tafa_putra: Mohon Doa Restu dan Kehadirannya pada 11 Februari 2009 akad nikah kami Mustafa Saputra Dengan Silfia Meri Wulandari di Mesjid Taqwa Blangkejeren Kab. Gayo Lues
baiquni: :p
baiquni: ga jadi ama dia kan bang
baiquni: :-<
baiquni: kalo jadi beni patah hati
tafa_putra: yeeeeeeee
baiquni: alhamdulillah
tafa_putra: siapa tu ben
tafa_putra: akhwat di YM kamu
tafa_putra: jilbab putih
tafa_putra: ntar kubilang ama dia
tafa_putra: beni slingkuh
baiquni: dia ndak suka sama beni bang
baiquni: 🙂
baiquni: mungkin dia telah menemukan sosok pahlawannya
baiquni: ada seh keinginan beni pengen dia jadi pendamping beni
baiquni: tapi apa pantas? seorang baiquni yang terlalu sering futur
baiquni: dia jauh di atas awan
tafa_putra: ya
baiquni: merindukannya seperti membangun negeri di atas awan
tafa_putra: karna beni orang miskin
baiquni: 🙂
baiquni: karena itu juga
baiquni: takdir beni bukan takdir orang kaya
baiquni: beni pengen istri beni kelak orang yang tahan hidup miskin
tafa_putra: ya
Bulan: Februari 2009
Ku Menemukan Surga Kedua
Tahukah engkau?
selaksa rindu membelengguku
memaksaku untuk terus mencintai
padahal aku telah mengering rapuh, dan dahaga telah hilang diganti kesunyian
Tahukah engkau?
ku temukanmu di jejaring manusia
ku minta engkau menjadi sahabatku
ku singgahi yahoo mu
namun kau membalasku dengan diam
tersudut aku tak mengerti
aku pun mulai mengeja langkah
mungkin telah ada yang salah
Aku berbisik pada seorang temanku
“Wahai gajah, aku menemukan taman surga”
gajahpun bingung
“taman surga kedua,” balasku
gajah cuma tersenyum, seolah dengan sejuta arti
bodohnya aku, sama sekali tak mengerti
Dalam lubuk, nama itu masih terus teringat
sedetik tak mampu lupa
mungkin hanya bidadari yang mampu menyapunya
entah bagai abrasi pantai atau topan badai
sunggu aku tak mengerti
mungkin tidak untuk saat ini
Oh cinta…
badai hatiku menggerus
tak tersisa sedikitpun jeda
mungkin aku harus segera mati
dan bidadari surga menanti
Kripik Ungu
Semalam, aku berhenti di Sare setelah perjalanan panjang dari Lhokseumawe menuju Banda Aceh.
Jam satu pagi, mamak turun dari mobil Avanza kami. Saat itu sedang hujan lebat, teramat lebat. Mamak turun untuk membeli kripik yang khas yang sering dijual di Sare. Aku hanya melihat, aku menunggu.
Kripik ungu…