Melirik Pascal

Tidak ada yang mampu membuat saya melirik Pascal kecuali karena seorang teman. Dia meminta dibuatkan PR tentang pemograman. Saya melihat sekilas lembaran hasil scan yang dikirimkan ke email saya dan kening saya pun mengkerut. Ini tidak mudah.

PR itu lebih kepada persoalan algoritma. Saya melihat kejanggalan dialek pemograman yang dipakai dalam lembaran kertas tugas itu.

var a, b, c: integer;

begin
   a := 0; while A=0 do
   begin
      Writeln; Write('Nilai a?'); Readln(a);
   end;

   Write('b?'); Readln(b); Write('c?'); Readln(c);
   Writeln('Nilai A = ',A,',',' Nilai B = ',b,',',' Nilai C = ',c); Writeln('b = ',b+c);
   Writeln('c = ', c-2);
end.

Setelah saya teliti ternyata pemogramannya menggunakan Pascal sebagai basic bahasa pemogramannya.

Baca Selengkapnya

Menawan Rindu

Pernahkah sampai kepadaku tentang fatwa rindu? Tentang hati yang selalu berdebar ketika nama sang kekasih disebutkan. Saat duduk, tidur, dan berdirimu, nama kekasih tidak juga jeda menemani. Kisah tentang rindu yang tidak memiliki episode untuk berhenti.

Aku ingin menawan rindu, di dalam sel yang bahkan tidak memiliki terali. Aku ingin rindu itu tidak pergi. Telah aku tuliskan satu nama untuk satu rindu di dalam satu hati. Nya.

Dia yang aku sebut kekasih, sesungguhnya telah memiliki nama. Tetapi aku ingin menyebut dengan Nya. Aku ingin nama itu adalah nama persembahanku untuk Nya. Tentang lelaki yang sedang mencintai, dan memberikan nama baru untuk sang kekasih. Dan aku memilih “Nya”.

Aku merindukan Nya. Dalam duduk, tidur, dan tegakku. Nya telah menghisap semua energi rindu. Tidak ada ruang lain selain merindukan Nya. Dan aku teramat mencintai Nya. Aku ingin rindu ini ditawan, agar aku tidak berpaling ke lain hati. Aku ingin, dalam hatiku cuma ada satu Nya yang cuma satu.

Baca Selengkapnya

Aksara Sepi

Tadi siang aku ke kampus. Rencana awalnya hendak bertemu dengan pembimbingku untuk menyerahkan Karya Ilmiah yang sudah aku buat, tetapi di lab tidak ada seorang pun. Cuma ada bangku, meja, dan dinding yang bisu. Lampu lab telah dimatikan, walau siang namun lab tetap tampak gelap. Setelah meletakkan Karya Ilmiah punyaku di meja pembimbingku, aku memutuskan pulang.

Sebelum pulang, aku berjalan ke parkiran. Dalam benakku ketika itu, singkat sekali hari ini aku di kampus, juga aku merasa sepi.

Aku merasa sangat kesepian saat itu. Jantungku juga mulai gugup. Akibatnya, ada banyak kesalahan simple yang aku lakukan dalam keadaan demikian, berjalan tanpa fokus, tertendang batu, aku seperti tidak mampu mengontrol gerakku.

Aku memang agak kaku. Jika di dalam keramaian, aku merasa kurang nyaman. Sering sekali salah tingkah jika sudah beramai-ramai, terutama di antara orang-orang yang tidak aku kenal. Karenanya aku agak malas jika mengunjungi pameran, kecuali pameran komputer. Di pameran komputer pun biasanya aku mengajak teman agar aku memiliki orang yang kuajak berdialog agar gundah dan rasa gugupku sedikit terobati.

Baca Selengkapnya

Fanatisme

Beberapa temanku adalah orang-orang yang fanatik. Ada yang fanatik terhadap sistem operasi, fanatik terhadap style, ada juga yang fanatik dengan idola yang dipujanya. Sebagian lain fanatik terhadap ideologi yang dianutnya.

Fanatik itu sungguh luar biasa. Kadang orang rela mati, bersitegang dengan apa yang menjadi fanatiknya. Contohnya adalah Harley Davidson, mereka yang fanatik terhadap motor gede itu bahkan rela mentato tubuhnya dengan slogan-slogan, logo, dan nama Herley. Secara branding, Herley Davidson sudah berhasil mengkampanyekan merek mereka tersebut.

Fanatik lain yang aku temui adalah fanatik terhadap sistem operasi. Sebagian ada yang masih abal-abal, namun ada banyak mereka yang benar-benar fanatik terhadap sistem operasi. Yang fanatik terhadap Linux (mereka memang basisnya komunitas), fanatik terhadap Apple (biasanya orang yang ingin dianggap modis), namun jarang aku temui yang fanatik terhadap Windows.

Fanatik yang lain adalah fanatisme kepada idola yang digandrunginya. Salah satu teman terbaikku fanatik terhadap Super Junior. Wuidih, kalau aku hina-hina Super Junior dia akan mencak-mencak, bahkan tidak jarang kami berantam cuma gara-gara aku menghina Super Junior, terutama si Sungmin.

Baca Selengkapnya

Gelendot Nya

Nya, malam ini aku mimpi buruk
Dalam mimpiku semuanya seolah nyata
Aku lihat dia, Nya
Dalam hatinya, lelaki itu tetap ada

Nya, malam ini aku mimpi buruk
Semua keadaanku jadi kacau
Aku sakit sekali, Nya
Seperti diterbangkan ke langit lantas dihempaskan
Aku remuk, Nya
Tiada lagi berbentuk

Nya, malam ini aku mimpi buruk
Tolong Nya kirimkan aku pesan
Lewat mimpi juga boleh, seperti biasa
Jika Nya sudah menyapaku,
Segundah apapun, aku akan kembali tenang

Nya, mungkin benar
Atau memang benar
Cinta Nya padaku lebih besar
Dari cintaku pada Nya

Walau Nya cemburu
Walau Nya sakit hati
Tapi Nya tidak pernah seperti aku
Nya tidak punya benci
Nya marah karena memang aku salah

Nya, aku ingin nangis
Aku ingin peluk Nya seperti dulu
Waktu Nya selalu ada ketika aku susah
Saat semuanya tiada, Nya tetap ada

Nya, masih mau nerima aku kan?
Malam ini, seperti biasa aku hubungi Nya ya
Nya harus angkat!
Aku butuh Nya

Nya, aku cinta Kamu.

Baca Selengkapnya