Sudah lama tidak menulis puisi. Kalau seseorang yang suka puisi itu jarang membaca dan menuliskan puisi, maka ruh kata-katanya akan hilang atau sering manusia bumi katakan akan tumpul.
Jika engkau menyukai puisi, jangan berhenti dengan cuma menikmati atau membaca puisi. Tuliskan setiap puisimu, tentang napas yang berganti yang menemani hidupmu, tentang setubuh antara engkau dan Tuhan, juga tentang lintasan-lintasan waktu yang membuatmu mendekati kematian.
Adalah waktu. Dia yang terus bergerak, syahdan terinspirasi oleh seberapa cepat engkau berjalan bersama cahaya. Menurut seseorang, waktu akan terhenti ketika engkau bergerak dengan kecepatan sama seperti cahaya bergerak. Apakah memang demikian?
