. Mereka tidak suka jika aku mulai berkenalan dengan utang.

Sekarang, aku pun berutang. Aku berutang kepada kakakku sekitar 2 juta rupiah lagi sisanya untuk membeli laptop ASUS N43SL, itu pun terpaksa karena laptopku yang Acer Travelmate 6293 rusak. Setiap bulan aku usahakan untuk menyicil utangku tersebut.

Utang ternyata memberiku dampak. Aku lebih merasakan stress dan presure saat berutang: Takut-takut jika aku mati, aku tidak mampu melunasi hutangku tersebut.

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jiwa seorang mukmin itu terkatung-katung karena hutangnya, sampai ia dibayarkan.” HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, shahih.

Dari Abdullah bin Amr, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Semua dosa orang yang mati syahid diampuni, kecuali hutang.” HR. Muslim.

Demi jiwaku yang ada di TanganNya, seandainya ada seorang laki-laki terbunuh di jalan Allah, kemudian ia dihidupkan lagi, lalu terbunuh lagi, kemudian dihidupkan lagi dan terbunuh lagi, sedang ia memiliki hutang, sungguh ia tidak akan masuk Surga sampai hutangnya dibayarkan.” HR. An-Nasa’i, hasan.

Nah, kembali kepada temanku tersebut, aku kadang bingung untuk menjelaskannya. Antara merasa takjub, atau geleng-geleng kepala. Saat aku katakan bahwa aku tidak begitu pandai dalam menagih hutang, dia ternyata sangat berani. Aku bahkan terpana.

Baca Selengkapnya

Bumi, Aku Ingin Bercerita

Bumi, aku ingin cerita. Tetapi jangan sampai langit tahu. Ini rahasia kita berdua.

kupu-kupu
sumber: isolapos.com
Perjalanan hidup 26 tahun bukanlah waktu yang singkat. Benar demikian wahai bumi? Aku pun merasakan hal yang sama. Perjalanan, dekade, fase, langkah-langkah yang berawal kecil namun terus tersusun. Sampai pada suatu titik, aku merasa harus kembali bertanya: apa tujuanku?

Terkadang, saat aku membuka telapak tanganku, melihat garis-garis takdir yang tergaris di dalamnya, aku cuma menemukan alpa. Aku bukan peramal, tentu! Aku tidak tahu bagaimana garis tangan mampu ditakwilkan sebagai suatu perjalanan kehidupan. Namun bumi, aku tetap bertanya saat aku membuka telapak tangan itu. Aku bertanya: atas dasar apa aku tercipta.

Bumi. Jangan sampaikan ini kepada langit. Aku tidak ingin mereka yang berada di atas kita menjadi murka. Bahwa, seseorang yang telah turun mencoba bertanya atas dasar apa dia diturunkan. Aku tidak ingin langit sampai tahu dengan semua pertanyaanku.

Baca Selengkapnya

Tidak Pernah Puas

Tiba-tiba aku merasa terkejut. Sangat terkejut. Bahwa pada kenyataannya aku ternyata sama dengan orang-orang. Aku selama ini berpikir bahwa aku berbeda. Namun, sekarang aku paham. Tidak ada yang beda. Aku pun seperti mereka. TIDAK PERNAH PUAS.

Hidup adalah rangkaian dari berjuta keinginan. Saling menjalin, mengisi, terkait, tertaut. Orang-orang merangkak dalam hidup tentang mimpi-mimpi mereka. Bahkan mereka yang telah bengkok punggungnya atau menjadi kering air mata.

Awalnya aku mengira, aku telah khatam dengan berbagai keinginan. Aku telah paham bahwa berjuta ingin yang melesak dari dalam diriku adalah segala hal yang akan menjadi semu, fana, dan habis pasti dimakan usia. Aku mengira bahwa aku telah paham tentang itu semua.

Baca Selengkapnya